Debat Pilpres 2019

Debat Capres Bahas Terorisme, Untung Rugi Jokowi dan Peluang Prabowo Menyalip di Tikungan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 14 Januari 2019
Debat Capres Bahas Terorisme, Untung Rugi Jokowi dan Peluang Prabowo Menyalip di Tikungan

Presiden Jokowi berbincang dengan sejumlah pejabat saat meninjau salah satu lokasi ledakan di Surabaya, Minggu (13/5) sore. Foto:Setkab.go.id

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Materi isu pemberantasan terorisme bakal menjadi bahasan yang menarik untuk dikupas dalam debat capres putaran pertama pada 17 Januari 2019 antara pasangan petahana nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dengan penantangnya duet Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Apalagi selama empat tahun, Pemerintahan Jokowi tercatat beberapa kali diadang kasus-kasus terorisme yang meresahkan. Sebagai calon presiden petahana, bisa jadi pertanyaan mengenai upaya dan hasil pemberantasan terorisme menjadi ujian tersendiri yang menguntungkan.

Pengamat politik Arif Amarudin menilai Jokowi hampir pasti telah memiliki taktik untuk mengangkat isu terorisme sebagai salah satu keberhasilan dalam pemerintahannya.

"Kasus-kasus terorisme dan penumpasannya di era Jokowi bisa menjadi barang jualan untuk menarik minat calon pemilih," kata alumnus UIN Syarif Hidayatullah itu dilansir dari Antara.

Branding Positif di Mata Dunia

jokowi
Jokowi dan JK saat meninjau lokasi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (25/5) malam. (MP/Fadhli)

Menurut Arif, Presiden Jokowi memiliki modal untuk mem-"branding" dirinya telah sukses dalam mengatasi kasus terorisme. Apalagi, dunia internasional memuji keberhasilan Indonesia dalam menangani kasus teror bom di Jalan MH Thamrin atau hanya beberapa jengkal saja dari Istana Kepresidenan Jakarta pada 2016 silam.

Kala itu, aparat keamanan bisa dengan cepat menangani situasi dalam aksi teror yang memakan korban mencapai 31 orang, 7 di antaranya tewas termasuk satu orang warga negara asing asal Kanada dalam tidak lebih dari 2 jam. Bahkan, Presiden Jokowi turun langsung ke lokasi teror untuk menunjukkan rakyat Indonesia tidak takut terhadap teroris.

Bahkan, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam banyak kesempatan sangat mengapresiasi kinerja kepolisian khususnya dalam kasus bom Thamrin karena telah begitu sigap beraksi memberantas pelaku teror sehingga tidak berdampak luas terhadap sektor pariwisata. Sukses ini jelas berdampak langsung terhadap ukuran kinerja Jokowi di mata rakyat, sekaligus menaikkan citra Indonesia di mata dunia internasional.

Revisi UU Anti Terorisme Lahir di Era Jokowi

bom kampung melayu
Ledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5). (Ist)

Tak hanya itu, Jokowi berhasil mendesak DPR mengesahkan revisi Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di era kepemimpinannya, setelah Jokowi mengancam mengeluarkan Perppu jika legislatif tak segera mengesahkan revisi. Kala itu, Jokowi berkeras kondisi kian mendesak mengingat serangan teror berantai yang marak terjadi bermula dengan serangan tiga gereja di Surabaya pada 2018 silam.

Di sisi lain, Jokowi sendiri kerap kali berbagi mengenai caranya mengatasi dan memberantas terorisme di Indonesia dalam berbagai forum internasional. Pesannya jelas, Jokowi ingin menunjukkan pada dunia bahwa dirinya sama sekali tidak takut terhadap ancaman teror dalam bentuk apapun.

Kartu AS Prabowo

Prabowo dan Sandi

Kesigapan dan gerak cepat aparat menangani serta menyidik kasus terorisme yang sudah terjadi di era Jokowi memang tak terbantahkan lagi. Namun, ukuran keberhasilan terletak pada seberapa baik dalam menangani kasus-kasus teror tetapi juga dari faktor pencegahan. Ketika aksi teror bisa terjadi artinya ada celah di jajaran intelijen sehingga terjadi kebobolan.

Kubu Prabowo-Sandiaga dapat memanfaat ruang itu untuk melumpuhkan elektabilitas petahana dalam debat nanti. Apalagi selama Jokowi menjadi Kepala Negara tercatat lebih dari jumlah jari di telapak tangan. Sebut saja kasus besar seperti aksi bom bunuh diri Kampung Melayu Mei 2017, Napi terpidana teroris menguasai Rutan Mako Brimob, teror bom tiga gereja di Surabaya, penyerangan gereja yang melukai pastor di Yogyakarta, ledakan bom di Rumah Susun Wonocolo Sidoarjo dan serangan bom bunuh diri dengan dua sepeda motor di Mapolrestabes Surabaya.

Korban bom bunuh diri di Surabaya
Petugas mengevakuasi korban di lokasi ledakan di Gereja Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Meski Prabowo Subianto belum memiliki rekam jejak memimpin dan menghadapi langsung kasus terorisme yang mengancam negara, jika dia mampu memaksimalkan solusi mengatasi masih lemahnya intelijen pemerintah saat ini dalam mencegah rencana teror dapat menjadi kartu as dalam debat capres mendatang.

Kebelumterujian Prabowo malah bisa jadi membuka harapan strategi pencegahan aksi terorisme yang lebih baik, sekaligus mendokrak popularitas, terutama di kalangan pemilih yang memandang Jokowi dianggap belum cukup cakap dan memuaskan dalam memerangi terorisme di Tanah Air. (*)

#Debat Capres-cawapres #Terorisme #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Kopilot yang diketahui merupakan warga negara Oman tersebut dilaporkan merupakan seorang ekstremis ‘lone wolf’ (bertindak sendiri).
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kopilot Flydubai Berkicau, Ungkap Rencana Tabrakkan Pesawat ke Bandara atau Gedung di Tel Aviv
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Berita Foto
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Silence momen dan doa dalam acara Peringatan Hari Internasional untuk Peringatan dan Penghormatan bagi Korban Terorisme 2026 di Jakarta, Jum'at (21/8/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 21 Agustus 2026
Hari Internasional untuk Korban Terorisme 2026, Kolaborasi Perkuat Perlindungan Korban
Indonesia
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Ancaman terorisme saat ini sudah mulai bergeser. Kini, internet dijadikan sarana untuk melakukan rekrutmen, kontrapropaganda, hingga pendanaan terorisme
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
BNPT Siapkan 111 Pencegahan Terorime Sejak Dini, 250 Anak Telah Berhasil Direhabilitasi
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
untuk aspek penegakan hukum, peran Polri tetap menjadi yang utama. Sementara itu, pelibatan TNI akan disesuaikan dengan bentuk dan tingkat ancaman terorisme yang dihadapi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 10 Februari 2026
Aturan Pelibatan TNI Dalam Penanganan Terorisme Belum Diputus, Masih Dirumuskan
Indonesia
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Rencana pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme tuai kritik. SETARA Institute menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan supremasi sipil dan sistem peradilan pidana.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
SETARA Institute Kritik Rencana Libatkan TNI dalam Penanggulangan Terorisme
Bagikan