Connie Rahakundini Disarankan Buka Dugaan Mafia Alutsista Lewat Partainya di DPR

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 28 Mei 2021
Connie Rahakundini Disarankan Buka Dugaan Mafia Alutsista Lewat Partainya di DPR

Connie Rahakundini Bakrie. Foto: Facebook/Conni Rahakundini Bakrie

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pakar militer Connie Rahakundini Bakrie disarankan membuka dugaan mafia alat utama sistem persenjataan (alutsista) berinisial Mr M melalui perwakilan partainya di DPR RI. Pasalnya, Connie merupakan dewan pakar DPP Partai Nasdem.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai, sulit melihat objektivitas dari pernyataan Connie Rahakundini Bakrie tentang pertahanan, termasuk dugaan adanya Mr. M jadi mafia alat utama sistem senjata (alutsista). Karena, Connie telah menjadi bagian dari Partai NasDem sekalipun aktif menyelami isu-isu pertahanan.

Baca Juga

Pemerintah Dinilai Perlu Evaluasi Alutsista TNI

"Soal posisi pengamat, ya, pengamat saja, enggak usah berpartai gitu, ya. Kalau berpartai, pengamatnya, ya, ditinggalkan sehingga perspektifnya, agar pendapatnya, pandangan-pandangannya objektif," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (28/5).

Jika kondisinya seperti sekarang, menjadi pengamat dan politikus pada saat bersamaan, maka orang cenderung melihat pernyataan Connie sarat pesanan.

"Akhirnya ketahuan, terbuka, kan, sesungguhnya ada pesanan tertentu," jelasnya.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin. ANTARA/HO-Universitas Al-Azhar Jakarta/am.
Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin. ANTARA/HO-Universitas Al-Azhar Jakarta/am.

Ujang berpendapat Connie seharusnya membuka masalah tersebut melalui saluran-saluran partainya jika memang bertujuan membongkar praktik lancung dalam pengadaan alutsista. Melalui perwakilan NasDem di Komisi I DPR, misalnya.

"Angkat saja kasusnya di partainya, ya, kan? Dorong saja di DPR untuk buka kasus itu. Berani tidak? Nah, itu lebih (menunjukkan sikap) seorang ksatria. Persoalanya, jangan-jangan partai sendirinya dapat (proyek alutsista)." tegas Ujang.

Baca Juga

Prabowo: Alutsista di Bidang Pertahanan Sangat Mahal

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mendorong pakar seperti Connie agar objektif melihat persoalan, hal ini adalah marwah bagi seorang pengamat.

"Mestinya dijaga roh, marwah sebagai pengamat. Itu (pernyataan Connie tentang mafia alutsista berarti) memilih untuk memihak," ucapnya.

Connie sebelumnya membongkar tentang dugaan adanya mafia alutsista berinisial Mr. M. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, belakangan meminta Connie melapor ataupun terbuka soal sosok Mr. M.

Pakar militer Connie Rahakundini
Pakar militer Connie Rahakundini

Ia juga mempertanyakan rencana modernisasi alpalhankam selama 25 tahun yang sedang disusun pemerintah. Ia berargumen bahwa angka untuk modernisasi alutsista RI terlalu besar.

Di sisi lain, Connie belakangan diketahui diplot sebagai Anggota Dewan Pakar partai politik besutan Surya Paloh.

Selain Connie, anggota dari dewan pakar tersebut di antaranya Duta Besar (Dubes) RI untuk Tanzania Ratlan Pardede, Dubes RI untuk Ekuador Dhinie Tjokro, Eks Dubes RI untuk Bulgaria, Astari Rasyid, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Hayono Isman, dan Peter Gontha. (Pon)

Baca Juga

DPR Minta Hilangnya KRI Nanggala 402 Jadi Evaluasi Alutsista Indonesia

#Alutsista #Partai Nasdem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, penguatan alutsista TNI mencakup jet tempur Rafale, pesawat A400M, fregat, helikopter, dan kendaraan amfibi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bukan Hanya Rafale, Ini Deretan Alutsista TNI dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Indonesia
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Kapal ini disebut jadi kapal terbesar yang dimiliki Indonesai dengan berbagai fungsi maksimal pertahanan antikapal selam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Canggihnya, KRI Sriwijaya-100 Punya Kemampuan Antikapal Selam
Indonesia
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Amerika Serikat selaku produsen baru memenuhi pengadaan gelombang pertama yakni sebanyak 35 unit kendaraan tempur.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
TNI AL Dapat 105 Kendaraan Tempur Amfibi AAV-M35 Dalam 3 Tahun
Indonesia
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan KRI Sriwijaya-100 siap menjalankan tugas negara. TNI AL juga menyiapkan rencana retrofit kapal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KSAL: KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Tugas Negara, Tinggal Tunggu Perintah
Indonesia
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
KRI Sriwijaya-100 memiliki panjang 180,2 meter dan mampu membawa hingga 18 helikopter kelas menengah maupun berat serta drone.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
KRI Sriwijaya-100 Punya Panjang 180 Meter, Bisa Angkut hingga 18 Helikopter
Indonesia
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
TNI AL mengebut pengecatan kapal induk Giuseppe Garibaldi jelang serah terima 24 September 2026. Kapal akan berganti nama jadi KRI Sriwijaya. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Giuseppe Garibaldi Lagi Dicat Ulang, Nomor Lambung Kapal Induk Pertama Bocor
Indonesia
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia resmi punya kapal induk pertama! ITS Giuseppe Garibaldi buatan Fincantieri Italia memasuki ALKI I dikawal KRI Brawijaya dan Prabu Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Megah dan Khidmat, Intip Formasi Militer Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Perairan Bangka
Indonesia
DPR Setuju KRI Ki Hajar Dewantara Dijual Pakai Skema Lelang. Harganya Berapa?
Persetujuan diambil dalam rapat paripurna DPR ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
DPR Setuju KRI Ki Hajar Dewantara Dijual Pakai Skema Lelang. Harganya Berapa?
Indonesia
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Kebijakan tersebut perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
NasDem Usulkan Pemberian Insentif Bagi Ibu Rumah Tangga
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pemerintah Transparan soal Pengadaan Rudal BrahMos
DPR belum menerima penjelasan resmi dari pemerintah mengenai detail rencana pembelian sistem rudal tersebut. 

Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Komisi I DPR Minta Pemerintah Transparan soal Pengadaan Rudal BrahMos
Bagikan