Parenting

Bukan Warna Merah Muda dan Biru, Warna Monokrom Miliki Pengaruh Dahsyat Bagi Penglihatan Si Kecil

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 14 Oktober 2019
Bukan Warna Merah Muda dan Biru, Warna Monokrom Miliki Pengaruh Dahsyat Bagi Penglihatan Si Kecil

Warna monochrome miliki efek dahsyat bagi visual anak (Sumber: The Millennials Mama)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA si kecil lahir, para orang tua begitu semangat mendandani anaknya dengan warna-warna cerah nan menggemaskan. Warna merah muda untuk bayi perempuan dan warna biru untuk bayi laki-laki. Tak hanya untuk pakaian, dekorasi kamar pun dibuat serasi mungkin dengan pernak pernik si bayi.

Kendati demikian, warna tidak hanya memainkan peran penting dalam estetika keseluruhan ruangan tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati, kestabilan emosi, produktivitas hingga perilaku seseorang. Penting bagi para orang tua untuk mempertimbangkan warna yang tepat bagi kamar tidur si kecil. Pertimbangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan selera dan keinginan orang tua.

Baca Juga:

Kalimat Positif Berikut Ternyata Berbahaya Untuk Anak

Warna Monochrome
Kamar bernuansa monokrom (Sumber: Amazon)

Warna cerah bukanlah warna yang sempurna untuk bayi. Sebaliknya, warna-warna monokrom seperti putih, hitam dan abu-abu justru warna sempurna untuk anak kecil. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Smith-Kettlewell Eye Research Institute, dalam beberapa bulan pertama kehidupan, bayi yang baru lahir hanya dapat melihat dalam nuansa hitam, putih dan abu-abu. Fakta tersebut membuat skema warna monokrom yang dihiasi bentuk kontras dapat membentuk stimulasi visual terbaik untuk bayi.

Kontras visual yang tinggi antara hitam dan putih di kamar bayi serta mengaplikasikan dua warna tersebut dalam berbgaia bentuk dan pola mengirimkan sinyal visual terkuat ke otak bayi. Lebih lanjut, sinyal yang kuat berdampak pada pertumbuhan otak dan perkembangan visual yang lebih cepat.

Baca Juga:

Salah Pola Asuh Hancurkan Kepercayaan Diri Anak

kamar anak monochrome
Kamar anak monokrom (Sumber: Decoist)

Dengan kata lain menciptakan kamar bayi monokrom untuk tiga bulan pertama kehidupannya memberikan lingkungan yang merangsang secara visual dan meningkatkan rasa ingin tahu mereka. Dampak penggunaan warna monokrom di masa depan si bayi adalah dapat meningkatkan memori dan pengembangan sistem saraf.

Jika tak ingin repot-repot mengganti furnitur atau mengecat kamar cobalah alas tidur, karpet dan sarung bantal dengan pola hitam dan putih yang kontras untuk kamar bayi. Pakaian bayi berwarna monokrom juga bisa dijadikan alternatif yang tepat untuk mereka. (avia)

BACA JUGA: Baby Walker Berbahaya Bagi Anatomi Kaki Si Kecil

#Parenting #Anak Pintar #Anak #Ibu Dan Anak #Fashion Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Bagikan