Parenting

Kalimat Positif Berikut Ternyata Berbahaya untuk Anak

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 16 September 2019
Kalimat Positif Berikut Ternyata Berbahaya untuk Anak

Bahasa cinta untuk si kecil harus disampaikan dengan tepat (Sumber: Let Grow)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KATA-kata memiliki efek yang luar biasa bagi psikologis seseorang. Ketika sebuah kalimat terjebak dalam memori seseorang, otak akan memvalidasi kalimat tersebut dan direfleksikan oleh tindakan. Namun, bentuk pujian semu juga tak selalu baik. Bentuk dukungan berupa kata-kata bisa menjebak dan berbahaya untuk tumbuh kembang anak. Sebuah maksud positif akan berubah menjadi negatif jika pemilihan diksi tidak tepat. Berikut kalimat yang dianggap positif padahal berbahaya untuk anak:

1. "Mama/Papa Bangga Padamu"

Bahasa Cinta
Tunjukkan kebanggaan dengan cara tepat (Sumber: Mum Central)

Ungkapan tersebut terdengar seperti sebuah pujian. Namun ternyata ada kesesatan pemilihan kata. Ketika orang tua memuji anak untuk setiap hal kecil seperti menyelesaikan makan, menggosok gigi atau meletakkan alat makan di cuci piring membuat pujian tidk lagi berarti. Sebaliknya, cobalah untuk memuji hal-hal spesifik yang berkaitan dengan prestasi anak. "Kamu mampu berenang dengan sangat cepat," merupakan contoh hal spesifik yang dilakukan anak. Atau bisa juga menggunakan konsep sebab akibat yang memancing daya pikir anak. "Piringmu bersih tidak ada makanan tersisa, kamu pasti akan lebih berenergi dan bersemangat untuk berpetualang nanti," itulah salah satu contoh konsep sebab akibat.

BACA JUGA: Fenomena di Era Digital : Anak Lebih Percaya Informasi di Internet Daripada Informasi Dari Orang Tua

2. "Bagaimana Harimu di Sekolah?"

Bahasa Cinta
Mendengar cerita anak (Sumber: Let Grow)

Kalimat di atas sebenarnya adalah pernyataan kosong. Biasanya, hanya mendapatkan satu respon dari anak "baik" atau "buruk". Jika kamu benar-benar ingin tahu seperti apa harinya di sekolah, ajukan pertanyaan spesifik seperti "Apa bagian terbaik dari harimu hari ini?" Kalimat tersebut akan mendorong jawaban lengkap dan rinci.

3. "Jangan Buat Papa/Mama Malu!"

Memarahi anak
Menjelaskan pada anak hal yang membuat kita kecewa secara spesifik (Sumber: Reader's Digest)

Anak mungkin terlalu kecil untuk memahami konsep dari rasa malu. Frasa ini tidak memberi gagasan mengapa hal yang mereka lakukan salah. Terlebih lagi, mempermalukan anak di muka umum dapat membuat beberapa anak lebih agresif. "Hal yang kamu lakukan cukup membuatku terganggu karena...." kalimat semacam itu memberi ide yang jelas pada anak mengapa tindakannya tidak baik untuk orang lain. Ia pun menjadi lebih bijaksana dalam menghindarinya di masa depan.

4. "Jangan Nangis Ya"

Jangan menangis
Menghibur anak (Sumber: Video Blocks)

Menangis adalah salah satu respon normal manusia walaupun hal yang membuat mereka menangis sepele bagimu. Dengan mengatakan "jangan menangis!" kamu sudah menekan emosi mereka dan membuat mereka merasa bahwa emosi mereka tidak penting. Kalimat seperti "Apa yang terjadi?" atau "Apa yang membuatmu begitu kecewa hingga menangis" menunjukkan bahwa kamu peduli padanya.

BACA JUGA: Salah Pola Asuh, Hancurkan Kepercayaan Diri Anak

5. "Ketika Aku Seusiamu Aku Bisa Melakukannya dengan Baik"

Orang tua Mengajari Anak Memasak
Libatkan diri secara langsung (Sumber: Laval Families Magazine)

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Jangan membandingkan perkembangan anak dengan siapapun, sekalipun orang tuanya sendiri. Perbandingan anak dengan orang lain hanya akan menjatuhkan harga dirinya. Ia merasa bahwa sekeras apapun usahanya takkan mampu mengalahkan orang lain. Akibatnya, ia akan patah semangat dan enggan untuk kembali mencoba. "Biarkan saya mengajarimu cara melakukannya," itu adalah kalimat yang tepat karena ia tahu orang tuanya akan berada di sisinya untuk membimbingnya.

BACA JUGA: Baby Walker Sebabkan Kelainan Pada Anatomi Kaki Si Kecil

#Parenting #Kesalahan Orangtua #Kekerasan Orangtua #Anak Rewel #Anak Pintar #Ibu Dan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan