Kesehatan

'Baby' 'Walker' Sebabkan Kelainan Pada Anatomi Kaki Si Kecil

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Minggu, 18 Agustus 2019
'Baby' 'Walker' Sebabkan Kelainan Pada Anatomi Kaki Si Kecil

Penggunaan baby walker bisa sebabkan kelainan pada kaki si kecil (Sumber: Mom Junction)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI orang tua, momen anaknya belajar berjalan untuk pertama kali merupakan momen paling ditunggu-tunggu. Meskipun langkah kakinya masih satu persatu dan tergopoh-gopoh tetap saja membuat para orang tua bahagia. Mereka pun tak sungkan membanjiri anaknya dengan fasilitas pendukung. Salah satunya adalah memberikan baby walker.

Apa sih baby walker itu? Baby walker merupakan alat bantu si kecil untuk berjalan berbentuk persegi. Pada bagian tengah terdapat lubang yang dilengkapi dengan kain sebagai tempat duduk anak. Roda di beberapa sisi membuat mobilitas si kecil lebih dinamis. Anak-anak pun semakin bersemangat belajar berjalan dengan baby walker dengan adanya beberapa mainan di depan mereka.
Baby Walker
Bayi di atas baby walker (Sumber: First Cry Parenting)
Namun, apakah bayi benar-benar membutuhkan baby walker? Jawabannya tidak. Belajar berjalan dengan baby walker bukan saja tidak efektif tetapi juga dapat memengaruhi fisiologis telapak kaki bayi.
Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi, Dr. dr Syarief Hasan Lutfie Sp KFR mengatakan penggunaan baby walker pada bayi bisa menyebabkan pes planus (kaki datar/kaki bebek).
"Ketika belum lancar berjalan, kaki anak dalam kondisi tidak stabil karena hanya menjadikan satu sisi kakinya sebagai pijakan. Jalannya masih miring karena ligamen mereka belum kuat," urai dokter Syarief. Penggunaan baby walker saat si kecil belum lancar berjalan ini justru membuat ligamen anak makin lemah karena mereka hanya mengandalkan otot kaki bagian bawah, bukannya otot pinggul dan otot paha.
Baby Walker
Bayi di atas baby walker (Sumber: Self)
Dokter Syarief mengatakan orang-orang yang menggunakan baby walker saat bayi cenderung mudah lecet jika menggunakan sepatu saat dewasa. "Arah kakinya mudah sekali terbentuk ke sisi lateral pada saat sudah dewasa. Kaki mereka pun mudah lecet karena tidak kuat menumpu berat badan dan langkahnya pun tidak bisa benar-benar seimbang," jelasnya.
Proses mendarat ke tanah yang tidak tepat kala si kecil berada di atas baby walker juga membuat telapak kaki anak tidak terbentuk sempurna. "Ketika berada di baby walker, telapak kaki anak tidak bertumpu dengan sempurna. Hal tersebut membuat mereka berpotensi memiliki kaki datar saat dewasa.
Anak belajar jalan
Proses belajar berjalan yang benar (Sumber: Working Mom)
Meski sekilas terlihat sama, pemilik telapak kaki datar berjalan dengan cara yang berbeda.
Ketika mereka melakukan toe off (gerakan mengungkit telapak kaki), berat badan mereka bertumpu di jempol kaki. Kontraksi otot tungkai akan bertambah. "Itu akan menyebabkan mereka cepat capek otot," tutur dokter Syarief.
Untuk itu dokter Syarief pun merekomendasikan para orang tua untuk mengajari anaknya berjalan dengan cara konvensional, berjalan titah. Ketika orang tua menuntun kedua tangan anaknya, mereka lebih bisa memperkirakan posisi kakinya dan cara berjalannya. Otot kaki dan telapak kaki pun akan terbentuk sempurna.
Walaupun banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan baby walker, dokter Syarief tidak sepenuhnya melarang orang tua untuk memberikan baby walker. "Penggunaan baby walker bisa digunakan jika ligamen anak sudah kuat dan stabil," tukasnya. (avia)
#Baby Walker #Bayi #Tumbuh Kembang Anak #Pertumbuhan Anak #Merawat Bayi #Parenting #Mengasuh Bayi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bayi bernama Muhammad MBG Subianto viral di media sosial. Namanya dinilai unik dan akrab di telinga masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Indonesia
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Polresta Surakarta amankan pasangan penumpang KRL yang membuang bayi hasil hubungan gelap di toilet KA Sancaka. Pelaku dijerat pasal KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Indonesia
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihaknya memastikan hak bayi ini dapat terpenuhi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Indonesia
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Satreskrim Polresta Surakarta turun tangan mendalami kasus temuan bayi tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV di dalam kereta api dan stasiun.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Bagikan