Tips Memaksimalkan Waktu Tidur Si Kecil

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 09 Agustus 2019
Tips Memaksimalkan Waktu Tidur Si Kecil

Atur sleep habits bayimu (Foto: Pixabay/Profile)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAYI baru lahir membutuhkan waktu tidur lebih panjang, setidaknya 10 hingga 18 jam per hari. Pola tidur bayi juga tidak konsisten dan selalu berubah-ubah setiap harinya. Hal yang paling repot bereka biasa tertidur di siang hari dan terjaga pada malam harinya. Tak jarang orangtua mengalami penurunan energi yang berpengaruh pada kesehatan.

Nah, bagi yang mengalami masalah ini, kamu bisa mengajarkan pola tidur sejak dini. Diperlukan penerapan jadwal harian dengan memperkirakan waktu yang tepat bagi bayi hingga terbiasa. Berikut ini rekomendasi untuk memaksimalkan jam tidur bayi agar orangtua tak terlalu kerepotan.

1. Ketika pagi hari

Biarkan bayimu terpapar sinar matahari pagi (Foto: Pexels Dominika Roseclay)
Biarkan bayimu terpapar sinar matahari pagi (Foto: Pexels Dominika Roseclay)

Saat bayi tertidur di pagi hari, biarkan cahaya matahari masuk ke dalam ruang kamar. Laman alodokter mengungkapkan, paparan sinar matahari mampu memproduksi vitamin D yang baik untuk tulang, gigi, penyerapan kalsium dan meningkatkan sistem imun bayi.

Meski begitu, paparan sinar matahari yang terlalu lama bisa merusak kesehatan kulit bayi. Perhatikan kondisi bayimu setiap saat, jika mulai muncul tanda-tanda kemerahan pada kulitnya segera jauhkan dari paparan sinar matahari.

Jika bayimu masih tertidur dan memakai piyama hingga terbit matahari, gantilah pakaiannya. Hal ini untuk meregangkan pergerakan bayi. Ketika sudah terbangun, lakukan skin to skin dan eye contact secara langsung dengan si kecil. Biasanya, saat bayi terbangun akan menangis. Ajaklah berinteraksi dengan menunjukkan mainan yang bisa mengalihkan perhatiannya.

2. Waktunya tidur siang

Batasi jam tidur siang bayi (Foto: Pexels Emma Bauso)
Batasi jam tidur siang bayi (Foto: Pexels Emma Bauso)

Bayi memiliki pola tidur yang acak. Orangtua perlu memperhatikan kebiasaan tersebut saat siang hari. Di waktu itu, biasakan untuk membiarkan ruangan kamar tetap terang dengan menyala lampu. Biarkan orang-orang di rumah tetap dalam keadaan bersuara. Namun, jangan membuat keributan ya.

Keadaan rumah yang 'bersuara' memberikan sinyal ke bayi kalau ia harus tetap terjaga. Selain itu, kamu bisa mengatur jam tidur bayi secukupnya. Saat tidur siang, biasakan hanya 2 jam saja.

3. Istirahat malam hari

Lakukan kebiasaan sebagai penanda sebelum tidur malam (Foto: Unsplash Maria Despeyroux)
Lakukan kebiasaan sebagai penanda sebelum tidur malam (Foto: Unsplash Maria Despeyroux)

Cobalah rutin memandikan atau membilasnya dengan air hangat. Kebiasaan ini sebagai tanda bagi si kecil saat menjelang tidur malam. Air hangat juga bisa menimbulkan kantuk loh. Tak hanya itu, kamu bisa memberikan ASI atau susu botol sebelum jam tidur malam si kecil.

Keadaan perut yang terisi bisa membuat bayi cepat tertidur dengan lelap. Redupkan cahaya lampu kamar untuk menciptakan suasana tenang. Kamu juga bisa membacakan buku ataupun berdongeng agar membuatnya tidur nyenyak.

4. Tertidur tengah malam

Biarkan kamar tetap redup saat terbangun tengah malam (Foto: Unsplash Cesar Abner)
Biarkan kamar tetap redup saat terbangun tengah malam (Foto: Unsplash Cesar Abner)

Tak jarang bayi terbangun saat tengah malam. Jam tidur orangtua akan terganggu dengan tangisan bayi. Agar membuat bayimu tertidur lelap, jangan menyalakan lampu. Biarkan ruangan tetap redup saat menenangkannya.

Paparan cahaya lampu bisa mengejutkan mata bayimu. Selain itu, perhatikan faktor yang membangunkannya. Periksalah keadaan popok bayimu. Ganti popok bila diperlukan. (dys)

#Kesehatan #Tips Keluarga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan