Parenting

Bukan Mainan, Ini Yang Seharusnya Dihadiahkan Orang Tua Kepada Anak

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Selasa, 28 Januari 2020
Bukan Mainan, Ini Yang Seharusnya Dihadiahkan Orang Tua Kepada Anak

Pengalaman jauh lebih berharga dari mainan mahal sekalipun (Sumber: Learning Express)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAINAN adalah salah satu hal yang disukai anak-anak lebih dari apapun. Demi membahagiakan anaknya, para orang tua pun kerap membelikan mainan untuk mereka. Baik saat ulang tahun, naik kelas, mendapatkan peringkat, atau sekedar hadiah yang diberikan begitu saja saat orang tuanya pergi ke suatu tempat. Terlalu sering memberikan mainan untuk anak ternyata memberi dampak yang buruk.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Oxford menunjukkan bahwa dengan memberikan mainan, koneksi anak dan orang tua berkurang. Padahal, menurut penelitian ini anak-anak menunjukkan lebih banyak kemajuan dalam perkembangan emosional dan sosial jika mereka sering berinteraksi dengan orang tua mereka. Hal itu diamini oleh para psikolog. Psikolog menambahkan bahwa membangun hubungan orang tua-anak meningkatkan kecerdasan emosi pada anak dengan cepat. Hal ini menguntungkan keadaan mental dan kemampuan mereka.

Baca Juga:

Kenali Kurang Gizi Pada Anak

Memberikan pengalaman jauh lebih menguntungkan daripada memberikan mainan. Berikut sejumlah ide yang bisa dilakukan

1. Mengadakan Kelas atau Kursus Khusus

menyanyi
Main musik bersama (Sumber: Instagram/@johnlegend)

Jika anakmu suka bernyanyi, menari, melukis atau tertarik pada olahraga, maka kamu mudah melakukannya. Kamu bisa menciptakan kelas yang menarik dan menghibur mereka sembari memasang target fokus pada hobi mereka.

2. Tradisi Tahunan

Liburan
Liburan bersama anak (Sumber: Instagram/@therock)

Alih-alih memberikan anak iPad untuk ulang tahun mereka, bagaimana jika ajak anak liburan ke luar negeri atau ke suatu pulau? Itu mungkin terdengar standar saja tetapi bayangkan kenangan yang akan kamu buat sebagai sebuah keluarga. Bayangkan foto dan memorabilia yang bisa kamu ciptakan sesudahnya. Kamu juga bisa menjadikan agenda jalan-jalan tersebut sebagai tradisi saat ulang tahun. Mereka pun akan menantikan setiap ulang tahunnya dengan tidak sabar. Itu begitu istimewa.

Baca Juga:

Hati-hati Terjebak Dalam Pola Asuh Hyper-Parenting

3. Tiket Konser atau lainnya

Pengalaman
Menonton pertandingan olahraga (Sumber: Instagram/@davidbechkam)

Bicara tentang tradisi, kamu bisa menciptakan hal sederhana dengan efek sama hebatnya. Jika kamu dan si kecil penggemar tim olahraga, buat ia senang dengan datang ke pertandingan bersama mereka. Apabila mereka suka dengan pemusik tertentu, ajak mereka menyaksikan konser bersama. Pilihan lain yang lebih mudah dan menyenangkan adalah menonton film bersama, pergi ke museum atau kebun binatang. Biasakan untuk tidak melakukannya di akhir pekan karena rencanamu untuk bersantai akan terdistraksi dengan banyaknya orang yang datang.

4. Jelajahi Area Lokal

jalan jalan
Eksplorasi lokal (Sumber: Instagram/@boomerrphelps)

Tidak yakin dengan hal yang disukai si kecil? Jangan khawatir. Ada berbagai titik di sekitar rumahmu yang bisa dijelajahi bersama si kecil. Menjelajahi suatu tempat bersama membantu mereka menemukan hobi favorit baru mereka. (avia)

Baca Juga:

Aspek Psikologis yang Timbul Akibat Kecanduan Game Online

#Mainan Anak-Anak #Anak-anak #Anak Kecil #Libur Anak #Anak Rewel #Anak Pintar #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Indonesia
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Kemkomdigi melayangkan teguran ke YouTube, setelah menemukan konten vape yang melibatkan anak-anak.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Bagikan