Kesehatan

Blue Java Banana, Pisang Serasa Es Krim

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 17 Oktober 2022
Blue Java Banana, Pisang Serasa Es Krim

Pisang berwarna biru ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang manis seperti es krim. (Foto: Instagram/@Limcorporation_info)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PISANG identik dengan warna kuning atau hijau. Namun, pernahkah kamu menemukan pisang berwarna biru?
Meski terlihat aneh, nyatanya pisang berwarna biru ini benar-benar ada, loh. Namanya blue java banana.

Laman Healthline melaporkan, pisang jenis ini merupakan hasil kawin silang dari jenis Musa balbisiana dan Musa acuminate. Blue java banana banyak tumbuh di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.

Baca Juga:

Lebih Memiliki Banyak Manfaat Makan Pisang Mentah

Seperti namanya, pisang ini memiliki warna biru yang khas. Ketika belum matang, warna birunya lebih gelap karena lapisan lilin alaminya. Namun, ketika sudah matang, warna birunya akan memudar dan lebih muda. Pisang ini memiliki ukuran yang lebih panjang dan isi lebih putih bila dibandingkan dengan jenis lainnya.

Blue Java banana banyak tumbuh di daerah Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. (Foto: Instagram/@Eatppyy)

Namun, yang paling unik dari blue java banana adalah rasanya yang seperti es krim vanilla. Hal ini muncul dari kandungan dagingnya, sehingga rasanya manis dan lebih lembut, persis seperti es krim. Karena keunikan ini, banyak orang yang mengolah blue java banana menjadi berbagai jenis hidangan manis, seperti smoothie, sajian dessert, atau jadi alternatif es krim rendah kalori.

Baca Juga:

3 Ide Cerdas Bikin Pisang Lemas Naik Kelas

Sama seperti pisang pada umumnya, blue java banana punya sederet vitamin dan nutrisi bermanfaat seperti serat, magnesium, vitamin B6, dan vitamin C. Rendahnya kalori yang terkandung juga cocok untuk kamu yang ingin diet, yaitu hanya 105 kalori per konsumsi.

Blue java banana dinilai memiliki kandungan kalori yang lebih rendah sehingga cocok bagi mereka yang ingin diet. (Foto: Instagram/@Eatppyy

Blue java banana dapat mengenyangkan perut lebih lama. Sebab, kandungan seratnya tinggi dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Nah, kandungan serat ini juga bisa membantu organ pencernaan bekerja lebih baik, terutama di lambung dan usus. Kandungan antioksidan dalam jenis pisang ini juga baik untuk mencegah pertumbuhan sel kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Di luar manfaatnya, blue java banana juga punya dampak negatif jika dikonsumsi terlalu banyak. Pisang ini bisa menyebabkan naiknya gula darah bagi mereka yang menderita diabetes tipe 2 karena kandungan karbohidratnya cukup tinggi. Selain itu, blue java banana juga bisa menimbulkan sejumlah reaksi alergi bagi mereka yang sensitif terhadap lateks dan kandungan nabati. (mcl)

Baca Juga:

Kucing yang Dikebiri Cenderung Jadi Gemuk? Ini Penyebabnya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - 1 jam, 20 menit lalu
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan