Kucing yang Dikebiri Cenderung Jadi Gemuk? Ini Penyebabnya

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 07 Juni 2022
Kucing yang Dikebiri Cenderung Jadi Gemuk? Ini Penyebabnya

Kenali penyebab kucing jadi gemuk setelah dikebiri. (Foto: pixabay/almi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KUCING peliharaan cenderung berubah jadi lebih gemuk setelah menjalani proses kebiri atau sterilisasi yang dilakukan oleh dokter hewan. Mengenai hal itu, banyak orang yang mungkin bertanya-tanya mengapa si kucing bisa gemuk?

Menurut Dokter hewan Kurnia Suanda, kucing menjadi lebih gemuk setelah steril karena faktor hormon. Karena, setelah proses sterilisasi, kucing tidak lagi terdorong untuk berkembang biak. "Hormon stres dan kawinnya stop, fokusnya hanya makan, tidur dan main saja, jadi semakin gemuk dan jadi makin lapar," ujar Dokter Kurnia seperti yang dikutip dari laman Antara.

Baca juga:

Pemilik Kucing Tergemuk di Dunia Tuai Kecaman dari Warganet

Kucing menjadi gemuk setelah dikebiri karena faktor hormon. (Foto: pixabay/jklugiewicz)

Apabila si kucing terlalu gemuk, maka pemilik dapat memilih makanan yang dibuat khusus untuk hewan yang sudah disteril. Sebaiknya, sesuaikan porsinya dengan kebutuhan kucing, takar sesuai dengan berat badannya. Biasanya informasi takaran tertera di setiap kemasan makanan kucing.

Lantas bagaimana bila si kucing terlihat kelaparan meski takaran sudah sesuai dengan berat badannya? Menurut Kurnia, bila kucing masih terlihat kelaparan, sebetulnya nutrisinya sudah tercukupi, kamu cukup memberikannya snack.

Perihal pembagian porsi, Kurnia menyerahkan semua kepada preferensi setiap orang. Apabila terbiasa memberi makan dua kali sehari, takaran yang disarankan cukup dibagi dua saja.

Untuk makanan, Dokter Kurnia menyarankan untuk memberikan makanan yang tidak mengandung pewarna kimia serta penyedap rasa. Selain itu, disarankan pula untuk mengganti sumber protein kucing peliharaanmu setiap enam bulan sekali, guna menghindari risiko alergi.

"Ketika memutuskan memberi protein dari beef, kalau tidak ada reaksi selama enam bulan, rotasi dulu ke protein yang lain, misalnya ikan," ujarnya.

Baca juga:

Felis Nigripes, Kucing Lucu Paling Mematikan di Dunia

Kucing yang sudah dikebiri atau di sterilisasi harus dikontrol makanannya. (Foto: pixabay/chikilino)

Langkah tersebut bisa membantu untuk menekan risiko munculnya alergi pada kucing yang sensitif. Memberikan makanan yang sama dalam jangka waktu yang panjang bisa membuat si kucing yang sensitif menjadi alergi.

Karena itu, sebaiknya mencari sumber protein berbeda untuk kucing kesayanganmu setiap enam bulan sekali. Kurnia menjelaskan, brand makanan tidak menjadi masalah, terpenting proteinnya berbeda.

Untuk makanan kucing kualitasnya wajib menjadi perhatian. Karena, makanan dengan kualitas rendah tidak mengandung nutrisi sempurna bagi kucing. Makanan tersebut hanya mengenyangkan, namun tidak menutrisi bulu dan kulit.

Selain itu, makanan yang tidak berkualitas pun meningkatkan risiko sakit saat diberikan dalam jangka panjang. "Daripada kompensasinya nanti harus berobat ke dokter hewan, lebih baik berikan nutrisi yang baik sejak awal," jelas Kurnia. (Ryn)

Baca juga:

Tiga Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memelihara Hewan

#Hewan Peliharaan #Kucing
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Fun
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
PetFest Indonesia 2026 hadir di ICE BSD dengan konsep Petropolis. Ada petting zoo, adopsi hewan, hingga safari garden. Tiket mulai Rp50.000.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
PetFest Indonesia 2026 Tawarkan Pengalaman Imersif, dari Petting Zoo hingga Safari Garden
Berita
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Start-up di Meksiko mengolah ikan sapu-sapu menjadi camilan hewan bernutrisi. Inovasi ini jadi solusi masalah lingkungan sekaligus peluang bisnis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fun
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Ingin menitipkan hewan peliharaan saat mudik Lebaran? Simak 5 tips memilih pet hotel agar anabul tetap aman, sehat, dan tidak stres selama ditinggal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Tanpa Khawatir, Ini 5 Tips Aman Menitipkan Anabul di Pet Hotel
Indonesia
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
"Kami akan memastikan nama pelapor tetap kami rahasiakan, jadi tidak perlu takut," kata Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan Sidabalok
Wisnu Cipto - Selasa, 09 Desember 2025
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
Indonesia
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Pramono berharap regulasi ini dapat berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan warga Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Desember 2025
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Indonesia
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memberlakukan Pergub larangan jual-beli daging anjing dan kucing di Jakarta.
Soffi Amira - Rabu, 26 November 2025
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Indonesia
Sah! Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Berlaku 24 November 2025
Peraturan ini secara rinci tertuang dalam Pergub Nomor 36 Tahun 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Sah! Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Berlaku 24 November 2025
Indonesia
Polisi Tetapkan 1 Anak Di Bawah Umur Tersangka Pejarahan Kucing Uya Kuya
Anak di bawah umur itu diketahui mencuri kucing dan sofa dari rumah Uya Kuya
Wisnu Cipto - Rabu, 10 September 2025
Polisi Tetapkan 1 Anak Di Bawah Umur Tersangka Pejarahan Kucing Uya Kuya
Indonesia
Kucing Uya Kuya Terlantar Pasca-Penjarahan. Kini Dirawat Puskeswan Ragunan Masih Diinfus
Kucing berwarna oranye itu setelah sempat terlantar usai aksi pejarahan rumah Uya Kuya akhir pekan lalu
Wisnu Cipto - Kamis, 04 September 2025
Kucing Uya Kuya Terlantar Pasca-Penjarahan. Kini Dirawat Puskeswan Ragunan Masih Diinfus
Bagikan