MerahPutih.com - Menjamurnya bisnis PCR maupun antigen saat ini disebut Kementerian Kesehatan merupakan tanggungjawab masing-masing pemerintah daerah (Pemda). Hal ini karena pemda melalui dinas kesehatan yang memberikan izin operasionalnya.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmiz memastikan, pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit atau laboratorium yang tidak mematuhi ketentuan terkait harga tes PCR yang sudah ditetapkan.
Baca Juga:
Aturan Tes PCR Berubah, Anggota DPR Ingatkan Hati-Hati Bikin Kebijakan
Jika ada laboratorium membandel atau tidak mengikuti ketentuan, akan dikenai sanksi dari teguran hingga pencabutan izin usaha. Selain itu, hasil tes COVID-19 pada fasilitas kesehatan dan laboratorium yang masih menerapkan harga tinggi tidak akan terintegrasi di aplikasi PeduliLindungi.
Pemerintah, kata ia, ingin rakyat mendapatkan layanan tes real time polymer chain reaction (RT-PCR) dengan harga wajar. Evaluasi penyesuaian harga pemeriksaan PCR dengan tujuan untuk kepentingan rakyat agar rakyat mendapatkan harga sesuai kewajarannya.
Pemerintah menyesuaikan harga batas atas tes PCR dari Rp 495 ribu untuk wilayah Jawa dan Bali menjadi Rp 275 ribu. Sedangkan tarif PCR wilayah luar Jawa dan Bali turun dari Rp 525 ribu menjadi Rp 300 ribu. Pemerintah mengevaluasi harga pemeriksaan COVID-19 metode PCR dari waktu ke waktu untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan sesuai harga yang seharusnya dibayar.
Nadia menambahkan, penyesuaian harga pemeriksaan PCR itu dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada. Termasuk soal harga pasar, supply, dan jenis yang sampai saat ini untuk reagen sendiri mencapai 200 merek dengan variasi harga.
Pemeriksaan PCR merupakan metode tes COVID-19 golden standar atau yang paling efektif dari metode lain yang ada di pasaran. Namun, kini masyarakat juga bisa memilih hanya tes antigen untuk perjalanan baik di Jawa-Bali, maupun luar Jawa-Bali. (Asp)
Baca Juga:
Wajib PCR untuk Calon Penumpang Pesawat Dihapus, Beban Masyarakat Jadi Berkurang