Bernyanyi Bisa Bantu Sembuhkan Kanker?
Lewat paduan suara juga bisa berbagi pengalaman. (Foto: Unsplash/John Onaeko)
BERNYANYI bukan hanya sekadar hobi yang bisa kita lakukan saat waktu luang. Siapa sangka, menurut penelitian badan amal Tenovus Cancer Care, bernyanyi dalam paduan suara dapat membantu memperbaiki sistem imun pasien kanker.
Menurut laman Standard, satu jam bernyanyi dalam paduan suara dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan suasana hati. Direktur penelitian di Tenovus Cancer Care menemukan bahwa ketika seseorang bernyanyi, tanpa disadari akan membuat emosinya lebih baik.
"Ini adalah temuan yang sangat menarik. Kami telah membangun bukti selama enam tahun terakhir untuk menunjukkan bahwa bernyanyi dalam paduan suara dapat memiliki berbagai manfaat sosial, emosional, dan psikologis. Dan kita juga bisa melihat bernyanyi memiliki efek biologis," kata Lewis.
Baca juga:
Penelitian ini melibatkan kolaborasi antara Tenovus Cancer Care dan Royal College of Music. Sebanyak 193 individu dibagi menjadi lima kelompok paduan suara. Peneliti menggunakan air liur sebagai sample untuk mengukur hormon stres (kortisol) dan protein respons imun (sitokin) sebelum dan setelah bernyanyi.
Hasilnya partisipan yang bernyanyi memiliki level kortisol rendah dan level oksitosin atau hormon cinta meningkat berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi. Indikator penguat imun yakni hormon sitokin juga meningkat setelah bernyanyi.
Salah satu peserta bernama Diane Raybould (64) mengatakan dirinya didiagnosis kanker payudara pada 14 tahun lalu. Setelah bernyanyi di paduan suara, Diane mengaku kegiatan itu lebih dari sekadar kenikmatan, sebab dirinya merasa lebih baik.
"Dengan paduan suara, kamu dapat berbagi pengalaman," ungkapnya.
Baca juga:
Cara Tepat Perawatan Pasien Kanker Paru-Paru di Masa Pandemi
Penelitian ini menjadi yang pertama dalam menunjukkan bahwa sistem imun bisa dipengaruhi kegiatan bernyanyi.
"Ini sangat menarik dan dapat meningkatkan cara kami mendukung orang-orang dengan kanker di masa depan," lanjut Lewis.
Pasien kanker diketahui kerap mengalami kesulitan psikologis, stres, khawatir, dan depresi. Namun lewat penelitian ini menemukan adanya perbaikan suasana hati dan pengurangan tingkat peradangan dengan bernyanyi untuk individu dengan depresi dan kesehatan mental buruk.
Melansir Zeenews, hasil studi kemudian didemonstrasikan akan mampu menekan aktivitas imun sistem, saat pasien kanker memerlukan dukungan biologis. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry