Kesehatan

Bernyanyi Bisa Bantu Sembuhkan Kanker?

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 01 Maret 2022
Bernyanyi Bisa Bantu Sembuhkan Kanker?

Lewat paduan suara juga bisa berbagi pengalaman. (Foto: Unsplash/John Onaeko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERNYANYI bukan hanya sekadar hobi yang bisa kita lakukan saat waktu luang. Siapa sangka, menurut penelitian badan amal Tenovus Cancer Care, bernyanyi dalam paduan suara dapat membantu memperbaiki sistem imun pasien kanker.

Menurut laman Standard, satu jam bernyanyi dalam paduan suara dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan suasana hati. Direktur penelitian di Tenovus Cancer Care menemukan bahwa ketika seseorang bernyanyi, tanpa disadari akan membuat emosinya lebih baik.

"Ini adalah temuan yang sangat menarik. Kami telah membangun bukti selama enam tahun terakhir untuk menunjukkan bahwa bernyanyi dalam paduan suara dapat memiliki berbagai manfaat sosial, emosional, dan psikologis. Dan kita juga bisa melihat bernyanyi memiliki efek biologis," kata Lewis.

Baca juga:

Banyak Manfaatnya untuk Kesehatan Jiwa, Bernyanyilah!

Bernyanyi di Paduan Suara Bisa Bantu Sembuhkan Kanker?
Satu jam bernyanyi dalam paduan suara dapat meningkatkan kekebalan tubuh. (Foto: Unsplash/David Beale)

Penelitian ini melibatkan kolaborasi antara Tenovus Cancer Care dan Royal College of Music. Sebanyak 193 individu dibagi menjadi lima kelompok paduan suara. Peneliti menggunakan air liur sebagai sample untuk mengukur hormon stres (kortisol) dan protein respons imun (sitokin) sebelum dan setelah bernyanyi.

Hasilnya partisipan yang bernyanyi memiliki level kortisol rendah dan level oksitosin atau hormon cinta meningkat berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi. Indikator penguat imun yakni hormon sitokin juga meningkat setelah bernyanyi.

Salah satu peserta bernama Diane Raybould (64) mengatakan dirinya didiagnosis kanker payudara pada 14 tahun lalu. Setelah bernyanyi di paduan suara, Diane mengaku kegiatan itu lebih dari sekadar kenikmatan, sebab dirinya merasa lebih baik.

"Dengan paduan suara, kamu dapat berbagi pengalaman," ungkapnya.

Baca juga:

Cara Tepat Perawatan Pasien Kanker Paru-Paru di Masa Pandemi

Bernyanyi di Paduan Suara Bisa Bantu Sembuhkan Kanker?
Ada banyak manfaat ketika bernyanyi. (Foto: Unsplash/Frank Alarcon)

Penelitian ini menjadi yang pertama dalam menunjukkan bahwa sistem imun bisa dipengaruhi kegiatan bernyanyi.

"Ini sangat menarik dan dapat meningkatkan cara kami mendukung orang-orang dengan kanker di masa depan," lanjut Lewis.

Pasien kanker diketahui kerap mengalami kesulitan psikologis, stres, khawatir, dan depresi. Namun lewat penelitian ini menemukan adanya perbaikan suasana hati dan pengurangan tingkat peradangan dengan bernyanyi untuk individu dengan depresi dan kesehatan mental buruk.

Melansir Zeenews, hasil studi kemudian didemonstrasikan akan mampu menekan aktivitas imun sistem, saat pasien kanker memerlukan dukungan biologis. (and)

Baca juga:

Kenali Kanker Kulit Ganas Melanoma

#Lipsus Maret Kanker #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan