Belum Berpengalaman dengan Anak Kecil? Ini 3 Cara agar Disukai Mereka

annehsannehs - Jumat, 16 Juli 2021
Belum Berpengalaman dengan Anak Kecil? Ini 3 Cara agar Disukai Mereka

Anjing dan bayi bisa menjadi teman baik. (Foto- theconversation.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA sedang kumpul-kumpul keluarga atau reunian SMA & kuliah, biasanya ada orang yang ikut serta mengajak buah hati mereka yang masih bayi atau batita. Terkadang, ada juga kesempatan yang mana mengharuskanmu untuk berinteraksi dengan mereka. Entah untuk menjaga atau mengajak mereka bermain ketika orangtuanya sedang sibuk.

Jika kamu belum berpengalaman ketika menghadapi anak kecil, lantas bagaimana cara untuk membuat mereka anteng dipangkuanmu?

Dilansir dari Life Hacker, berikut merupakan tiga tips untuk membuatmu disukai oleh bayi dan batita.

Baca juga:

Pertanda Anak Menjadi Korban Bully

1. Tatap dan ajak mereka bicara

Ajak bayi bicara. Sumber- Mom Junction)
Ajak bayi bicara. (Foto Mom Junction)

Pertama-tama, tatap wajah sang anak dan biarkan mereka mengenali wajahmu. Biasanya, bayi lebih mudah mengenali seseorang berdasarkan kontras yang mereka temui. Maka dari itu, gunakanlah topi, kacamata hitam atau kacamata berbingkai tebal untuk membuat mereka mengenalimu.

Kemudian, berbicaralah kepada mereka. Bagi bayi, suara manusia mampu membuat mereka tenang. Kamu pun bisa berbicara tentang apa saja karena ia pun belum bisa memahami apa yang kamu bicarakan. Suara juga bisa menjadi ciri khas yang membuat bayi mengenalimu pada pertemuan selanjutnya.

Baca juga:

Bahaya Ponsel Pada Bayi yang Baru Lahir, Berisiko Terkena Tumor Hingga Kanker!

2. Pilih warna baju yang disukai anak-anak

Gunakan baju putih ketika hendak bertemu bayi. (Foto- freepik)
Gunakan baju putih ketika hendak bertemu bayi. (Foto- freepik)

Kamu juga bisa mempersiapkan warna baju yang kamu gunakan sebelum bertemu dengan anak-anak. Gunakan baju berwarna hitam atau putih jika ingin menarik perhatian bayi. Sebaliknya, gunakan baju dengan warna yang terang dan eye-catching untuk merebut perhatian balita.

3. Gunakan hal menarik untuk dijadikan mainan

Pastikan hewan peliharaanmu tidak agresif terhadap bayi. (Foto- healthlandtime.com)
Pastikan hewan peliharaanmu tidak agresif terhadap bayi. (Foto- healthlandtime.com)

Kamu bisa membawa beberapa barang yang bisa menarik perhatian bayi. Barang-barang tersebut tidak mesti mainan anak-anak. Kamu bisa membawa barang yang bisa mengeluarkan suara, bersuara, atau yang menggantung-gantung seperti anting atau gelang. Hewan peliharaan juga bisa menjadi hal yang disukai oleh anak-anak. Kamu bisa membawa binatang peliharaan berbulu yang tidak agresif dan membiarkan anak-anak menyayangi dan mengejar-ngejar mereka. (SHN)

Baca juga:

Bayi dan Hewan Peliharaan, Amankah?

#Parenting #Relasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan