Merahputih.com - Memanfaatkan lahan kosong untuk bertanam merupakan salah satu antisipasi jitu mengatasi kekurangan pangan di masa pandemi Corona COVID-19. Hal ini bertujuan guna mengantisipasi krisis pangan akibat dampak virus corona.
“Sampai saat ini dunia belum menemukan vaksin virus Corona. Dan dalam situasi ketidakpastian global akan mempengaruhi kehidupan ekonomi dunia maka perlu antisipasi untuk mengatasi krisis ekonomi termasuk krisis pangan,” ujar Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (27/4).
Baca Juga:
Hari Kartini, Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar Titip Pesan Antikorupsi
Romo Benny menjelaskan, bangsa Indonesia memiliki modal sosial dan budaya sangat kuat untuk menggerakan kesadaran bersama dalam melakukan gerakan ini.
“Bangsa Indonesia adalah negara dengan modal sosial dan budaya yang kuat dalam bahu membahu, gotong royong melakukan gerakan menanam ini demi kesejahteraan bersama,” jelas Romo Benny.
Aksi gerakan menanam ini juga mudah dilakukan. Yakni cukup dengan memanfaatkan bahan bekas seperti botol bekas, kaleng, dan dipadukan dengan sistem hidroponik.
“Gerakan yang sederhana ini sangat mudah dilakukan oleh semua kalangan masyarakat dan dampaknya luar biasa untuk antisipasi krisis global,” terang dia.
Kekuatan suatu bangsa dalam mengatasi krisis ketahanan pangan saat ini mengingatkan kembali cita-cita Bung Karno untuk berdaulat bidang ekonomi.
“Sehingga dapat ditumbuhkan harapan dalam sanubari bangsa ini, gerakkan gotong royong menjadi cara berpikir, bertindak, berelasi dalam mengatasi pandemi Corona COVID-19,” jelas dia.
Rohaniwan Katolik ini juga mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah melarang masyarakat tidak mudik lebaran pada tahun ini.
“Larangan mudik sangat bijak karena untuk mencegah penyebaran virus corona salah satunya adalah membatasi kerumunan massa. Dan lebih penting adalah, kesadaran bahwa dengan tidak mudik, kita menyelamatkan orang kita cintai di kampung halaman,” terang Benny.
Selain itu, Romo Benny menjelaskan, dengan tidak mudik, masyarakat telah menjalankan kesadaran moral untuk kebaikan bersama.
“Kunci nya pada kita semua untuk memeliki kesadaran moral sebagai perintah kebaikkan. Tidak mudik berarti kita menjalankan kesadaran moral menjadi perintah dalam diri kita masing untuk taat pada kebaikkan bersama,” tandas rohaniawan Katolik ini.
Baca Juga:
Pemda DIY Siapkan Dana Rp246 Miliar Untuk Penanganan Darurat Corona
Romo Benny berharap kerjasama melawan virus corona dari pemerintah dan masyarakat serta solidaritas kemanusiaan semakin kuat.
"Baik dalam bentuk berbagi makanan, kebutuhan dasar dari mulai di tingkat RT dan RW," tutup Romo Benny. (Knu)

