Belajar Tentang Bencana Alam di Earth Manual Project Yogyakarta

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 10 Januari 2020
Belajar Tentang Bencana Alam di Earth Manual Project Yogyakarta

Earth Manual Project (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BENCANA dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja! Komunikasi menjadi hal penting untuk mengatasi bencana. Ya, dengan adanya komunikasi kamu dan orang sekitarmu bisa mengantisipasi bencana apapun yang melanda.

Nah, Event Earth Manual Project akan memberikanmu wawasan seputar bencana alam. Event ini akan dihelat pada 11-31 Januari 2020 di Jogja Gallery, Yogyakarta. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Demikian menurut berita pers yang diterima merahputih.com pada Jumat (10/1).

Baca juga:

Selamat Dari Tsunami dengan Cara Menyelam, Apakah Mungkin?

Earth Manual Project merupakan pameran tentang penerapan berbagai ide kreatif dan inovatif untuk mengatasi isu-isu kebencanaan dalam tahapan yang berbeda-beda. Mulai dari pendidikan kesiap siagaan bencana, hingga upaya-upaya respon dan bantuan ketika bencana terjadi.

Jadwal kegiatan Earth Manual Project (Foto: Istimewa)

Pameran yang berasal dari Jepang ini juga meliputi proyek dan karya dari beberapa negara lain yang juga kerap mengalami bencana semisal Indonesia, Thailand, dan Filipina.

Pameran yang dihelat Japan Foundation bertujuan untuk membagikan, menghubungkan, dan juga menjadi sarana untuk belajar tentang penerapan ide-ide kreatif dalam kebencanaan. Beberapa di antaranya telah berevolusi dan berubah dari ide awalnya.

Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini dibuat melalui riset yang mendalam dan proses wawancara yang terperinci dengan para penyintas bencana, dan dibuat oleh para ahli dalam kebencanaan, arsitektur, desainer, dan seniman, yang kolaborasi.

Baca juga:

Bisa Bahasa Jepang Bikin Kamu Gampang Cari Kerja

Karya dan proyek yang dihasilkan memanfatkaan pendekatan kreatifitas dan inovasi yang jelas, untuk mengatasi isu-isu kebencanaan. Karya yang ditampilkan meliputi HANDs! Project (Jepang, Indonesia dan 7 negara di Asia lainnya), Kumpulan Video Roo su Flood (Thailand), Paper Partition System 4 (Jepang), Rumah Inti (Indonesia), hingga Lost Homes (Jepang).

Dimeriahkan beberapa bintang tamu (Foto: Istimewa)

Pameran Earth Manual Project pertama kali diadakan di Design and Creative Center Kobe (KIITO), di Kota Kobe, Hyogo, Jepang pada 2013 silam. Kemudian, pameran ini telah diselenggarakan di beberapa tempat di Filipina, Thailand dan Amerika Serikat.

Kehadiran event ini di Indonesia bukan pertama kalinya. Sebelumnya, Earth Manual Project diadakan di Dia.Lo.Gue, Kemang, Jakarta Selatan pada bulan Mei 2019 lalu.

Acara ini akan juga akan dimeriahkan oleh Shigeru Ban Ikaputra, Bumpei Yorifuji/NPO Plus Arts, Hiroshi Fuji/NPO Plus Arts, Osamu Tsukihashi, Alma Quinto, Red Bear Survival Camp Club, NHK World, Roo su Flood, DAKILA, Ayala Museum, dan The Japan Foundation Asia Center/HANDs! Project Fellows-ARC and KIDSUP Teams. (ikh)

Baca juga

12 Hari Pekan Budaya Jepang, Yuk Mengenal Negeri Sakura Lebih Dekat

#Yogyakarta #Bencana Alam #Events
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Banjir tersebut menghancurkan sejumlah jembatan penyeberangan dan menghanyutkan bongkahan batu besar ke arah hilir.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
 Banjir Bandang Menyapu Grand Canyon, 1 Tewas dan 15 Orang Hilang
Indonesia
Gunung Sinabung Erupsi Lontarkan Abu Vulkanis Setinggi 3.500 Meter, Warga Diminta Menjauh
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria mengatakan erupsi Gunung Sinabung mulai terekam pada pukul 10.17 WIB.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Gunung Sinabung Erupsi Lontarkan Abu Vulkanis Setinggi 3.500 Meter, Warga Diminta Menjauh
Dunia
Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, Sekitar 15 Orang Diduga Hilang
Banjir bandang menerjang kawasan Taman Nasional Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, Sekitar 15 Orang Diduga Hilang
Dunia
2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Dunia
Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Tim penyelamat masih menemukan jenazah di antara timbunan puing dan lumpur.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
 Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Dunia
Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Sebagian besar bagian ujung gletser runtuh dan memicu peristiwa tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
   Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Indonesia
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Presiden Prabowo Subianto baru kunjungi NTT pada hari ke-11 pascagempa Flores agar penanganan darurat tidak terganggu seremonial pejabat pusat.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Prabowo Buka Alasan Baru Hari ke-11 ke NTT, Biar Kunjungan Pejabat Tidak Ganggu Penanganan Bencana
Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Bagikan