Bela Sungkawa Genosida Turki Dijadikan Konflik Politik
Foto: AFP
MerahPutih Internasional - Pada tahun 2014, untuk pertama kalinya, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan menyampaikan duka cita kepada semua keturunan Armenia yang kehilangan nyawanya. (Baca: Pernyataan Paus Francis yang Menjadi Masalah)
Tapi dikatakan juga dalam BBC, bahwa ucapan duka cita itu tidak dapat diterima oleh semua warga Armenia. Warga Armenia mengatakan bahwa ucapan bela sungkawa itu hanya untuk mengubah masalah "menjadi soal konflik politik". (Baca: Paus Fransiskus Basuh Kaki 12 Narapidana)
Armenia mengatakan, dalam kurun waktu 1915 – 1916, hingga 1,5 juta orang tewas atas kekejaman Pemerintahan Ottoman. Nmaun Turki tetepa membela diri dengan mengatakan jumlah kematian yang sebenarnya jauh lebih sedikit.
Kebanyakan mahasiswa non-Turki juga menganggap peristiwa ini sebagai genosida. Banyak negara lain yang juga menganggap bahwa apa yang dilakukan Ottoman dikategorikan sebagai genosida, yaitu Argentina, Belgia, Kanada, Perancis, Italia, Rusia dan Uruguay.
Bagikan
Berita Terkait
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Paramore Tarik Musik dari Spotify Israel, Tegaskan Solidaritas Kemanusiaan
Dubes Aljazair di PBB Minta Maaf ke Warga Palestina soal Genosida Israel
Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar
Warga Berbagai Negara Afrika Bersatu Konvoi Naik Bus untuk Jebol Blokade Gaza, Terinspirasi Aktivis Kapal Madleen
Israel Deportasi 4 Aktivis Kapal Madleen, Greta Thunberg: Kami Diperlakukan Tidak Manusiawi Tapi Belum Ada Apa-Apanya Dibanding Penderitaan Warga Gaza
Greta Thunberg, Liam Cunningham, dan Belasan Aktivis Bertekad Jebol Blokade Israel Lewat Kapal Madleen, Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Gaza
Menangi Kontes Eurovision 2025, Penyanyi Austria Ini Minta Wakil Israel Dilarang dari Kompetisi Nyanyi Paling Prestisius di Eropa Tahun Depan
Ketua KWI Sebut Paus Leo XIV Manusia Biasa, Ajak Indonesia Atasi Kemiskinan Spiritual Bersama-sama
Vatikan Bersiap untuk Konklaf, Kapel Sistina Dikunci, 6 Nama Mencuat Jadi Calon Kuat