Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 02 Juli 2025
Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar

Protes besar sebagai reaksi atas kartun Nabi Muhammad.(foto: Instagram @ahmetmrt8)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — POLISI Turki menangkap sedikitnya empat kartunis pada Senin (30/6). Mereka dituduh menggambar dan menyebarkan kartun yang menurut otoritas dan para demonstran merupakan penggambaran Nabi Muhammad dan Nabi Musa.

Kartun tersebut, yang diterbitkan dalam sebuah majalah satire politik, menunjukkan sosok yang tampak seperti pria muslim dan pria Yahudi, keduanya memiliki sayap dan lingkaran cahaya, berjabat tangan dan menyapa satu sama lain, sedangkan bom-bom jatuh di bawah mereka.

Kartun ini menjadi viral di media sosial empat hari setelah diterbitkan. Sebagai reaksi atas kartun itu, ratusan orang turun ke jalan utama di Istanbul, meneriakkan ‘Allahu Akbar’ dan menyerukan penerapan hukum syariah sebagai bentuk protes. Pihak berwenang Turki segera mengutuk majalah tersebut.

Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya menyebut kartun itu sebagai sebuah provokasi dan menyatakan mereka yang berani melakukan ini akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum. Ia menambahkan bahwa kartun tersebut tidak dilindungi kebebasan berekspresi atau kebebasan berpendapat.

Kepala Komunikasi Kepresidenan Turki Fahrettin Altun menyebut kartun itu sebagai serangan keji terhadap keyakinan dan nilai-nilai Turki. Kementerian Kehakiman Turki mengumumkan penyelidikan telah diluncurkan atas insiden tersebut di bawah Pasal 216 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Turki karena dianggap sebagai ‘penghinaan terhadap nilai-nilai agama secara terbuka’.

Baca juga:

Turkiye Tangkap 37 Warganya, Buntut Unggahan Provokatif Wali Kota Istanbul


LeMan, majalah satire politik mingguan yang dikenal dengan gaya komik yang tak kenal takut seperti majalah Charlie Hebdo dari Prancis, mengeluarkan pernyataan bahwa kartun tersebut bukanlah penggambaran Nabi Muhammad.

“Gambar ini bukan karikatur Nabi Muhammad (SAW). Dalam karya tersebut, nama Muhammad difiksikan sebagai milik seorang muslim yang terbunuh dalam pengeboman oleh Israel. Terdapat lebih dari 200 juta orang bernama Muhammad di dunia Islam. Karya ini sama sekali tidak merujuk pada Nabi Muhammad,” kata pihak LeMan dalam pernyataan mereka.

Pihak LeMan berdalih, dengan menyoroti seorang muslim yang terbunuh, mereka berniat menegaskan kebenaran pihak yang tertindas, yakni umat Islam, tanpa ada maksud sedikit pun untuk merendahkan nilai-nilai agama. “Kami menolak stigma yang ditimpakan kepada kami, karena tidak ada penggambaran nabi dalam karya tersebut,” lanjut mereka.

“Menginterpretasikan kartun ini sebagai bentuk penghinaan menunjukkan niat jahat yang ekstrem,” kata mereka, sembari menyampaikan permintaan maaf kepada para pembaca yang mungkin tersinggung.

Saat para demonstran turun ke jalan, Kementerian Dalam Negeri Turki merilis video para kartunis yang ditangkap di rumah mereka. Para kartunis terlihat bertelanjang kaki dan diborgol polisi. “Kalian tidak akan lolos dari pasukan keamanan kami atau dari keadilan,” kata pihak kementerian dalam keterangan video tersebut.

Para demonstran terlihat menendang pintu kantor majalah di pusat Kota Istanbul. Massa juga sempat menggelar salat malam bersama. Beberapa jam kemudian, Gubernur Istanbul Davut Gul mengumumkan bahwa keempat orang yang dicari atas kartun tersebut telah berada dalam tahanan polisi.

Gul tidak menyebutkan apakah ada pengunjuk rasa yang ditahan, tetapi dalam sebuah pernyataan ia mengatakan telah ditemukan bahwa beberapa individu yang menyusup ke antara para demonstran melakukan tindakan provokatif.

Beberapa kelompok dilaporkan menyerukan protes lanjutan terhadap majalah tersebut pada Selasa.(dwi)

Baca juga:

Charlie Hebdo Posting Ulang Kartun Nabi Muhammad, MPR: Radikal dan Lukai Umat Islam

#Turki #Turkiye #Kartun Nabi Muhammad
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Gol Menit 90+8 Bawa Turkiye Menang Dramatis Atas AS 3-2, Tapi Tetap Harus Angkat Koper
Meski menang, Turkiye tetap tersingkir, sementara AS melaju ke babak 32 besar menghadapi Bosnia.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Gol Menit 90+8 Bawa Turkiye Menang Dramatis Atas AS 3-2, Tapi Tetap Harus Angkat Koper
Olahraga
Amerika Serikat vs Turki: Momen Tepat Balas Dendam Memori Kelam di Connecticut
Kubu Turki sendiri bertumpu pada kreativitas bintang muda Real Madrid, Arda Guler, sebagai dirigen lapangan tengah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Amerika Serikat vs Turki: Momen Tepat Balas Dendam Memori Kelam di Connecticut
Indonesia
DPR Soroti Kerja Sama Pertahanan RI–Turki, Tekankan Transfer Teknologi Alutsista
Komisi I DPR RI menyoroti kerja sama pertahanan Indonesia–Turki. Tegaskan Indonesia harus dapat transfer teknologi, tidak hanya jadi pasar alutsista negara lain.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
DPR Soroti Kerja Sama Pertahanan RI–Turki, Tekankan Transfer Teknologi Alutsista
Olahraga
Turki vs Paraguay: Sama-Sama Memble di Laga Perdana, Berjuang Demi Napas Terakhir Fase Grup
Kehadiran metronom lapangan tengah Hakan Çalhanoğlu belum mampu mengonversi aliran bola matang menjadi pundi-pundi gol
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Turki vs Paraguay: Sama-Sama Memble di Laga Perdana, Berjuang Demi Napas Terakhir Fase Grup
Olahraga
Prediksi Turki vs Australia: Socceroos Andalkan Postur Raksasa dan Skema Bola Mati
Laga besok siang menyajikan kontras strategi sangat menarik antara kedua juru taktik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 13 Juni 2026
Prediksi Turki vs Australia: Socceroos Andalkan Postur Raksasa dan Skema Bola Mati
Olahraga
Rekor Gol Tercepat Piala Dunia Masih Dipegang Hakan Sukur, Bobol Gawang Korsel Hanya dalam 11 Detik
Satu abad ke belakang, Jerman juga menempatkan nama Ernest Lehner melalui torehan 25 detik ke gawang Austria pada tahun 1934
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Rekor Gol Tercepat Piala Dunia Masih Dipegang Hakan Sukur, Bobol Gawang Korsel Hanya dalam 11 Detik
Olahraga
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D lengkap dengan jadwal pertandingan, analisis kekuatan Amerika Serikat, Turki, Paraguay, Australia, dan peluang lolos.
ImanK - Kamis, 04 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026 Grup D: Amerika Serikat dan Turki Harus Waspadai Paraguay
Indonesia
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertukar Pandangan Mengenai Situasi Timur Tengah
Prabowo menilai dukungan dan komitmen Pemerintah Turkiye terhadap Indonesia menunjukkan hasil nyata dari hubungan diplomatik yang erat dan telah berjalan sangat baik antara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertukar Pandangan Mengenai Situasi Timur Tengah
Indonesia
Prabowo Terima Menlu Turkiye di Hambalang, Bahas Stabilitas Situasi Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto menerima Menlu Turkiye Hakan Fidan di Hambalang.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Prabowo Terima Menlu Turkiye di Hambalang, Bahas Stabilitas Situasi Timur Tengah
Dunia
Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak
Ada dua serangan dalam waktu yang sangat singkat, keduanya terjadi di kota dengan tingkat pendapatan lebih rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
 Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak
Bagikan