Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 17 April 2026
 Turkiye Berduka, 2 Penembakan di Sekolah Jadi Alarm Keamanan bagi Anak-Anak

Ilustrasi- penembakan (ANTARA News Sumsel/Ist/18) (ANTARA News Sumsel/Ist/18/)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SELUSIN pria bergegas mengangkat peti mati keluar dari sebuah kamar jenazah di Turkiye Tenggara. Namun, peti itu tidaklah berat. Di dalamnya terbaring anak laki-laki berusia 10 tahun. Di belakang peti itu, sang ayah berjalan tertatih, disangga kerabat di kedua sisi tubuhnya.

“Oh, anakku, anakku sayang, ia gugur,” ratapnya.

Sang anak, yang kini terbaring kaku dalam peti jenazah, ialah satu dari delapan anak yang tewas ditembak pada Rabu (15/4) di Kota Kahramanmaras. Pelaku penembakan ialah sesama siswa berusia 14 tahun. Ia juga membunuh seorang guru. Kota yang secara tradisional terkenal dengan es krimnya ini kini memiliki reputasi baru yang mengerikan: menjadi lokasi penembakan massal pertama yang mematikan di sekolah di Turki.



Penembakan di Sekolah, Horor Baru bagi Warga



Serangan itu terjadi hanya sehari setelah seorang mantan siswa berjalan di lorong sekolah lain di wilayah yang sama, menembak secara acak. Ia melukai 16 orang, tetapi hanya menewaskan dirinya sendiri.

“Ada dua serangan dalam waktu yang sangat singkat, keduanya terjadi di kota dengan tingkat pendapatan lebih rendah. Hal seperti ini bisa menyebar,” kata Prof Asli Carkoglu, pakar psikologi remaja, dikutip BBC.

Ia khawatir penembakan mematikan ini bisa menjadi contoh bagi pikiran muda yang cukup frustrasi. Serangan ini merupakan tragedi, tetapi bukan kejutan bagi orang-orang seperti dirinya yang bekerja dengan remaja dan dewasa muda. “Sudah ada penusukan, pemukulan, dan percobaan bunuh diri dalam sistem sekolah. Senjata api mungkin belum ada sebelumnya, tetapi kekerasannya sudah ada,” ujarnya.


Baca juga:

Remaja Lepaskan Tembakan di Sekolah Turkiye, Melukai 16 Orang



Pemerintah Bertindak Cepat, Cegah Kekerasan Berulang



Saat pemakaman para korban, kerabat, tetangga, dan petugas darurat berkumpul kala peti-peti mati dibawa keluar satu per satu. Setiap peti dibalut bendera Turki. Seorang perempuan berteriak marah ke arah barisan polisi yang berjaga. “Terlambat, terlambat. Kalian tidak menyelamatkan anak-anak,” katanya menegur. Perempuan lain berteriak bahwa pelaku seharusnya digantung di alun-alun utama, tetapi ia sudah tewas, ditembak di lokasi kejadian.

Di hari itu, di luar masjid utama, seorang ibu menangis, membungkuk untuk membelai peti jenazah putrinya, Zeynep. Dari rumah keluarga, di dekat Sekolah Menengah Ayser Calik, ia mendengar suara tembakan yang merenggut nyawa anaknya yang berusia 10 tahun. Bukan hanya dirinya yang terkaget, tembakan itu mengguncang seluruh Turki.

Kerabat mengatakan Zeynep ialah anak yang cerdas dan sopan. “Ia menjadi malaikat dan terbang pergi. Satu-satunya harapan saya yakni adanya keamanan lebih di sekolah, agar ini tidak terjadi lagi. Rasa sakit ini menimpa kami. Saya tidak ingin hal ini menimpa orang lain,” kata Mahmut, pamannya dengan suara bergetar.

Seiring dengan berjalannya penyelidikan, lebih banyak detail tentang pelaku penembakan di Kota Kahramanmaras mulai terungkap. Otoritas menyebut pelaku merujuk di media sosial pada penembak asal Amerika, Elliot Rodgers, yang menewaskan enam mahasiswa di California pada 2014. Mereka juga mengatakan sebuah catatan di komputernya, bertanggal 11 April, menunjukkan akan ada serangan besar dalam waktu dekat.

Ia tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan senjata. Pelaku mengambil senjata milik ayahnya, seorang mantan polisi yang kini juga ditangkap. Menurut laporan media lokal, ayahnya telah memberikan keterangan kepada pihak berwenang, menggambarkan anaknya sebagai remaja cerdas, tapi bermasalah, yang menghabiskan banyak waktu bermain gim perang di komputer dan menjalani konsultasi dengan psikolog.

Penembakan massal di sekolah sudah menjadi horor trauma baru bagi Turki. Otoritas berusaha menenangkan publik dan mengendalikan narasi. Sekitar 150 orang telah ditahan terkait dengan unggahan media sosial tentang pembunuhan ini, dengan tuduhan menyebarkan informasi salah atau mengglorifikasi kejahatan dan pelaku kejahatan. Lebih dari 1.000 akun media sosial dan grup Telegram telah diblokir.

Tidak ada bukti adanya hubungan antardua serangan minggu ini. Polisi menyatakan temuan awal menunjukkan pelaku di Kahramanmaras bertindak sendirian dan tidak terkait dengan organisasi teroris mana pun.

Sementara itu, di gerbang sekolah yang kini terkunci dan dijaga polisi, para guru meletakkan bunga untuk mengenang anak-anak yang tewas di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi mereka.(*)

Baca juga:

Korban Tewas Penembakan Pelajar Turkiye 9 Orang, Ayah Pelaku Mantan Polisi

#Turkiye #Penembakan #Penembakan Massal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
 Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Dunia
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Baku tembak masih berlangsung antara para penyerang dan pasukan keamanan di lokasi kejadian yang berada di distrik Kohat, Khyber Pakhtunkhwa.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Indonesia
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah KKB kelompok Nduga. Namun, siapa yang melakukan penembakan masih didalami.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Indonesia
4 Tewas dan 9 Orang Luka Akibat Penembakan Di SMA Zamboanga,Filipina
Laporan media lokal The Manila Times, insiden itu terjadi sesaat sebelum kelas dimulai, yang juga menewaskan terduga pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
4 Tewas dan 9 Orang Luka Akibat Penembakan Di SMA Zamboanga,Filipina
Olahraga
Gol Menit 90+8 Bawa Turkiye Menang Dramatis Atas AS 3-2, Tapi Tetap Harus Angkat Koper
Meski menang, Turkiye tetap tersingkir, sementara AS melaju ke babak 32 besar menghadapi Bosnia.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 Juni 2026
Gol Menit 90+8 Bawa Turkiye Menang Dramatis Atas AS 3-2, Tapi Tetap Harus Angkat Koper
Indonesia
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertukar Pandangan Mengenai Situasi Timur Tengah
Prabowo menilai dukungan dan komitmen Pemerintah Turkiye terhadap Indonesia menunjukkan hasil nyata dari hubungan diplomatik yang erat dan telah berjalan sangat baik antara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertukar Pandangan Mengenai Situasi Timur Tengah
Indonesia
Prabowo Terima Menlu Turkiye di Hambalang, Bahas Stabilitas Situasi Timur Tengah
Presiden Prabowo Subianto menerima Menlu Turkiye Hakan Fidan di Hambalang.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
Prabowo Terima Menlu Turkiye di Hambalang, Bahas Stabilitas Situasi Timur Tengah
Dunia
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Motif penembakan masih diselidiki, namun Kepolisian San Diego menduga insiden ini berkaitan dengan serangan kebencian terhadap komunitas Muslim.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Tidak ada Korban WNI, KJRI Beberkan Kronologis Aksi Penembakan di Islamic Center of San Diego
Bagikan