Beda Kelakuan Jokowi-Prabowo Tanggapi Hasil Quick Count

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 18 April 2019
Beda Kelakuan Jokowi-Prabowo Tanggapi Hasil Quick Count

Sandiaga Uno dan Nur Asia. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Calon presiden Joko Widodo dan rivalnya Prabowo Subianto punya reaksi berbeda menanggapi hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei. Dimana, sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin lebih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Capres petahana, Jokowi menyampaikan keterangan resmi di Djakarta Theater, Menteng, Rabu (17/4) petang menanggapi hasil hitung cepat.

Dalam keterangannya, Jokowi seakan masih “malu-malu” mengumumkan kemenangannya. Bahkan Jokowi meminta pendukungnya bersabar. Untuk menunggu hasil rekapitulasi resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Dari indikasi exit poll dan juga quick count tadi kita sudah lihat semua, tapi kita harus bersabar menunggu penghitungan dari KPU secara resmi," kata Jokowi.

Jokowi bersama ketua umum partai pendukung di Jakarta Theater (MP/Kanugraha)

Ia juga mengajak semua pihak bersatu sebagai saudara sebangsa setanah air. "Setelah pemilu ini menjalin merasa kerukunan dan persaudaraan kita," ujar Jokowi.

Kelakuan sangat berbeda ditunjukkan Prabowo Subianto. Dalam sejumlah lembaga survei berada dibawah Jokowi-Ma'ruf justru mendeklarasikan kemenangannya. Deklarasi dilakukan eks Danjen Kopassus itu lantaran berdasarkan hasil perhitungan internal BPN, Prabowo-Sandi unggul dari sang rival.

Tak tanggung-tanggung, Prabowo-Sandi diklaim meraih 62 persen suara berdasarkan hitung manual (real count) di 320 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Indonesia.

Prabowo menyalami para pendukungnya di Kertanegara
Prabowo menyalami para pendukung yang mengelu-elukannya sebelum kembali ke Hambalang (MP/Ponco)

Prabowo mengklaim dirinya telah menjadi calon presiden terpilih di Pilpres 2019. Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini menegaskan akan membawa Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur.

"Ini kemenangan bagi rakyat indonesia. Saya katakan di sini saya akan jadi presiden seluruh rakyat Indonesia. Kita akan membangun Indonesia yang menang, adil makmur, damai, yang disegani oleh seluruh dunia," kata Prabowo di kediamannya, Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Usai pidato berapi-api, mantan Danjen Kopassus ini bersama sejumlah tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kemudian sujud syukur di kediamannya di Jalan Kertanegara. Sujud syukur ini dilakukan setelah Prabowo menyampaikan klaim kemenangannya atas pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

Kemana Sandi?

Sejumlah tokoh yang selama ini lekat dengan Prabowo saat kampanye terlihat hadir dalam momen di Rumah Kertanegara. Sebut saja Sekjen PAN Edy Soeparno, Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufry, Presiden PKS Sohibul Iman, Ferdinand Hutahaean, DJoko Santoso hingga Fadli Zon. Terlihat pula Sekjen PKS Mustafa Kamal, Eggi Sudjana, Yusuf Martak serta Rahmawati Soekarnoputri.

Namun, menariknya, tak ada sosok Wakil Presiden Terpilih versi real count internal BPN, Sandiaga Salahuddin Uno dalam deklarasi tersebut. Sandi sebenarnya sempat hadir di Kertanegara pada siang hari usai pencoblosan, Namun, setelah itu ia menuju hotel Ambhara untuk memantau hasil hitung cepat.

Menurut Ketua Media Center BPN Prabowo-Sandi, Ari Seno, eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu diklaimnya sedang sakit sehingga tak mendampingi Prabowo merayakan kemenangan.

Sandiaga usai mencoblos. (MP/Ponco Sulaksono)
Sandiaga usai mencoblos. (MP/Ponco Sulaksono)

Sehari setelah deklarasi itu, tepatnya Kamis (18/4) siang, beredar pesan berantai di berbagai group Whatsapp yang berisikan adanya 'Konflik' di tim inti Prabowo-Sandi. Bahkan, dalam pesan berantai itu, ditulis bahwa 'Sandiaga Uno (SU) diusir Prabowo Subianto (PS)'.

Sebelum adanya pengusiran itu, masih dalam pesan berantai tersebut, Sandi dikabarkan memberikan saran kepada Prabowo agar tidak memberikan deklarasi apapun. "Sempat dilerai Sohibul Imam (Presiden PKS) dkk," tulis pesan berantai itu.

Saat dikonfirmasi Merahputih.com, Presiden PKS, Sohibul Iman membantah adanya 'konflik' di internal Prabowo-Sandi. "Waduh cerita fitnah apa lagi nih? Apalagi disebut saya menengahi," kata Sohibul.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. (MP/Ponco Sulaksono)
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman. (MP/Ponco Sulaksono)

Sohibul mengatakan, dirinya berada di rumah Kertanegara sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Ia berada disana hingga menjelang salat Isya. Ia juga menegaskan tidak ada perbedaan pendapat yang mengarah pada ketegangan.

Justru yang ada adalah saling tukar-tukar data dan informasi, lalu membicarakan sikap BPN kedepan. Semua yang hadir, diklaim Sohibul, happy dan menunjukkan kedewasaan menyikapi situasi kondisi politik yang ada. (Pon/Asp)

#Prabowo-Sandiaga #Jokowi-Ma'ruf Amin #PKS #Sohibul Iman #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Indonesia
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Perdebatan mengenai posisi PDIP mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Indonesia
PKS Dorong Pembahasan RUU Pemilu Transparan, Libatkan Publik Sejak Awal
PKS meminta pembahasan RUU Pemilu dilakukan secara transparan. Sebab, hal itu menyangkut kepentingan publik.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
PKS Dorong Pembahasan RUU Pemilu Transparan, Libatkan Publik Sejak Awal
Indonesia
Bamus Tetapkan Jadwal Pergantian Ketua DPRD DKI Baru 30 April 2026
DPRD berharap Gubernur Pramono Anung dapat hadir langsung dalam rapat paripurna tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Bamus Tetapkan Jadwal Pergantian Ketua DPRD DKI Baru 30 April 2026
Indonesia
Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI, ini Alasan PKS
Suhud Alynudin diusulkan menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta. PKS pun membeberkan alasan pergantian tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI, ini Alasan PKS
Indonesia
DPP PKS Perintahkan Pergantian Khoirudin dari Kursi DPRD DKI Jakarta
Termuat dalam SK, mengusulkan penggantian Ketua DPRD Provinsi Jakarta yang semula dijabat Khoirudin digantikan Suhud Alynudin.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
DPP PKS Perintahkan Pergantian Khoirudin dari Kursi DPRD DKI Jakarta
Indonesia
PKS: Serangan terhadap Andrie Yunus Diduga Terencana dan Ancam Pembela HAM
PKS mengecam keras serangan penyiraman cairan kimia terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dan mendesak polisi segera mengungkap pelaku serta aktor intelektual di baliknya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
PKS: Serangan terhadap Andrie Yunus Diduga Terencana dan Ancam Pembela HAM
Indonesia
Konflik Timur Tengah Memanas, PKS Kritik Agresi AS-Israel ke Iran Cederai Perdamaian Global
PKS mengkritik agresi AS-Israel ke Iran. PKS menilai, bahwa hal itu mencederai perdamaian dunia.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
Konflik Timur Tengah Memanas, PKS Kritik Agresi AS-Israel ke Iran Cederai Perdamaian Global
Indonesia
PKS Tegaskan Larangan Keluarga Presiden Maju Pilpres Sejalan Upaya Cegah KKN
Pelarangan tersebut seharusnya tidak hanya berlaku pada pilpres, tetapi juga pada pemilihan kepala daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
PKS Tegaskan Larangan Keluarga Presiden Maju Pilpres Sejalan Upaya Cegah KKN
Bagikan