Kesehatan

Bayi Prematur Rentan Alami Hipertensi di Masa Depan

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Kamis, 19 Mei 2022
Bayi Prematur Rentan Alami Hipertensi di Masa Depan

Bayi yang terlahir prematur rentan alami hipertensi di masa mendatang. (Foto: Pexels/Natalie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAYI yang lahir sebelum waktunya (prematur) lebih rentan daripada bayi yang lahir sesuai waktunya. Sebab, organ tubuhnya belum matang secara sempurna termasuk ginjalnya. Hal tersebut membuat mereka berpotensi lebih besar mengalami hipertensi di kemudian hari dibandingkan anak lainnya.

"Tubulus ginjal pada anak BBLR dan prematur belum matang jadi membuat mereka berpotensi hipertensi," urai Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr. Erwinanto, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC.

Baca juga:

Bunda, ini nih Ciri-Ciri Bayi Sehat

dokter
dr. Erwinanto Sp.JP (K), FIHA, FAsCC, Ketua InaSH. (Foto: Tangkapan Layar)

Wakil Ketua InaSH, dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, menambahkan, selain bayi yang lahir prematur, bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga berpeluang untuk mengalami hipertensi. "Sel endotel (jaringan pembuluh darah) pada bayi dengan BBLR tidak terbentuk sempurna," ujarnya.

Hal tersebut bisa diperburuk jika dalam keluarga si bayi, ada anggota keluarga dengan riwayat hipertensi. Potensi diwariskannya hipertensi pun akan semakin besar. Walau begitu, orang tua tidak perlu pesimis. Pencegahan bisa dilakukan sejak dini. Caranya adalah pastikan anak tidak terlalu gemuk, makan teratur dan olahraga.

"Bapak atau ibu harus sering ajak main bola dan kurangi makan asin-asin. Buatlah usaha pencegahan lebih ketat dibandingkan anak lain," tutur Eka.

Baca juga:

Mengenal Lebih Jauh 3-Day Military Diet

dokter
dr. Eka Harmeiwaty sarankan seluruh anggota keluarga ikut ubah pola hidup. (Foto: Tangkapan layar)

Namun, jika itu hanya diterapkan pada anak, anak mungkin akan merasa terasingkan. Mereka tidak mengerti mengapa mereka diperlakukan berbeda. Untuk itu, pola itu harus diikuti keluarga bukan hanya anak itu. "Ubahlah pola hidup di keluarga tersebut," tambahnya.

Selain itu, di masa sekarang, frozen food juga cukup populer. Frozen food mengandung natrium yang cukup tinggi. Apabila mereka biasa diberikan frozen food dengan kandungan natrium tinggi, anak akan terbiasa makanan asin.

"Nanti di otak anak terekam bahwa dia harus makan asin terus. Konsumsi makanan asin terlalu sering bisa menyebabkan hipertensi," tukas Eka.

Ia mengemukakan, hipertensi dapat dicegah walaupun faktor genetik dan usia sulit untuk dimodifikasi. Namun banyak faktor risiko lain yang dapat dihindari agar tidak terjadi hipertensi dengan menanamkan pola hidup sehat sejak usia dini yang dilakukan dalam keluarga dan melalui edukasi di sekolah. Hal ini lebih mudah dibandingkan menyarankan perubahan gaya hidup bagi orang dewasa.

Orangtua dan guru mempunyai peranan penting dalam menanamkan pola hidup sehat pada anak-anak yang akan terus diingat dalam memorinya hingga mereka dewasa. Mengurangi paparan terhadap polusi udara juga merupakan upaya pencegahan terhadap hipertensi, selain mengatasi stresor dan tidur yang cukup. (avia)

Baca juga:

Tak Melulu Pola Makan, Diet Juga Butuh Sikap Mental

#Bayi #Merawat Bayi #Mengasuh Bayi
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Penemuan Bayi Laki-laki di Gerobak PKL Gegerkan Warga Sragen
Bayi dalam kondisi telanjang terbungkus kain atau jarik dengan tali pusar yang sudah terpotong, tapi belum steril.
Dwi Astarini - Minggu, 23 November 2025
Penemuan Bayi Laki-laki di Gerobak PKL Gegerkan Warga Sragen
Indonesia
Bayi 5 Bulan Ibu Korban KDRT Dibawa Lari Suami, Polisi Anggap Kasus Selesai Kekeluargaan
Polres Pesanggarahan pun menegaskan kasus KDRT dan bayi dibawa lari itu dianggap telah selesai secara kekeluargaan.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 November 2025
Bayi 5 Bulan Ibu Korban KDRT Dibawa Lari Suami, Polisi Anggap Kasus Selesai Kekeluargaan
Indonesia
Ibu di Pesanggrahan Jadi Korban KDRT, Bayi 5 Bulan Dibawa Lari Suami
Korban LI mengungkapkan dirinya kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 November 2025
Ibu di Pesanggrahan Jadi Korban KDRT, Bayi 5 Bulan Dibawa Lari Suami
Indonesia
Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Banyuwangi, DPR Serukan Alarm Sosial Pentingnya Edukasi KB
Komisi IX DPR menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus tragis bayi yang dikubur hidup-hidup oleh orang tuanya di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Wisnu Cipto - Minggu, 09 November 2025
Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Banyuwangi, DPR Serukan Alarm Sosial Pentingnya Edukasi KB
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Indonesia
Dugaan Malapratik Amputasi Tangah Bayi Arumi, Majelis Profesi Periksa 89 Tenaga Medis Bima
89 nakes yang diperiksa terdiri dari 27 orang yang bertugas di Puskesmas Bolo, 24 dari RS. Sondosia dan 38 dari RSUD Bima.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 Juli 2025
Dugaan Malapratik Amputasi Tangah Bayi Arumi, Majelis Profesi Periksa 89 Tenaga Medis Bima
Indonesia
Stop! Bahaya Asap Rokok di Baju Mengancam Nyawa Bayi, Begini Cara Menyelamatkannya
Menurut Prof. Allen, asap tembakau mengandung berbagai karsinogen berbahaya, seperti arsenik, benzena, kadmium, asetaldehida, formaldehida, hidrazin, timbal, dan nikel
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 Juli 2025
Stop! Bahaya Asap Rokok di Baju Mengancam Nyawa Bayi, Begini Cara Menyelamatkannya
Indonesia
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Sindikat Perdagangan Bayi Lintas Negara
Anak-anak adalah masa depan bangsa
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 Juli 2025
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Sindikat Perdagangan Bayi Lintas Negara
Lifestyle
Penyebab dan Penanganan Kuning pada Bayi Baru Lahir, Waspada Bahaya Dehidrasi ASI
Penting untuk digarisbawahi, penanganan breastfeeding jaundice bukanlah dengan menghentikan pemberian ASI
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Juni 2025
Penyebab dan Penanganan Kuning pada Bayi Baru Lahir, Waspada Bahaya Dehidrasi ASI
Lifestyle
Dokter Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat untuk Program Bayi Tabung
Dengan teknologi yang lebih canggih dalam pengolahan embrio, tingkat keberhasilan yang sebelumnya sekitar 20 persen kini meningkat menjadi 40 persen.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 April 2025
Dokter Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat untuk Program Bayi Tabung
Bagikan