Bayer Kembangkan Obat untuk Kanker Prostat

Muchammad YaniMuchammad Yani - Rabu, 23 Februari 2022
Bayer Kembangkan Obat untuk Kanker Prostat

Pengembangan obat kanker prostat. (Foto: pexels/ave calvar martinez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SPEKTRUM penyakit kanker begitu luas. Berbagai organ tubuh berpotensi terkena sel kanker. Mulai dari mulut, mata, payudara, pankreas, rahim, hingga kulit bisa mengalami kanker. Salah satu kanker yang paling sering dialami pria adalah kanker prostat. Global Burden of Cancer GLOBOCAN tahun 2020, kanker prostat menempati urutan kelima jenis kanker yang paling banyak diderita oleh pria.

Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U (K), Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien didiagnosis ketika sudah pada stadium lanjut. Menurutnya, pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana stadium dini memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun mencapai atas 90 persen.

Baca juga:

Penyintas Kanker Butuh Dukungan Psikososial

Angka tersebut akan menurun sampai 50 persen pada stadium lanjut. Pengobatan pun agak sulit dilakukan. Namun kini, perusahaan farmasi, Bayer coba untuk memproduksi obat untuk kanker prostat yang lebih efektif.

Obat kanker prostat. (Foto: pexels/mart-production)
Obat kanker prostat. (Foto: pexels/mart-production)

Franchise perusahaan menyertakan 2 produk di pasar bahan aktif yaitu Darolutamide dan Radium-223 Dichloride untuk pengobatan kanker prostat yang resisten terhadap pengebirian non-metastatik dan metastatik (nmCRPC dan mCRPC).

Berdasarkan data klinis terbaru dari Darolutamide, senyawa tersebut sedang diperiksa dalam suatu program pengembangan yang luas dengan 3 studi klinis besar yang sedang berlangsung maupun direncanakan, untuk mengetahui potensinya dalam spektrum kanker prostat yang luas. Di tengah data positif dari uji coba ARASENS Fase III, penggunaan Radium-223 Dichloride dalam mCRPC dieksplorasi dalam tiga studi Fase III tambahan.

Baca juga:

Kenali Kanker Kulit Ganas Melanoma

Dengan produk ini serta senyawa tambahan yang sedang dikembangkan, Bayer bermaksud memberikan perawatan yang memperpanjang umur pasien kanker prostat pada berbagai stadium dan memungkinkan mereka untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari sehingga mereka dapat hidup lebih lama dan lebih baik.

Pada saat yang sama, perusahaan terus berinvestasi di bidang-bidang yang memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan tambahan yang tidak terpenuhi pada kanker, termasuk targeted radiofarmasi, terapi alfa yang ditargetkan secara khusus, imuno-onkologi generasi berikutnya, termasuk terapi sel onkologi, serta pendekatan onkologi molekuler yang presisi.

Menggabungkan molekul kecil dengan platform teknologi chemoproteomics yang baru-baru ini diakuisisi dari Vividion memungkinkan perusahaan untuk membuka target onkologi yang secara tradisional tidak dapat diobati.

Bayer kembangkan obat untuk prostat. (Foto: pexels/karolina grabowska)
Bayer kembangkan obat untuk prostat. (Foto: pexels/karolina grabowska)

“Dengan pengobatan kanker prostat, Darolutamide, yang telah menunjukkan manfaat klinis yang kuat dalam 2 studi besar Tahap III pada kanker prostat dan memiliki program pengembangan luas yang sedang berlangsung di berbagai tahap penyakit lainnya, kami sekarang meletakkan dasar untuk pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan dan menjadi 10 perusahaan onkologi teratas pada tahun 2030,” kata Robert LaCaze, anggota Komite Eksekutif Divisi Pharmaceuticals dan Kepala Unit Bisnis Strategis Onkologi di Bayer.

“Selain itu, kami meluncurkan pengobatan onkologi presisi yaitu Larotrectinib. Dengan enam produk di 10 indikasi, Bayer hari memberikan perawatan baru untuk pasien kanker yang membutuhkan pilihan pengobatan yang lebih baik. Dengan rekam jejak kami dalam mengembangkan dan meluncurkan produk onkologi inovatif dan pipeline yang kokoh, kami yakin bahwa kami memiliki semua yang dibutuhkan untuk mencapai
kesuksesan jangka panjang,” ujarnya. (Avia)

Baca juga:

Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini Kanker

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Bagikan