Baru 19 Tahun, Peserta Termuda Taplai Tebarkan Rasa Kebangsaan

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 31 Juli 2018
Baru 19 Tahun, Peserta Termuda Taplai Tebarkan Rasa Kebangsaan

Peserta Pendidikan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (Taplai) bagi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Lemhannas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Foto: MP/Rizki Fitrianto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tepat pada hari Selasa (31/7) Lembaga Pertahanan Republik Indonesia (Lemhannas) menggelar hari kedua program Pendidikan Nilai-Nilai Kebangsaan (Taplai) dengan peserta dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Salah satu peserta Taplai termuda bernama Nelsens Yansah (19), mengatakan dirinya merasa senang telah mengikuti program Taplai ini. Menurutnya selama dua hari dirinya telah mengetahui lebih dari sejarah Indonesia.

"Saya duduk mendengar ada guru guru dosen-dosen berbicara tentang nasionalisme mungkin poin-poin tertentu tentang sejarah juga merasa saya belajar banyak sebagai etnis Tionghoa berumur 19," kata Nelsens kepada MerahPutih.com.

nelsen tiplai termuda
Nelsens Yansah (19), peserta termuda Peserta Pendidikan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (Taplai) bagi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Lemhannas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Foto: MP/Asropih

Menurut Nelsens, pendidikan Nilai Kebangsaan ini sangat dibutuhkan apalagi dirinya ingin mengetahui tentang Indonesia dan bersatu guna membangun Indonesia.

"Dan kita lebih indentifikasi dengan Indoneaia saya perlu berbelajar sejarah-sejarah Indonesia dapat poin-poin nasionalisme di bicarakan tadi," tuturnya.

Dengan demikian, Nelsens mengaku, dirinya akan mengajak generasi muda lainnya untuk bisa ikut bersama dalam program Taplai di tahun-tahun kedepan.

"Mungkin saya akan menganjurkan kepada junior-junior untuk ikut karena saya merasa hal seperti ini penting, harus apalagi untuk yang generasi kedepannya," tutupnya. (Asp)

#TAPLAI INTI #Lemhannas #INTI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan Seksual Berbasis Digital Rawan Terjadi di Kampus, Gubernur Lemhannas: Harus Ditindak Tegas
Mendukung pelaku dugaan kasus kekerasan seksual berbasis digital di dalam kampus harus ditindak secara tegas.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Kekerasan Seksual Berbasis Digital Rawan Terjadi di Kampus, Gubernur Lemhannas: Harus Ditindak Tegas
Indonesia
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Universitas Republik Indonesia resmi dibentuk sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional. Mengadopsi konsep sekolah elite Prancis, diproyeksikan mencetak calon pemimpin.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Berita Foto
Gubernur Lemhannas Dampingi Peserta P4N Pelajari Pencegahan Korupsi di KPK
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily (tengah) saat kunjungan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 23 April 2026
Gubernur Lemhannas Dampingi Peserta P4N Pelajari Pencegahan Korupsi di KPK
Indonesia
KPK–Lemhannas Gembleng 110 Calon Pemimpin, Ditekankan Integritas di Tengah Risiko Konflik Kepentingan
KPK dan Lemhannas gembleng 110 calon pemimpin nasional, fokus pada integritas dan risiko konflik kepentingan. Ini tujuannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
KPK–Lemhannas Gembleng 110 Calon Pemimpin, Ditekankan Integritas di Tengah Risiko Konflik Kepentingan
Indonesia
Gubernur Lemhannas Ungkap Rencana Pemanfaatan Apartemen Hibah Senilai Rp 3,52 M dari KPK
KPK menghibahkan dua apartemen senilai Rp 3,52 miliar ke Lemhannas. Ace Hasan memastikan proses sesuai aturan dan tercatat sebagai aset negara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Gubernur Lemhannas Ungkap Rencana Pemanfaatan Apartemen Hibah Senilai Rp 3,52 M dari KPK
Indonesia
Lemhannas Gandeng KPK, Calon Pimpinan Nasional Ditempa Integritas Antikorupsi
Lemhannas bersama KPK memperkuat pendidikan antikorupsi bagi peserta P4N. Ace Hasan Syadzily menegaskan pentingnya integritas calon pemimpin nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Lemhannas Gandeng KPK, Calon Pimpinan Nasional Ditempa Integritas Antikorupsi
Indonesia
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp 3,52 Miliar ke Lemhannas
KPK serahkan dua apartemen hasil korupsi senilai Rp3,52 miliar ke Lemhannas sebagai bagian strategi asset recovery dan pencegahan korupsi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp 3,52 Miliar ke Lemhannas
Indonesia
Penghormatan Terakhir Bagi Intelektual Militer dan Reformasi TNI Agus Widjojo
Agus Widjojo, mantan Gubernur Lemhannas RI periode 2016-2022, meninggal pada Minggu (8/2) malam pukul 20.15 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Februari 2026
Penghormatan Terakhir Bagi Intelektual Militer dan Reformasi TNI Agus Widjojo
Indonesia
Hadiri Munas INTI 2025, Pramono Anung Tegaskan Jakarta Milik Semua Golongan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Munas INTI ke-VI 2025 dan menegaskan komitmen membangun Jakarta yang inklusif bagi semua golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Hadiri Munas INTI 2025, Pramono Anung Tegaskan Jakarta Milik Semua Golongan
Indonesia
Gubernur Pramono: Jangan Hanya Andalkan APBD, ASN DKI Jakarta Harus Lebih Kreatif
Pramono Anung menekankan pentingnya transformasi ekonomi untuk menjadikan birokrasi Jakarta lebih transparan dan fleksibel.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 September 2025
Gubernur Pramono: Jangan Hanya Andalkan APBD, ASN DKI Jakarta Harus Lebih Kreatif
Bagikan