Gubernur Pramono: Jangan Hanya Andalkan APBD, ASN DKI Jakarta Harus Lebih Kreatif
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya transformasi ekonomi untuk menjadikan birokrasi Jakarta lebih transparan dan fleksibel.
Pramono juga mengingatkan agar pembangunan kota tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“APBD Jakarta 2025 mencapai sekitar Rp 92 triliun. Angka ini memang besar, tapi kita tidak boleh hanya bergantung pada itu,” kata Pramono saat menerima kunjungan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVI Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/9).
Baca juga:
Pramono Targetkan 6.654 Ijazah Bakal Diputihkan Tahun ini, Banyak Siswa yang Terjerat Masalah Biaya
Menurutnya, cara kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI harus berubah, lebih kreatif, dan efisien.
“Sejak hari pertama saya menjabat, saya berkomitmen memimpin perubahan ini secara terbuka layaknya seorang dirigen. Saya percaya ASN Jakarta adalah yang terbaik di Republik ini, dan bersama-sama kita bisa mewujudkan transformasi kota ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya profesionalisme dan integritas ASN. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari kebiasaan dan karakter kerja sehari-hari.
Salah satu contoh adalah kewajiban seluruh ASN menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu, serta kedisiplinan hadir tepat waktu dalam setiap rapat.
“Saya selalu menekankan, rapat harus tepat waktu, tidak ada toleransi untuk terlambat. Selain itu, sekitar 64 ribu ASN Jakarta wajib naik transportasi umum setiap Rabu. Kebijakan ini tidak boleh setengah-setengah. Dengan disiplin dan integritas, tata kelola pemerintahan Jakarta bisa berjalan lebih baik, karena sepenuhnya bersandar pada kualitas ASN yang kita miliki,” tegasnya.
Baca juga:
Pramono menambahkan, Jakarta harus mempersiapkan diri sebagai kota global dengan sumber daya manusia yang kompetitif.
Salah satunya melalui pengembangan kompetensi ASN lewat kerja sama internasional, peningkatan kualitas guru, serta perluasan akses pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar Plus dan PPDB Bersama. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Target Sekolah Swasta Gratis DKI 2026 Turun Jadi 100 Sekolah
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah