Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan, PDIP Bakal Gelar Rakornas Tiga Pilar

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 15 Desember 2017
Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan, PDIP Bakal Gelar Rakornas Tiga Pilar

Jumpa pers PDI-P bahas perencanaan Rakornas Tiga Pilar. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tiga pilar bidang Ekonomi Kerakyatan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten pada 16-17 Desember 2017 mendatang.

Ketua Panitia Mindo Sianipar mengatakan, Rakornas tiga pilar bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, Rakornas tersebut bakal dibuka oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo.

"Sesuai tema yang diambil 'Berdikari untuk Indonesia Raya', kita ingin rakornas kali ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan," kata Mindo dalam jumpa pers di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (14/12).

Menurut Mindo, Rakornas PDI Perjuangan akan dihadiri oleh tiga pilar partai, yakni eksekutif legislatif dan struktur di seluruh Indonesia. Diperkirakan sekitar 10 ribu kader akan hadir di event besar partai banteng ini.

"Saya kira ini merupakan rapat besar partai pertama di Indonesia, yang secara khusus membicarakan bagaimana memajukan ekonomi kerakyatan dan tidak berbicara sama sekali tentang kekuasaan," katanya.

Mindo mengungkapkan, Megawati dan Presiden Jokowi akan memberikan pidato dalam Rakornas untuk menggelorakan kembali semangat ekonomi kerakyatan.

"Sebab, ekonomi kerakyatanlah yang bisa mewujudkan cita-cita Trisakti Bung Karno. Trisakti Bung Karno mengatakan untuk berdikari secara ekonomi. Hal itu hanya mungkin dilakukan ekonomi kerakyatan," katanya.

Rakornas ini, lanjut Mindo, bukanlah sekadar seremoni belaka, tetapi menunjukkan bukti konkret kinerja partai dalam membina sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berdikari, yakni berasal dari kreativitas sendiri dan sumber daya mayoritas berasal dari dalam negeri

"Kami akan memamerkan ratusan UMKM hasil binaan partai yang kini sudah berdikari dalam menjalankan usaha, berikut dengan produk-produk kreatif yang mereka hasilkan," tandasnya.

Selain pameran, Rakornas juga akan menggelar worskhop untuk memberi pengayaan kepada para kader partai untuk terus menghidupkan semangat ekonomi kerakyatan.

Sembilan tema workshop yang akan digelar yakni Akses Permodalan, Promosi dan Pemasaran UMKM, Pengurusan IUMK dan Hak Merek, Pengembangan Komunitas UMKM Fungsi dan Peran Lembaga Keuangan Mikro.

Kemudian, e-marketing dan networking UMKM, Inkubator Bisnis, Penjaminan dan Asuransi Usaha dan terakhir Peran BUMDes dalam Mendorong UMKM. Workshop ini juga akan menghadirkan kader-kader partai yang memang ahli di bidang masing-masing sebagai pembicara.

"Workshop akan menghasilkan 1.000 model bisnis UMKM yang akan menjadi acuan para kader untuk menggelorakan ekonomi kerakyatan di daerah masing-masing. Sekaligus menjadi tawaran kepada kepala desa untuk memanfaatkan dana desa agar lebih produktif," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga. (Pon)

#PDIP
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya mampu manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru?
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Diserang Soal Posisi Abu-Abu, Politus PDIP Ingatkan Golkar Atasi Pemadaman Listrik di Berbagai Daerah.
Indonesia
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Sarmuji mengaku belum memahami apa yang dimaksud dengan posisi penyeimbang tersebut. Dia menyerahkan penilaian kepada publik.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
PDIP Sebut Bukan Oposisi Tapi Penyeimbang, Partai Golkar Ngaku Tidak Memahami
Indonesia
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Perdebatan mengenai posisi PDIP mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Indonesia
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Politisi PDI-P Deddy Sitorus menilai kericuhan dalam diskusi di UGM tidak lepas dari akumulasi kemarahan mahasiswa. Singgung posisi Budiman Sudjatmiko saat ini.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Kericuhan Diskusi di UGM, PDIP: Akumulasi Kemarahan Mahasiswa Sulit Dihindari
Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Bagikan