Kesehatan

Ayo Vaksin Flu di Masa Pandemi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 13 Agustus 2022
Ayo Vaksin Flu di Masa Pandemi

Vaksin flu sama pentingnya dengan vaksin COVID-19. (Foto: Mufid Majnun)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENERIMA vaksin flu sama pentingnya dengan vaksin COVID-19. Jika kamu sudah mendapatkan tiga dosis vaksin COVID-19, tidak ada salahnya juga untuk melakukan vaksinasi flu. Vaksin flu akan membantu kamu mendapatkan perlindungan kesehatan lebih optimal di masa pandemi.

Menurut laman Alodokter, vaksin flu akan mencegah seseorang terkena virus influenza. Hal ini penting karena virus influenza juga bisa menyebabkan komplikasi serius pada orang yang terkena paparannya.

Baca Juga:

Benarkah Obat Flu Avigan Efektif Obati Virus Corona?

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melaporkan terdapat 650.000 kasus kematian di seluruh dunia karena flu tiap tahunnya. Oleh karena itu, setiap orang sebaiknya mendapatkan vaksin flu, dari anak usia di atas 6 bulan, orang dewasa, lansia, hingga kelompok berisiko.

Vaksin influenza bisa diberikan setahun sekali. (Foto: Unsplash/Steven Cornfield)

Setiap orang mudah terpapar virus influenza. Virus ini bisa menular melalui percikan air liur yang terhirup saat penderitanya sedang bersin dan batuk. Bahkan pengidap flu yang sedang berbicara juga bisa menularkan virus influenza kepada orang di dekatnya.

Gejala flu dapat dikenali dengan mudah, seperti demam, batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Namun, gejala flu pada lansia, orang dengan sistem imun lemah, atau penderita penyakit kronis seperti diabetes, asma, dan penyakit jantung, lebih berat. Bahkan, kelompok orang-orang ini bisa mengalami komplikasi serius saat terkena flu.

Baca Juga:

Yeji ITZY Ngaku Hampir Tewas karena Flu

WHO dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengimbau agar setiap satu tahun sekali orang dewasa berusia di atas 18 tahun mendapatkan vaksin influenza. Terdapat dua jenis vaksin influenza, yakni vaksin trivalent dan vaksin quadrivalent. Masing-masing jenis vaksin flu ini memiliki khasiat berbeda.

Pada vaksin quadrivalent misalnya, penerimanya akan terlindungi dari dua tipe virus influenza A dan dua tipe virus influenza B. Dengan begitu, vaksin ini akan memberikan perlindungan lebih lengkap dan luas. Sedangkan penerima vaksin trivalent hanya terlindungi dari dua tipe virus influenza A dan satu tipe virus influenza B.

Lansia, penderita diabetes, dan penderita penyakit jantung adalah kelompok orang diutamakan mendapatkan vaksin flu. Sebab, virus influenza bisa menyebabkan komplikasi serius pada tiga jenis orang tersebut.

Pada lansia misalnya, seiring bertambahnya usia sistem imunnya akan lemah. Akibatnya, virus influenza dapat mudah menyerang lansia, hingga memberikan beberapa gejala berat dan komplikasi parah.

Pada kelompok orang tertentu flu menyebabkan komplikasi serius. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Lalu untuk penderita diabetes, penting mendapatkan vaksin ini karena juga memiliki daya tahan tubuh lemah akibat paparan penyakitnya. Penderita diabetes yang flu akan berisiko lebih tinggi mengalami pneumonia (radang paru-paru). Kadar gula darah juga makin tidak terkendali pada penderita diabetes akibat flu.

Pada penderita penyakit jantung, flu bisa membuat stres yang pada akhirnya menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat. Alhasil, fungsi jantung secara keseluruhan akan terganggu. Keadaan ini akan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

"Vaksin flu dan vaksin COVID-19 dapat diberikan dengan rentang waktu 1 bulan, atau 14 hari bila tidak memungkinkan. Namun, jika keadaan mendesak, pemberian kedua vaksin tersebut bisa dilakukan secara bersamaan," demikian penjelasan mengenai waktu pemberian vaksin flu dari laman Alodokter. (ikh)

Baca Juga:

Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi Saat Flu

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan