Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi Saat Flu

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 29 Juni 2022
Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi Saat Flu

Makanan dan minuman yang membantu meredakan flu. (Foto: Pixabay/Clker-Free-Vector-Images)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT flu, satu-satunya obat yang paling tepat adalah istirahat, karena sejatinya tidak ada makanan atau minuman yang secara ajaib dapat membuat gejala flu hilang begitu saja.

Tetapi dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi dan mengonsumsi makanan kaya nutrisi, dapat membantu tubuh lebih nyaman dan membantu meredakan flu.

Saat flu memang membuat badan tidak enak, bahkan untuk makan saja sangat enggan. Maka Health merekomendasi makanan dan minuman yang mudah dicerna dan memberikan manfaat menambah imun dan meredakan sakit.

Baca Juga:

Awali Gaya Hidup Sehat dengan Sarapan

flu
Teh Hijau Memiliki kadar antioksidan lebih tinggi daripada teh biasa. (Foto: Pexels/Maria Tyutina)

Teh hijau

Cara lain untuk tetap terhidrasi adalah dengan meminum teh panas. "Flu biasanya melibatkan gejala pernapasan bagian atas, dan minum cairan hangat atau panas dapat membantu membuka saluran udara," kata Rena Zelig, asisten profesor ilmu nutrisi di Rutgers University.

Zelig merekomendasikan teh hijau, karena memiliki antioksidan yang lebih tinggi daripada teh biasa. Menambahkan sedikit madu dapat membantu meredakan sakit tenggorokan dan juga meredakan batuk.

Kacang polong

Biasanya ketika sedang sakit terkadang merasa malas untuk makan makanan seperti ayam yang sulit untuk di kunyah. Di sisi lain pastinya tubuh tetap membutuhkan protein. Nah kacang polong bisa menjadi alternatif untuk mengisi kekosongan tersebut. Seperti ayam, kacang juga enak untuk menghangatkan, menghidrasi, dan mudah untuk di konsumsi layaknya memakan sup.

Berry

Buah berry mengandung antioksidan dan fitonutrien yang membantu menguatkan jantung, menjaga pikiran tetap tajam, dan melancarkan pencernaan.

Baca Juga:

Cara Tidur Nyenyak bagi Pria Usia 40-an

jeruk
Jus jeruk dapat membantu mengurangi durasi pilek dan flu. (Foto: Unsplash/Mateuz Feliksik)

Jus jeruk

Jus jeruk adalah sumber vitamin C yang baik, yang menurut beberapa penelitian dapat membantu mengurangi durasi pilek dan flu. Namun jangan mengonsumsi terlalu banyak karena dapat membuat kondisi menjadi lebih buruk.

"Tubuh kamu tidak dapat menyerap banyak vitamin C. Jika kamu terlalu banyak Vitamin C dapat menyebabkan masalah pencernaan," kata Jessica Crandall dari Academy of Nutrition and Dietetics di Denver, Amerika Serikat.

Alih-alih meminum segelas besar jus jeruk, Crandall menyarankan untuk mencampur 4 ons jus dengan 16 hingga 20 ons air. Dengan begitu akan membuat badan tetap terhidrasi dan mendapatkan 100% dari jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan, tanpa berlebihan pada gula dan kalori.

Daging sapi

Tiga ons daging sapi rebus mengandung sekitar 7 mg zinc, atau sekitar setengah dari nilai harian yang direkomendasikan untuk orang dewasa. Daging kaya akan protein dan vitamin B, yang dapat membantu kamu pulih sepenuhnya dari flu. (Ref)

Baca Juga:

Mengenal Hipertensi dan Cara Mencegahnya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan