Benarkah Obat Flu Avigan Efektif Obati Virus Corona?

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Kamis, 19 Maret 2020
Benarkah Obat Flu Avigan Efektif Obati Virus Corona?

Obat flu Avigan dinilai bisa membantu mengobati pasien virus corona (Foto: news18)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

OTORITAS medis di Tiongkok mengatakan jika obat yang digunakan di jepang untuk mengobati jenis baru influenza, tampaknya efekti pada pasien virus corona.

Seperti yang dilansir dari laman The Guardian, Zhang Xinmin, seorang pejabat di kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi Tiongkok, mengatakan tentang sebuah obat bernama favipiravir.

Baca Juga:

Akibat Pandemi Virus Corona, Honda Tutup Pabrik di Amerika

Obat yang dikembangkan oleh anak perusahaan Fujifilm, telah menghasilkan hasil yang menggembirakan dalam uji klinis di Wuhan dan Shenzhen yang melibatkan 340 pasien.

Obat Flu Avigan dinilai efektif untuk obati virus corona (Foto: pixabay/tumisu)

"Ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan jelas efektif dalam perawatan," ujar Zhang kepada wartawan. Pasien yang diberi obat di Shenzhen berubah negatif untuk virus, usai rata-rata empat hari setelah menjadi positif. Dibandingkan dengan rata-rata 11 hari untuk mereka yang tak diobati dengan obat, ujar public broadcaster NHK.

Selain itu, sinar-X mengkonfirmasi peningkatan kondisi paru-paru pada sekitar 91% dari pasien yang diobati dengan favipiravir, dibandingkan dengan 62% pada pasien yang tak menggunakan obat.

Obat yang dikembangkan oleh Fujifilm Toyama Chemical tersebut juga dikenal dengan nama Avigan pada tahun 2014, namun perusahaan itu menolak untuk mengomentari klaim tersebut.

Sementara itu, Dokter di Jepang menggunakan obat yang sama dalam studi klinis pada pasien virus corona dengan gejala ringan hingga sedang, dan berharap itu akan mencegah virus berkembang biak pada pasien.

Baca Juga:

Menyusul Apple, Microsoft Tutup Semua Toko Untuk Cegah Virus Corona

Namun, sumber kementerian kesehatan Jepang menyatakan, jika obat itu tidak efektif pada orang dengan gejala yang parah.

"Kami telah memberi Avigan pada 70-80 orang, tapi tampaknya tak berfungsi dengan baik saat virus itu sudah berlipat ganda," ujar seorang sumber pada Mainichi Shimbun.

Obat flu Avigan dinilai tak efektif untuk pasien virus corona dengan gejala yang parah (Foto: pixabay/iximus)

Pada tahun 2016 sendiri, pemerintah Jepang memasok favipiravir atau Avigan, sebagai bantuan darurat untuk menghadapi wabah virus Ebola di Guinea.

Terkait virus corona, obat favipiravir atau avigan, nantinya akan memerlukan persetujuan pemerintah untuk penggunaan skala besar pada pasien virus corona. Karena pada awalnya hanya dimaksudkan untuk mengobati flu.

Seorang pejabat kesehatan mengatakan pada Mainichi, jika obat itu kemungkinan bisa disetujui pada awal Mei. Namun dengan catatan, jika hasil penelitian klinis tertunda, maka persetujuan juga bisa ditunda. (Ryn)

Baca Juga:

Sekolah Diliburkan Karena Corona? Ini Deretan Situs Belajar Online yang Bisa Kamu Akses

#Virus #Penyebaran Virus #Virus Corona
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Dunia
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Kasus virus Nipah di India memicu kewaspadaan regional. Thailand dan Nepal memperketat skrining bandara untuk mencegah penyebaran.
ImanK - Selasa, 27 Januari 2026
Virus Nipah Kembali Menghantui, Alarm Kesehatan Asia Dinyalakan
Indonesia
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Ancaman super flu kini mengintai sekolah. DPR pun meminta protokol kesehatan diterapkan kembali di lingkungan sekolah.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
Penularan virus Super Flu dinilai lebih cepat dan berbahaya dibanding COVID-19. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada
Dinkes DKI Jakarta memastikan belum ditemukan kasus Super Flu Influenza A subclade K. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Januari 2026
Dinkes DKI Jakarta Minta Warga Tak Panik Terkait Virus Super Flu, Tapi Tetap Waspada
Indonesia
DPR Soroti Ancaman Superflu, Pemerintah Diminta Bertindak Tanpa Tunggu Lonjakan Kasus
Anggota Komisi IX DPR RI meminta pemerintah gencarkan sosialisasi penggunaan masker dan perkuat kesiapan faskes untuk mencegah penularan superflu di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
DPR Soroti Ancaman Superflu, Pemerintah Diminta Bertindak Tanpa Tunggu Lonjakan Kasus
Indonesia
Ribuan Warga Terkena Ispa Akibat Pembakaran Lapak Limbah Ilegal, Virus dan Bakteri Dapat Menular
Aktivitas itu menuai keluhan masyarakat lantaran asap pembakaran mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Oktober 2025
Ribuan Warga Terkena Ispa Akibat Pembakaran Lapak Limbah Ilegal, Virus dan Bakteri Dapat Menular
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
Kaspersky Blokir Lebih 36 Juta Ancaman Siber Lokal di Indonesia
Angka ini menurun 29,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023, ketika jumlah insiden lokal yang terdeteksi mencapai 51.261.542.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Februari 2025
Kaspersky Blokir Lebih 36 Juta Ancaman Siber Lokal di Indonesia
Indonesia
DPRD DKI Minta Dinkes Tak Remehkan Virus HMPV, Takut seperti COVID-19
DPRD DKI meminta Dinkes untuk tidak meremehkan virus HMPV. Hal itu ditakutkan seperti wabah COVID-19.
Soffi Amira - Senin, 13 Januari 2025
DPRD DKI Minta Dinkes Tak Remehkan Virus HMPV, Takut seperti COVID-19
Indonesia
IDI: Anak-Anak di Bawah 14 Tahun Rentan Terinfeksi Virus HMPV
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui keterangan tertulisnya, telah menemukan infeksi Virus HMPV menyerang anak-anak di Indonesia.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Januari 2025
IDI: Anak-Anak di Bawah 14 Tahun Rentan Terinfeksi Virus HMPV
Bagikan