Ayo Speak Out! Lawan Kekerasan Seksual

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 24 September 2022
Ayo Speak Out! Lawan Kekerasan Seksual

Webinar 'Sexual Harassment, Speak Out!' ajak masyarakat untuk lebih berani bicara tentang kekerasan seksual. (Foto: Tangkapan Layar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KASUS kekerasan dan pelecehan seksual kian marak terjadi. Baik itu verbal maupun nonverbal. Sexual harassment mencakup segala bentuk kegiatan seksual yang tidak diharapkan oleh korban dan menimbulkan rasa trauma.

Perilaku tak menyenangkan ini bisa terjadi di mana saja. Transportasi umum, ruang publik, sekolah, lingkungan kerja, dan rumah. Bahkan, justru 59,5 persen kasus kekerasan seksual terjadi di rumah. Lalu, 92 persen di antaranya terjadi pada perempuan.

Demikian disampaikan oleh Olin Monteiro, aktivis feminis, penulis, produser dan penasihat terkait hak wanita, dalam sesi sharing webinar 'Sexual Harassment, Speak Out!', Sabtu (24/9).

Sesi sharing ini sendiri diadakan oleh Merah Putih Media dan didukung oleh Lotte Xylitol sebagai langkah untuk mengurangi tingkat kejadian sexual harassment di Indonesia.

Menurut Olin, penyebab terjadinya kekerasan seksual yang dominan pada perempuan adalah karena adanya relasi kuasa, budaya patriarki, nilai adat yang tidak sesuai, serta konstruksi sosial. Olin juga menyebut dalam beberapa lembaga, perempuan kerap dilecehkan karena dipandang lebih rendah dibanding laki-laki.

Baca juga:

Korban Pelecehan dan Kekerasan Seksual Enggan Speak Out, Ini Penyebabnya

sexual harrasment
Penyebab terjadinya kekerasan seksual yang dominan pada perempuan adalah karena adanya relasi kuasa, budaya patriarki, nilai adat yang tidak sesuai, serta konstruksi sosial. (Foto: Pexels/Shvets Production)

Alasan mengapa angka pelecehan seksual semakin tinggi juga disebabkan kurangnya pengetahuan di masyarakat awam. Terlebih lagi, korban pelecehan biasanya enggan untuk berbicara atau speak out mengenai hal ini. Entah karena rasa khawatir, takut, trauma, dan lain-lain.

"Apa benar semua korban harus dan bisa bicara? Kalau iya, dia harus bicara apa, ke mana, dan apakah lingkungannya mendukung? Ini harus kita pikirkan ya," tanya Olin, memantik diskusi.

Meski begitu, Olin memang menyebutkan bahwa salah satu kunci penting dalam mengatasi kekerasan seksual adalah dengan speak out. Meski itu tak mudah bagi semua orang karena banyak hal seperti tekanan psikologis, tekanan sosial, pengalaman traumatis, dan struktur sosial.

Kekerasan seksual akan semakin menyebar dan dianggap biasa jika didiamkan. Pelaku kekerasan akan merasa aman dan menormalisasi perilaku buruknya. Seiring berjalannya waktu, perilaku kekerasan seksual juga akan bervariasi. Oleh sebab itu, speak out dibutuhkan guna berbagi informasi dan meringankan rasa takut serta khawatir korban kekerasan seksual.

Baca juga:

Pentingnya Media Sosial dan Konten Kreator Pendidikan Seksual

sexual harrasment
Perilaku kekerasan seksual harus dihapuskan. (Foto: Pexels/Christina Morillo)

Jennifer Elim Santoso, sex educator dan TikTok digital content creator sekaligus pembicara kedua, menyampaikan beberapa langkah yang diperlukan kala berbicara atau speak out soal kekerasan seksual.

Pertama, menyiapkan diri sendiri. Setelah yakin ingin berbicara, pilihlah orang yang dipercaya dan dapat mendengarkan cerita dengan baik. Carilah bantuan profesional, baik dalam bidang psikologis maupun hukum. Terlebih saat ini sudah ada undang-undang resmi yang mengatur tentang pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia.

Sesi pembicaraan ini mengangkat tema "Humans are not to be seen as objects". Tagline ini, seperti namanya, dimaknai bahwa manusia bukanlah sebuah objek yang dapat diperlakukan sesuka hati. Maka dari itu, Jeniffer menegaskan bahwa perilaku kekerasan seksual harus dihapuskan.

"Satu kejadian pelecehan seksual itu bisa mengubah seluruh masa hidup seseorang. Karena dampaknya bisa besar banget, secara fisik maupun secara psikologi," terang Jennifer.

Sesi sharing dan webinar mengenai speak out ini diharapkan dapat membuat banyak orang, terutama perempuan, lebih memahami sexual harassment. Ditambah lagi, kini ada jenis pelecehan seksual fisik dan digital yang tentu memiliki cara penanganan berbeda.

Webinar ini sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh Merah Putih Media. Tema yang diangkat juga merupakan hasil survei di media sosial tentang topik yang ingin dibahas bersama oleh masyarakat. (mcl)

Baca juga:

Pelecehan dan Kekerasan Seksual, Berbeda loh

#Pelecehan Seksual #Kekerasan Seksual
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Skandal Kekerasan Seksual Pesantren Bekasi Terbongkar! Sedikitnya 10 Anak Jadi Korban Sejak 2023
Kasus dugaan kekerasan seksual meledak di pesantren Bekasi. Lebih dari 10 anak menjadi korban berulang sejak 2023.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Skandal Kekerasan Seksual Pesantren Bekasi Terbongkar! Sedikitnya 10 Anak Jadi Korban Sejak 2023
Indonesia
Tim Terpadu Dikerahkan Periksa Kasus Pelecahan Seksial di SMKN 27 Jakarta
Dinas akan melakukan pendampingan terhadap para siswa yang menjadi korban.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Tim Terpadu Dikerahkan Periksa Kasus Pelecahan Seksial di SMKN 27 Jakarta
Indonesia
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Pendampingan dilakukan untuk memastikan kejadian tersebut tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikis para siswa.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Disdik DKI Beri Pendampingan Korban Pelecehan Seksual Guru SMKN 27
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Indonesia
Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, DPR: jangan Ada Perlakuan Khusus untuk Pelaku
Penyidik Polresta Lombok Tengah harus membongkar secara utuh seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari modus operandi, kronologi, hingga kepastian jumlah korban.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Kekerasan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, DPR: jangan Ada Perlakuan Khusus untuk Pelaku
Indonesia
Sahroni Yakin Ahmad Al Misry Bisa Dipulangkan dari Mesir lewat Diplomasi
Sahroni meminta pemerintah mengoptimalkan diplomasi dengan Pemerintah Mesir agar Ahmad Al Misry dapat segera kembali ke Indonesia dan menjalani proses hukum. 

Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Sahroni Yakin Ahmad Al Misry Bisa Dipulangkan dari Mesir lewat Diplomasi
Indonesia
Kekerasan Seksual Berbasis Digital Rawan Terjadi di Kampus, Gubernur Lemhannas: Harus Ditindak Tegas
Mendukung pelaku dugaan kasus kekerasan seksual berbasis digital di dalam kampus harus ditindak secara tegas.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Kekerasan Seksual Berbasis Digital Rawan Terjadi di Kampus, Gubernur Lemhannas: Harus Ditindak Tegas
Indonesia
Viral Hampir Sepekan, Pelaku Pelecehan Seksual Cewek di Karawaci Akhirnya Diringkus
Polisi menangkap BJ (20), pelaku pelecehan seksual terhadap perempuan di Karawaci, Tangerang. Kasus viral di media sosial
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
Viral Hampir Sepekan, Pelaku Pelecehan Seksual Cewek di Karawaci Akhirnya Diringkus
ShowBiz
Film Dokumenter BBC Ungkap Tuduhan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Jared Leto
Jared Leto menjadi sorotan setelah dokumenter BBC menampilkan pengakuan sejumlah perempuan terkait tuduhan pelecehan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Film Dokumenter BBC Ungkap Tuduhan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Jared Leto
Bagikan