AS Ancam Hancurkan Ekonomi Turki

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 16 Oktober 2019
AS Ancam Hancurkan Ekonomi Turki

Penduduk Kurdi Suriah berharap bahwa Operasi Perdamaian Musim Semi oleh Turki juga akan membantu mereka pulang ke rumah. (Anadolu Agency)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengesahkan sanksi terhadap pejabat Turki, menghentikan perundingan perjanjian dagang nilai USD 100 miliar, serta meningkatkan tarif baja negara tersebut hingga 50 persen.

Sanksi tersebut terkait serangan Ankara di Suriah Timur Laut. Demikian seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

Suriah Kerahkan Pasukan di Sepanjang Perbatasan Turki

Turki melancarkan serangan lintas-perbatasan terhadap milisi Kurdi YPG pada Rabu setelah Trump menarik pasukan AS dari kawasan tersebut, sehingga menuai kritikan pedas dari sesama rekan di Partai Republik. Mereka menuding Trump meninggalkan sekutu yang berjuang memerangi ISIS.

 Pegiat agama, sosial dan sipil telah berkumpul di Kota Hasaka dan Qamishli untuk menyampaikan pengutukan terhadap serangan militer Turki ke wilayah Suriah, Jumat, 11 Okt. 2019 (SANA Agency)
Pegiat agama, sosial dan sipil telah berkumpul di Kota Hasaka dan Qamishli untuk menyampaikan pengutukan terhadap serangan militer Turki ke wilayah Suriah, Jumat, 11 Okt. 2019 (SANA Agency)


Pernyataan Trump yang menjanjikan perintah eksekutif "segera" tidak menentukan individual tetapi mengatakan itu akan memungkinkan Washington memberlakukan "sanksi berat tambah" terhadap mereka, yang mungkin terlibat dalam pelanggaran HAM serius, menghalangi gencatan senjata, dan mencegah warga kembali ke rumah dan pemulangan pengungsi secara paksa.

Baca Juga:

Ratusan Orang Dilaporkan Tewas dalam Serangan Turki di Suriah

"Saya sepenuhnya siap menghancurkan ekonomi Turki jika para pimpinan negara itu terus menempuh jalan yang berbahaya dan merusak ini," kata Trump.

"Perintah itu akan mengesahkan berbagai konsekuensi, termasuk sanksi keuangan, pembekuan aset dan pelarangan masuk ke Amerika Serikat."

Kendaraan lapis baja Turki dan anggota militer berjaga dekat perbatasan Turki-Suriah di provinsi Sanliurfa, Turki, Minggu (13/10/2019). (REUTERS/MURAD SEZER)
Kendaraan lapis baja Turki dan anggota militer berjaga dekat perbatasan Turki-Suriah di provinsi Sanliurfa, Turki, Minggu (13/10/2019). (REUTERS/MURAD SEZER)


Ia juga kembali menegaskan akan menarik pasukan AS yang tersisa dari Suriah, di luar dari sekelompok kecil di wilayah selatan Suriah. Trump menyebutkan mereka akan dipindahkan ke tempat lain di kawasan tersebut untuk memantau situasi. (*)

Baca Juga:

ISIS Kalah di Suriah, Pengamat Prediksi Isu Teroris Kembali Dibahas dalam Debat

#Turki #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Bagikan