Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa masih adanya kekeliruan data penerima bantuan sosial (bansos) paket sembako untuk warga saat pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta tahap 1.
"Tentu saja tidak mungkin sempurna, gak mungkin. Di negeri ini data yang super akurat, saya rasa teman-teman juga tahu," kata Anies di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (23/4).
Baca Juga:
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku tak akan menutupi kesalahan itu dan akan segera mengoreksinya. Agar ditahap selanjutnya penyaluran sembako tepat sasaran.
"Bagian kita koreksi terus-menerus, dari 1,2 juta (kartu keluarga) ketemu satu, dua, tiga (nama), pasti. Jadi nggak usah ditutupi, itu faktanya," tuturnya.
Menurut Anies kesalahan data itu terjadi akibat banyaknya orang yang memiliki kondisi normal tidak masuk dalam kategori yang membutuhkan bantuan namun karena perekonomian banyak yang tidak bergerak membuat jumlahnya berkembang.
"Kenapa itu terjadi? Karena banyak yang sekarang tidak memiliki pekerjaan, banyak yang warungnya tutup, Banyak yang kegiatan sehari-hari tidak berfungsi," ujarnya.
Anies pun menuturkan, pihaknga akan memastikan perubahan jumlah orang-orang pra-sejahtera dan miskin yang baru terdata sehingga mendapat bantuan dari Pemprov DKI
"Bahkan di seluruh wilayah para lurah membagikan juga pada ketua RW semacam formulir untuk ditambahkan apabila ada warga yang namanya belum masuk, sekaligus juga mencoret ketemu nama yang seharusnya tak menerima," tutup Anies.
Seperti diketahui, ada anggota TNI dan PNS menerima paket sembako dari Pemprov DKI saat pelaksanaan PSBB di Jakarta. Hal itu tercatat di dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor 386 tahun 2020 tentang Penerima Bantuan Sosial (Bansos) Bagi Penduduk yang Rentan Terdampak Covid-19.
Baca Juga:
Bawaslu Ingatkan Warga Korban COVID-19 Waspadai Bantuan Politis dari Kepala Daerah Petahana
Bahkan, ada salah satu anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuanhan, Jhonny Simanjuntak masuk dalam daftar nama penerima bansos Pemprov DKI. Politikus PDIP yang tinggal di Kelurahan Lago, Koja, Jakarta Utara itu membenarkan informasi tersebut.
"Iya betul, itu di RT saya. Enggak ada lagi (pemilik nama Jhonny Simanjuntak)," kata Jhonny Simanjuntak saat dihubungi, Rabu (22/4). (Asp)