Ancaman Penyakit Kanker Payudara di Indonesia Tinggi, Kemenkes Tekankan Perkuat Deteksi Dini

Mula AkmalMula Akmal - Jumat, 07 Oktober 2022
Ancaman Penyakit Kanker Payudara di Indonesia Tinggi, Kemenkes Tekankan Perkuat Deteksi Dini

Mencegah kanker payudara lebih baik daripada mengobati. (Foto: Unsplash/Angiola Harry)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ancaman penyakit kanker payudara berpotensi menyerang wanita dewasa. Bahkan, bisa terjadi pada pria meski angkanya kecil.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Eva Susanti membeberkan kondisi terkini penyakit kanker payudara di Indonesia.

Baca Juga:

Deteksi Kanker Payudara Bisa Dilakukan Sejak Remaja

Menurut dia, jumlah kasus baru kanker payudara pada tahun 2020 mencapai 65.858 kasus. Angka ini setara 16,6 persen dari total 396.914 kasus kanker, dengan jumlah kematian sebanyak 22.430 kasus.

Sayangnya, dari jumlah kasus kanker payudara yang ada di Indonesia, 60-70 persen di antaranya didiagnosis pada stadium lanjut.Yakni stadium III dan IV.

"Sehingga menyebabkan kualitas hidup menjadi rendah, serta beban pembiayaan yang sangat besar," kata Eva dalam keteranganya yang dikutip, Jumat (7/10).

Ia menuturkan, kanker payudara merupakan kanker dengan penderita terbanyak di dunia termasuk Indonesia.

Tercatat sebanyak 2,3 juta perempuan di dunia didiagnosis kanker payudara dan 685 ribu meninggal pada tahun 2020.

"Kemenkes berupaya melakukan pendekatan melalui empat pilar yaitu promosi kesehatan, perlindungan khusus, deteksi dini, dan penanganan kasus," ucap Eva.

Eva menuturkan, promosi kesehatan dan deteksi dini merupakan kunci utama dalam menurunkan insiden dan kematian akibat kanker payudara. Sebab, penyakit ini dapat dideteksi pada stadium dini.

"Yakni dengan menghindari risiko dan melakukan deteksi dini, maka akan meningkatkan angka harapan hidup dan kualitas hidup menjadi lebih besar," sambungnya.

Ia melanjutkan, deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan melalui Periksa Payudara Sendiri (Sadari) maupun pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan secara berkala atau Periksa Payudara Klinis (Sadanis).

Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Kemenkes Aldrin Neilwan Panca Putra menambahkan, untuk menurunkan kasus kanker payudara dan mencegahnya terdeteksi pada stadium lanjut maka pesan-pesan mengenai faktor risiko harus terus dipromosikan.

"Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah (penyakit kanker) dan melakukan kebiasaan melakukan deteksi dini secara berkala," katanya.

Baca Juga:

Baru, Terapi Kanker dengan Menggunakan Virus

Ketua Umum Yayasan Kanker Payudara Indonesia Linda Amalia Sari menyebut penanggulangan kanker payudara di Indonesia harus diperkuat mulai dari edukasi kepada masyarakat hingga peningkatan sarana dan prasarana di fasilitas layanan kesehatan untuk cegah peningkatan kasus.

"Pemerataan informasi mengenai kanker payudara ini belum sampai sepenuhnya ke masyarakat," ujar Linda.

Istri dari tokoh TNI Agum Gumelar ini berusaha untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dalam memberikan edukasi tentang kanker payudara melalui webinar.

Namun, menurutnya, hal tersebut belum cukup karena masih banyak wilayah-wilayah yang belum tersentuh oleh internet.

Ia menilai bahwa sarana dan prasarana di fasilitas layanan kesehatan terutama di daerah masih belum cukup memadai.

"Sebagai mitra pemerintah, kami yakin pelayanan ini harus diperkuat oleh pemerintah dan kami selalu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, menyampaikan informasi ini," sebut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Selain soal edukasi dan pelayanan kesehatan, mereka mesti meningkatkan kompetensinya, termasuk dalam hal Periksa Payudara Klinis atau Sadanis.

Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk. Yuji Ishii akan berkolaborasi dengan YKPI untuk menekan angka penyakit kanker payudara di Indonesia.

"Kami menyusun program edukasi tentang pencegahan kanker payudara di berbagai area di Indonesia untuk berkontribusi pada nol penemuan kanker payudara stadium lanjut," tutup Yuji yang berasal dari Jepang ini.

Sekedar informasi, Data World Health Organization (WHO) menyebut, kanker payudara merupakan kanker paling umum terjadi di dunia per 2021 dengan rasio kasus baru mencapai 12 persen dalam satu tahun.

Di Indonesia sendiri, jumlah pasien dan kasus meninggal pada kanker payudara merupakan yang paling banyak dibanding jenis kanker yang lain. Yakni 70 persen diantaranya adalah kasus yang ditemukan dalam stadium lanjut.

Di sisi lain, apabila berhasil dilakukan deteksi dini, maka tingkat kesembuhannya mencapai 90 persen. (Knu)

Baca Juga:

Cegah Kanker Prostat Sejak Dini agar Peluang Sembuh Besar

#Kanker Paru-Paru #Kanker Payudara #Kementerian Kesehatan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Wakil Menteri Kesehatan menantang Pemprov DKI Jakarta mewujudkan kawasan bebas asap rokok di Sudirman-Thamrin dan Kuningan sebagai contoh lingkungan sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Lifestyle
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Kementerian Kesehatan memperketat kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus. Masyarakat pun diimbau untuk mendeteksi dini.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada
Indonesia
Kasus Dokter Magang Meninggal Diduga Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR: Jangan Takut Lapor Kemenkes dan Polisi
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Polri segera mengusut tuntas kasus dokter internship (magang), dr. Myta Aprilia Azmy.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
Kasus Dokter Magang Meninggal Diduga Lelah Bekerja Tanpa Libur, DPR: Jangan Takut Lapor Kemenkes dan Polisi
Indonesia
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya
Kemenkes memperkuat pengawasan hantavirus di Indonesia melalui surveilans, edukasi PHBS, hingga pengendalian tikus untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya
Indonesia
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menyoroti adanya potensi penyalahgunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku olahan pangan, seperti siomay atau cilok
Frengky Aruan - Minggu, 26 April 2026
Jakarta ‘Darurat’ Ikan Sapu-sapu, DPR Desak Kementerian Kesehatan dan BPOM Turun Tangan
Lifestyle
Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Kasus diabetes di Indonesia meningkat dan kini banyak menyerang usia muda. Gaya hidup jadi faktor utama. Simak penjelasan Kementerian Kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 April 2026
Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama
Indonesia
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Menkes Budi Gunadi Sadikin ungkap temuan orang kaya terima BPJS gratis. Pemerintah akan alihkan bantuan ke masyarakat yang lebih membutuhkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
Menkes Ungkap 10 Persen Orang Kaya Terima PBI BPJS, Pemerintah Siap Coret
Lifestyle
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
Penentuan terapi tidak lagi bersifat umum, tapi mempertimbangkan tipe kanker, stadium penyakit, hingga karakteristik genetiknya.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
Indonesia
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah terbuka. Hal itu dilakukan untuk mencegah virus Nipah.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka
Berita
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Korban bencana Sumatra terancam tertular campak di pengungsian. Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, penularan campak paling tinggi.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Bagikan