Ancaman Bom Jelang Lebaran, Polri: Walau Pelakunya Amatir, Kami Tidak Underestimate
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Ist)
MerahPutih.Com - Teror bom bunuh diri yang terjadi di Pos Pantau Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menghentakan masyarakat yang tengah bersiap menyambut Idul Fitri 1440 Hijriyah. Rasa keamanan publik sedikit terganggu meski pelakunya oleh sebagian kalangan disebut masih amatiran.
Kendati masih amatiran, pihak kepolisian melalu Karopenmas Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan pihaknya tidak menganggap remeh (underestimate) ancaman bom tersebut.
"Ya, Polri tidak underestimate walau pelakunya amatir tetap kami fokus untuk antisipasi segala macam ancaman dan gangguan yang mungkin bisa terjadi. Kami akan laksanakan secara maksimal," kata Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya di Jakarta, Selasa (4/6).
Kejadian itu menambah tugas ekstra personel kepolisian yang tengah giat melakukan pengamanan Lebaran dalam Operasi Ketupat 2019. Selain itu, Dedi menambahkan tak ada peningkatan status pengamanan di salah satu wilayah seperti Solo, Jawa Tengah ataupun wilayah lainnya. Namun, kewaspadaan setiap anggota terus dilakukan.
"Kalau peningkatan status nggak. Tapi, kalau waspada terus," tutur Dedi.
Dedi menyebut tak ada tambahan jumlah personel dalam operasi ketupat, meski telah terjadi teror bom jelang H-2 Lebaran. Pasalnya, dalam Apel Gabungan Operasi Ketupat 2019, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mewanti-wanti bahwa pengamanan Lebaran kali ini lebih kompleks lantaran bersamaan dengan tahapan Pemilu 2019.
Meski demikian Dedi melanjutkan, pihaknya tidak akan menambah jumlah personel keamanan.
"Tetap ya (jumlah personel) yang terlibat operasi sudah cukup memadai dalam rangka pengamanan," ucap Dedi.
BACA JUGA: Malam Takbiran, Umat Muslim Papua Tak Gelar Pawai
Amankan Malam Takbiran, Polda Metro Jaya Siagakan 5000 Personel
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Rofik Asharudin nekat meledakkan diri di Pos Pantau Polres Sukoharjo di simpang Kartasura, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/6) malam.
Bom yang digunakan Rofik pun jenis low eksplosive dalam aksinya itupun Rofik tak mempunyai tujuan. Ditambah rekam jejak Rofik di kelompok JAD maupun jaringan teroris lainnya belum terlihat.
Rofik melakukan bom bunuh diri di Pos Pengamanan Mudik Lebaran di Kertasura. Bom diletakan Rofik di pinggangnya saat melakukan aksi. Dalam keseharian, Rofik Asharudin dan keluarganya dikenal sebagai pribadi tertutup.(Knu)
Bagikan
Berita Terkait
Laporan terhadap 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Menumpuk, Polisi belum Lakukan Pemanggilan karena masih Prioritaska Periksa Ahli dan Saksi
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional
Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak Diluncurkan di Seluruh Indonesia, Momentum tepat Buktikan Polisi Sosok Empatik terhadap Semua Gender
Menko Yusril Targetkan RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Bulan, Bantah Ada Penolakan dari DPR
Polri Pastikan Korban TPPO tak Dipidana dan Wajib Dilindungi
BPOM Apresiasi SPPG Polri, Makanan Anak Diuji Layaknya Hidangan VIP
MK Bolehkan Polisi Bertugas di Jabatan Sipil asal Sesuai Undang-Undang, Pengamat Minta tak Ada lagi Keraguan
Polda Sulsel Siapkan Tim Identifikasi Jenazah Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Diduga Jatuh di Maros, Kapolda Jamin Hasil Keluar secara Cepat dan Akurat
Kapolri Naikkan Pangkat Anggota Polisi Peraih Medali SEA Games 2025 Thailand
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan