Amien Rais: Sumber Alam Papua Tak Dinikmati Orang Asli Papua

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 07 Desember 2019
Amien Rais: Sumber Alam Papua Tak Dinikmati Orang Asli Papua

Amien Rais. (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menyinggung soal kekayaan alam Papua dalam sambutannya pada pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) PAN di Hotel Milenium, Jakarta, Sabtu (7/12).

Hal tersebut dia sampaikan untuk mengomentari tarian dari Papua yang ditampilkan dalam pembukaan Rakernas tersebut.

Baca Juga:

Penyerahan Berkas Perkara Pelaku Makar 'Bintang Kejora' Dianggap Janggal

"Tidak kebetulan kita tampilkan tarian Papua yang jelas dinamis, menantang, dan karena itu saudara-saudaraku, ini saya senang, karena di pertarungan global kita tersudutkan," ucap Amien dalam sambutannya.

"Mengapa? Karena ada semacam perlakuan kepada bangsa Papua yang memiliki sumber alam yang luar biasa itu tetapi yang menikmati bukan orang Papua," sambung dia.

Amien kemudian menyinggung tentang keberadaan PT Freeport yang menambang emas di Papua. Menurut dia, hasil dari penambangan di Pulau Cenderawasih tidak dinikmati oleh orang Papua, bahkan rakyat Indonesia.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan (dua kanan) dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tiga kanan) dalam pembukaan rakernas PAN di Hotel Milenium, Jakarta, Sabtu (7/12/2019) (ANTARA News/Fathur Rochman)

Oleh karena itu, dia mengapresiasi dibukanya Rakernas PAN dengan tarian Papua, untuk merefleksikan bahwa Indonesia memiliki berbagai suku, etnik dan agama yang beragam.

"Karena kita bangsa Bhinneka Tunggal Ika, kita majemuk, dan kita telah membuktikan kita dapat dua wakil DPR RI dari Papua," ujar dia.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Amien mengatakan bahwa sepanjang sejarah partai berlambang matahari itu, tokoh-tokoh yang ditunjuk sebagai ketua umum merupakan orang dengan akhlak yang baik.

Oleh karena itu, dalam kongres nasional PAN yang akan digelar awal 2020 mendatang akan dibicarakan mengenai masa depan PAN melalui proses pemilihan ketua umum periode 2020-2025.

Baca Juga

Amien Rais Ingatkan Jokowi dan Prabowo Aib Bagi-Bagi Kursi

Dia meyakini bahwa kader-kader PAN saat ini diisi oleh orang-orang yang kuat dan memiliki kecintaan sejati terhadap partai. Dia pun berpesan kepada para kader agar tidak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang dapat melemahkan partai.

"Kader PAN Insya Allah yang lebih kuat yang sejati itu. Tapi kalau hanya akan ditunggangi sesaat, itu yang saya akan mengambil perhitungan. Apa perhitungan itu? Tentu tunggu tanggal mainnya," ujar Amien. (*)

#Amien Rais #PAN
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Indonesia
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
PAN menolak usulan KPK soal pembentukan lembaga pengawas kaderisasi partai. Hal itu dinilai bisa melanggar konstitusi.
Soffi Amira - Kamis, 30 April 2026
PAN Tolak Usulan KPK Bentuk Lembaga Pengawas Kaderisasi Partai, Dinilai Langgar Konstitusi
Indonesia
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
PAN angkat bicara soal pembatasan uang tunai di Pemilu. Hal itu dinilai membutuhkan revisi UU dan sistem pengawasan.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
Indonesia
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Negara memberikan ruang kemandirian bagi partai politik untuk mengatur kehidupan organisasinya sendiri.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
PAN Nilai Usul Batas Jabatan Ketum Parpol Bertentangan dengan Prinsip Kebebasan Berserikat
Indonesia
PAN Minta Maaf Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Bukan Cerminan Partai
PAN menegaskan tindakan yang dilakukan Fikri Thobari merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mencerminkan nilai serta prinsip partai.
Wisnu Cipto - Rabu, 11 Maret 2026
PAN Minta Maaf Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Bukan Cerminan Partai
Indonesia
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dari Struktur Partai Imbas OTT KPK
PAN menghormati proses hukum terkait OTT Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari yang sedang berjalan di KPK
Wisnu Cipto - Rabu, 11 Maret 2026
PAN Copot Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dari Struktur Partai Imbas OTT KPK
Indonesia
PAN Usung Zulhas Cawapres 2029 Prabowo, Sekjen PSI Ingatkan Penentunya Bos Kita
Sekjen PSI Raja Juli Antoni menilai wacana yang digagas PAN sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
PAN Usung Zulhas Cawapres 2029 Prabowo, Sekjen PSI Ingatkan Penentunya Bos Kita
Indonesia
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
PAN mengusulkan agar ambang batas pilpres dan parlemen dihapus dalam revisi UU Pemilu.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
Indonesia
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Amien Rais mengatakan, sampai kapan pun, Jokowi tidak akan menunjukkan ijazahnya karena memang tidak punya ijazah.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Indonesia
Subsidi Pangan Dipangkas Rp 300 Miliar, Lukmanul Hakim Kritik Pemprov DKI
Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengkritik Pemprov DKI karena memangkas subsidi pangan murah Rp 300 miliar dan menolak rencana utang Rp 2,2 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 12 November 2025
Subsidi Pangan Dipangkas Rp 300 Miliar, Lukmanul Hakim Kritik Pemprov DKI
Bagikan