Amerika dan Iran Berperang, Fadli Zon Desak Pemerintah Lindungi WNI di Timur Tengah

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 09 Januari 2020
 Amerika dan Iran Berperang, Fadli Zon Desak Pemerintah Lindungi WNI di Timur Tengah

Politisi Gerindra yang juga Anggota DPR Fadli Zon. (Foto:MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan pemerintah Indonesia harus bertindak soal adanya potensi perang antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut Fadli, pemerintah perlu menyiapkan rencana atau "contingency plan" mengamankan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada disana untuk mengantisipasi meningkatnya ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran.

Baca Juga:

Wapres Ma'ruf Prediksi Situasi Ekonomi Politik Bisa Rusak Jika AS dan Iran Berperang

"Kita tidak tahu perkembangan apa yang akan terjadi, apakah mereda atau justru ekskalasinya meningkat," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/1).

Dia menilai, pemerintah harus mengambil langkah evakuasi kepada WNI di Iran ke daerah aman, selain langkah memberikan himbauan untuk menjamin keselamatan WNI.

Fadli Zon desak pemerintah lindungi WNI di Timur Tengah
Fadli Zon (MP/Ponco Sulaksono)

"Warga Indonesia harus ada langkah evakuasi ke wilayah yang lebih aman. Saya kira ini terjadi di Libya, ada evakuasi dan sebagainya," ujarnya.

Ia ragu apakah situasi di Iran dan Irak akan bisa mereda atau tidak karena masih sulit membaca peta konfliknya.

Karena itu, ujarnya, pemerintah harus mengambil langkah evakuasi kepada WNI di Iran dan Irak ke daerah aman. Dia mencontohkan di wilayah Irak, hanya di kawasan "green zone" yang merupakan daerah yang dianggap aman, di luar daerah itu tidak aman.

Fadli menilai kebijakan yang diambil Presiden AS Donald Trump yang membunuh Kepala Korps Quds Garda Revolusi Iran Jenderal Qassem Soleimani di Irak merupakan tindakan yang sangat dikutuk.

Baca Juga:

Jika Amerika dan Iran Perang, PA 212 Ingatkan Potensi Kemarahan Kelompok Syiah di Indonesia

Dia mengatakan kunjungan Qassem Soleimani ke Irak merupakan kunjungan resmi delegasi sebuah negara ke negara lain sehingga tindakan Trump merupakan provokasi yang bisa menimbulkan konflik lebih luas.

“Ini bisa saja taktik politik domestik dari Trump di Amerika Serikat. Tetapi kalau kita lihat, ini bisa memicu ketegangan di wilayah Timur Tengah, seperti di Iran, Irak, dan sekitarnya,” pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Iran-Amerika Sampai Perang, Aset Negeri Paman Sam di Indonesia Terancam

#Fadli Zon #Anggota DPR #WNI #Amerika Serikat #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Indonesia
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
WNI di Arab Saudi diimbau agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Arab kembali Bersitegang dengan Houthi, WNI Diminta Jauhi Lokasi Rawan
Indonesia
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
memperkuat kontribusi UNESCO dalam menghadapi tantangan global, Indonesia mengajukan tiga prioritas utama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Indonesia Dorong UNESCO Terapkan Tata Kelola AI Yang Etis dan Transparan
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Bagikan