Wapres Ma'ruf Prediksi Situasi Ekonomi Politik Bisa Rusak Jika AS dan Iran Berperang

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 08 Januari 2020
 Wapres Ma'ruf Prediksi Situasi Ekonomi Politik Bisa Rusak Jika AS dan Iran Berperang

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di Istana Wapres Jakarta, Jumat (15/11/2019). (Fransiska Ninditya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan, Indonesia tengah mengupayakan agar Amerika Serikat (AS) dan Iran tak berperang.

Wapres Ma'ruf mengatakan, perang antara AS dengan Iran akan memicu krisis ekonomi besar-besaran.

Baca Juga:

Jika Amerika dan Iran Perang, PA 212 Ingatkan Potensi Kemarahan Kelompok Syiah di Indonesia

"Ekonomi rusak, politik juga. Blok-blok akan terbangun. Itu sangat berbahaya sekali," ujar Ma'ruf kepada wartawan di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (8/1).

Kiai Ma'ruf menyebut, pemerintah seoptimal mungkin bersama negara-negara termasuk OKI (Organisasi Konferensi Islam) di Timteng dan negara-negara yang cinta damai untuk menahan tidak terjadi perang.

Wapres Ma'ruf sebut Perang AS dan Iran akan rusak politik dan ekonomi dunia
Wakil Presiden Ma’ruf Amin (ANTARA FOTO/Fransiska Ninditya)

Ia menambahkan, tak ada pihak yang bakal diuntungkan dengan pecahnya perang antara AS dan Iran.

Karena itu, ia pun mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang telah memanggi Duta Besar AS dan Iran untuk Indonesia agar negara mereka menahan diri.

"Maka yang harus diupayakan mencari solusi perdamaian supaya tidak terjadi perang. Nah itu saya dukung upaya Menlu yang memanggil Dubes AS dan Dubes Iran yang prinsipnya memang untuk menahan diri supaya tidak terjadi perang," lanjut dia.

Ia ketegangan Iran dan Amerika Serikat segera mendapatkan solusi terbaik. Sebab, jika terjadi peperangan tidak ada yang diuntungkan satu sama lain.

"Saya kira tidak ada yang diuntungkan, termasuk yang tidak ikut perang itu akan jadi korban," kata Ma'ruf.

Sebab itu, kata dia, langkah yang harus dilakukan yaitu mencegah peperangan. Jika terjadi, kata dia, akan merugikan semua pihak. Mulai dari dunia, ekonomi.

"Sangat merugikan bagi dunia, ekonomi rusak, politik juga blok-blok akan terbangun, itu sangat berbahaya sekali," ungkap Ma'ruf.

Sebab itu, seluruh pihak, kata dia, harus membantu satu sama lain. Salah satunya itu melalui PBB.

"Oleh karena itu di Timteng dan negara-negara yang cinta damai kita berusaha melalui PBB untuk menahan tidak terjadi perang," kata Ma'ruf.

Baca Juga:

Iran-Amerika Sampai Perang, Aset Negeri Paman Sam di Indonesia Terancam

Sebelumnya diketahui, pasca tewasnya Panglima Garda Revolusi Mayor Jenderal Qassim Sulaimani, Iran langsung menyerang Amerika Serikat sebagai aksi balas dendam. Realisasi atas janji balas dendam Iran sudah dimulai, Rabu (8/1).

Presiden AS, Donald Trump memerintahkan membunuh Sulaimani. Panglima militer andalan Iran tersebut tewas setelah diserang pesawat tak berawak ke Bandara Internasional Baghdad.(Knu)

Baca Juga:

Jenderal Iran Dibunuh Pasukan AS, Begini Reaksi MUI

#KH Ma'ruf Amin #Wakil Presiden #Amerika Serikat #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Indonesia
Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Gibran: Kalau Saya Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Bisa Kuliah
Gibran Rakabuming Raka menghormati putusan MK soal syarat pendidikan Pilpres 2024. Ia menegaskan pernah kuliah hingga S1 di Singapura.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
Tanggapi Putusan MK soal Ijazah, Gibran: Kalau Saya Tak Lulus SMA, Tak Mungkin Bisa Kuliah
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan