Alasan Orang Enggan ke Dokter Gigi
Baiknya periksa gigi setiap enam bulan sekali. (Foto: Unsplash/Daniel Frank)
SEBUAH studi pada 2016 menyebutkan bahwa 13 persen masyarakat Amerika Serikat dari kelas menengah cenderung malas berkunjung ke dokter gigi karena menganggap biaya pemeriksaannya terlalu mahal. Sementara itu, 25 persen masyarakat Amerika Serikat dari kelas bawah cenderung lebih memprioristaskan pemeriksaan kesehatan lain yang sesuai dengan pendapat mereka.
Sementara itu, seperti disiarkan Antara pada Selasa (4/4). Sejalan dengan kondisi di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memaparkan, bahwa sebanyak 94,9 persen masyarakat perkotaan tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Dari 57 persen masyarakat yang mengalami masalah gigi dan mulut, hanya 10,2 persen yang berkunjung ke dokter gigi.
Baca juga:
Memang, selama ini pemeriksaan gigi dan mulut dianggap mahal jika dibandingkan dengan pemeriksaan kesehatan bagian tubuh yang lain. akibatnya, banyak orang cenderung merasa takut saat memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnyak ke dokter gigi.
“Masyarakat beranggapan, akan lebih baik datang ke dokter gigi ketika rasa sakit gigi sudah tidak tertahankan, karena biaya perawatan akan lebih murah dibanding harus rutin kontrol gigi setiap enam bulan sekali. Nyatanya, biaya pengobatan dan perawatan gigi menjadi lebih mahal jika pasien sudah mengalami masalah gigi dan mulut yang kronis,” ucap Founder Smile Dental drg Deviana Maria dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara.
Melihat permasalahan tersebut, Smile Dental menawarkan virtual consultation dan cek harga terlebih dahulu untuk mengetahui treatment plan dan estimasi biaya yang perlu dikeluarkan sebelum melakukan perawatan gigi di klinik.
“Kami menghadirkan transparent services and pricing. Perawatan gigi di Smile Dental menawarkan harga yang kompetitif dengan biaya hingga 70 persen lebih terjangkau dibandingkan rata-rata harga perawatan gigi di klinik lain,” jelas Deviana.
Baca juga:
Lihat postingan ini di Instagram
Nantinya sebelum melakukan pemeriksaan, setiap pasien bisa merasakan pengalaman baru. Smile Dental menghadirkan brush bar untuk membantu pasien agar lebih percaya diri saat menjalani perawatan gigi. Hal ini menjadi salah satu new experience yang tidak bisa ditemui di klinik gigi mana pun.
Adapun berbagai pilihan perawatan gigi yang dihadirkan Smile Dental cukup beragam, mulai dari perawatan general, restorative, hingga estetika. Selain Air Wash, klinik gigi ini juga bekerja sama dengan Pure dalam menghadirkan perawatan Teeth Whitening, Veneer Porcelain dan Instant Veneer, serta Tanam Gigi untuk perawatan implan gigi. Ada pula perawatan general seperti Tambal Gigi, Perawatan Saluran Akar, Pencabutan Gigi Bungsu hingga Perawatan Gigi untuk anak-anak. (far)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati