Kesehatan

Sudah Remaja lalu Gigi Tanggal, Apa Bisa Tumbuh Lagi?

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 05 Februari 2021
Sudah Remaja lalu Gigi Tanggal, Apa Bisa Tumbuh Lagi?

Pada umumnya, manusia akan mengalami dua kali masa pertumbuhan gigi. (Foto: Unsplash/Diana Polekhina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WAKTU masih kecil, gigi copot adalah hal yang umum terjadi karena masih dalam tahap pertumbuhan. Dan biasanya, gigi yang copot di masa anak-anak akan langsung digantikan dengan gigi baru. Namun, bagaimana dengan remaja? Apakah gigi yang copot saat remaja bisa tumbuh lagi?

Pada umumnya, manusia akan mengalami dua kali masa pertumbuhan gigi, yakni gigi susu atau gigi primer yang mulai tumbuh saat bayi berusia sekitar enam bulan sampai tiga tahun.

Lalu fase kedua adalah pertumbuhan gigi permanen yang menggantikan susu gigi. Fase pergantian ini menyebabkan rahang akan dipenuhi dengan campuran antara gigi susu dan gigi permanen.

Gigi permanen biasanya menggantikan gigi susu secara keseluruhan pada usia 12 sampai 13 tahun. Mengutip laman Hellosehat, ada beberapa penyebab gigi copot saat remaja dan dewasa, yakni trauma gigi.

Gigi yang copot dapat disebabkan oleh pukulan keras di kepala atau langsung pada bagian gigi. Kebiasaan sehari-hari juga dapat memicu gigi copot, seperti membuka tutup botol atau merobek bungkus makanan.

Baca juga:

Amankah Putihkan Gigi dengan Soda Kue?

Sudah Remaja Tapi Gigi Masih Copot, Bisa Tumbuh Lagi?
Gigi yang copot di masa anak-anak akan langsung digantikan dengan gigi baru. (Foto: Unsplash/Jelleke Vanooteghem)

Penyebab lainnya adalah penyakit gusi yang ditandai dengan infeksi pada gusi, tulang rahang, dan jaringan penghubung antara gigi dan gusi. Periodontitis dapat menyebabkan gigi merenggang atau tanggal.

Selain penyakit gusi, beberapa penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan penyakit autoimun dapat mengakibatkan orang dewasa mengalami gigi copot di usia dini.

Lalu, apakah gigi copot saat remaja bisa tumbuh lagi?

Kemungkinan bisa atau tidaknya tergantung pada jenis gigi yang tanggal, apakah termasuk gigi susu atau gigi permanen . Kalau gigi yang copot adalah gigi susu, maka kemungkinan akan digantikan oleh pertumbuhan gigi permanen. Namun, gigi susu sangat jarang bertahan hingga usia 17 tahun.

Baca juga:

Sikat Gigi Baiknya Sebelum atau Sesudah Sarapan? Begini Menurut Kesehatan

Sudah Remaja Tapi Gigi Masih Copot, Bisa Tumbuh Lagi?
Kemungkinan bisa atau tidaknya tergantung pada jenis gigi yang tanggal. (Foto: Unsplash/Jonathan Borba)


Apabila gigi yang copot adalah gigi permanen, maka kemungkinan tidak ada lagi benih gigi yang tersedia untuk menggantikannya. Meski demikian, ada pula seseorang yang memiliki gigi susu menetap dan belum pernah tanggal hingga usia remaja. Jika di balik gigi susu masih terdapat benih gigi permanen yang belum tumbuh, maka kemungkinan dapat terjadi pertumbuhan gigi. (and)

Baca juga:

Jangan Salah, Begini Cara Menyikat Gigi yang Benar

#Gigi #Perawatan Gigi #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan