Parenting

Acquaree Spa Journey Ajak Orang Tua Milenial Mendidik Generasi Alfa Secara Demokratis

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 08 Desember 2019
Acquaree Spa Journey Ajak Orang Tua Milenial Mendidik Generasi Alfa Secara Demokratis

Anita Chandra saat mengisi sesi workshop di Acquree Spa Journey (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUASANA di Acquaree Spa Journey, Sabtu (7/12) terlihat berbeda. Di salah satu sudut ruangan itu sejumlah orang tua muda alias milenial duduk dengan hikmat. Mereka tampak serius mendengarkan nasehat dari seorang perempuan berkacamata dalam workshop bertajuk Milenials Parenting. Sementara anak mereka tengah menikmati wahana Acquaree Spa Journey.

"Wobble skills harus dimiliki si kecil ya moms, mereka harus bisa menerima kegagalan," ungkap, Psikolog Anak Anita Chandra menjelaskan pentingnya wobble skills yang harus dimiliki seorang anak.

Baca juga:

Cara Ayudia Bing Slamet Atasi Anak Tantrum

Wobble skills sendiri menjadi penting karena banyak anak yang tidak mau menerima kegagalan. Terutama bagi mereka yang memiliki nilai IQ tinggi. Mereka selalu memikirkan hal apapun.

Banyak orang tua milenial gelisah dengan cara mendidik anak di era digital (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Worskhop tersebut berjalan dengan dua arah. Tampak para orang tua memang memiliki kegelisahan soal parenting di era digital ini. Soalnya sebagai orangtua milenial, artinya mereka harus mendidik anaknya yang sangat melek teknologi karena termasuk generasi alfa.

Orang tua milenial mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi. Karena harus mengkombinasikan kemajuan teknologi tersebut dengan cara parenting mereka. Sehingga metode pendidikan yang diberikan harus sesuai dengan masanya.

Salah satu orang tua bertanya kepada Anita. Pria tersebut menanyakan apakah metode otoriter bagus digunakan untuk mendidik anak. "Perlukah otoriter saat usia anak 1-5 tahun?" kata penanya itu.

Baca juga:

Bentuk Anak Kreatif, Shahnaz Haque Sarankan Pola Asuh Mandiri

Anita langsung menanggapi pertanyaan itu. Menurut dia sikap otoriter tidak perlu dilakukan. Kreativitas anak bisa terhalangi karena metode pendidikan tersebut. Psikolog yang berpraktek di Jakarta Utara itu lebih menyarankan agar orang tua menggunakan metode demokratis.

Metode demokratis artinya memberikan anak ruang untuk berdiskusi mengenai keinginan mereka. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk menemukan kemampuan mereka. "Jadi kita harus membiarkan anak untuk bereksplorasi, karena ke depannya anak harus kreatif dan berkembang," jawab Anita.

Namun, Anita menambahkan demokratis bukan berarti tidak memberikan batasan kepada anak. Jika keinginan anak memang tidak baik, orang tua harus menolaknya dan memberikan alasan yang logis.

Orang tua milenial tampak serius mendengarkan nasihat Anita (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Dalam workshop tersebut, Anita mengatakan banyak informasi parenting yang tidak relevan beredar di sosial media. Oleh karena itu, Anita menegaskan agar orang tua lebih cermat dalam mencerna informasi tersebut. Tidak semuanya benar. "Banyak juga orang tua yang mengonfirmasi kebenaran-kebenaran informasi itu," tuturnya kepada merahputih.com usai workshop.

Yang masih membuat bingung orang tua kata Anita ialah cara menerapkan metode pendidikan yang tegas tapi tidak bersifat otoriter. Kembali lagi Anita menyarankan agar orang tua lebih menggunakan metode pendidikan demokratis. Tentunya tetap dengan menggunakan batasan-batasan tertentu. "Jadi demokratis itu bukan permisif, bukannya anak bebas dengan aturan," tukasnya. (ikh)

Baca juga:

Ibu-Ibu Butuh Komunitas untuk Menghilangkan Stres

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Lifestyle
Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Orangtua juga perlu tahu bahwa ada sisi positif dari gim daring ini.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
 Tak Melulu Negatif, Roblox Tawarkan Manfaat Pengembangan Kreavitas untuk Pemain
Lifestyle
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Ini merupakan pilihan yang bijak dan menyehatkan bagi anak-anak yang tidak bisa menoleransi susu sapi.
Dwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Susu Soya, Jawaban Tepat untuk Anak dengan Intoleransi Laktosa
Bagikan