MerahPutih.com - Sebanyak 39 santriwati di salah satu pondok pesantren di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, terpapar COVID-19. Dari jumlah tersebut satu orang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo.
Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo mengatakan, semua santri yang positif corona langsung dilakukan isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sementara satu santri alami gejala dirawat di PKU Muhammadiyah Solo.
Baca Juga
Pemda Diperingatkan Lakukan Sosialisasi Matang Sebelum Buka Sekolah Tatap Muka
"Ada temuan klaster ponpes di wilayah Solo. Jumlah santri yang terpapar corona sebanyak 39 orang," kata Ari, Rabu (31/3).
Dikatakannya, munculnya klaster ponpes ini jadi sorotan karena terjadi di tengah pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Total ada sebanyak 38 orang positif corona dilakukan isolasi di Asrama Haji Donohudan.
"Kami telah memberikan penjelasan kepada pengelola ponpes, terkait pentingnya isolasi mandiri tersebut. Tracking juga masih terus dilakukan di ponpes," kata dia.
Ia mengatakan terkait santri yang terpapar corona rata-rata berusia 13-15 tahun. Ari memastikan bahwa ponpes tersebut telah ditutup untuk sementara, seiring penularan virus korona di lembaga pendidikan itu.
"Saya berharap tidak ada temuan kasus corona lagi di ponpes tersebut. Lokasi ponpes dijaga petugas Satgas COVID-19 dan Jogo Tonggo," papar dia.
Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, memastikan munculnya klaster ponpes di Solo tersebut tidak mempengaruhi pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di Solo. Semua santriwati yang terinfeksi COVID-19 itu telah menjalani uji usap (swab) dari Dinas Kesehatan Kota (DKK).
"Munculnya klaster baru dari santriwati ponpes itu tidak berdampak signifikan terhadap persiapan pembelajaran tatap muka di Solo," katanya.
Ahyani menambahkan pentingnya disiplin protokol kesehatan agar kasus COVID-19 tidak sampai melonjak kembali. Pemkot saat ini berusaha semaksimal mungkin agar klaster ponpes terputus. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Anies Didesak Buka Sekolah Tatap Muka, Pimpinan DPRD: Harus Berani