18 Kelurahan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat Alami Krisis Air

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 September 2023
18 Kelurahan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat Alami Krisis Air

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran, Kalimalang, Jakarta, Kamis (2/2/2023).. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jakarta (Perumda PAM Jaya) menyatakan bakal mengalokasikan kembali (realokasi) pasokan air. Tercatat, sebanyak 18 kelurahan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat mengalami krisis air.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menuturkan realokasi 18 kelurahan itu sebagai salah satu langkah PAM Jaya untuk memperbaiki masalah (corrective action) bagi lokasi yang mengalami krisis air.

Baca Juga:

Krisis Air Bersih, PAN Jaya Beri Layanan Gratis di Wilayah Hutan Kota

Adapun 18 kelurahan terdampak yakni Penjaringan, Pejagalan, Pluit, Kapuk, Kalideres, Rawa Buaya, Pegadungan, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Pegadungan, Semanan, Duri Kosambi, Wijaya Kusuma, Jelambar Baru, Kapuk Muara, Tegal Alur, Kamal, Kamal Muara dan sekitarnya.

Kemudian, pihaknya juga mengatur lalu lintas menuju Jakarta Utara dan Jakarta Barat untuk mengantisipasi kemacetan selama aktivitas realokasi berlangsung.

Diketahui penyaluran air ini tercatat sebanyak 1,7 juta liter atau setara 1.712 meter kubik yang direalisasikan selama periode 9 hingga 19 September. Untuk lebih maksimal pihaknya juga memberikan pelayanan air tangki gratis sebagai bentuk bantuan untuk masyarakat yang mengalami kekurangan air.

Kemudian, turut pula melakukan investasi ulang (re-investment) berupa pemasangan membran baru untuk bisa memproses air baku yang memiliki kandungan senyawa dalam air (Total Dissolved Solids/TDS) tinggi atau mampu mengurai air laut.

Ia menuturkan, dalam proses untuk investasi ulang ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar serta hal ini sudah disampaikan kepada masyarakat.

"Kami juga menyampaikan informasi ini melalui kanal-kanal media resmi PAM Jaya dan meminta maaf atas diberhentikannya Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Hutan Kota," tuturnya.

Dia berharap, dengan turun hujan maka air dari daratan dapat terdorong ke laut sehingga jumlah zat padat terlarut (Total Dissolve Solid/ TDS) air baku di IPA Hutan Kota menjadi lebih rendah sehingga dapat beroperasi kembali.

PAM Jaya menginformasikan penurunan kualitas air baku di Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Hutan Kota, Jakarta Barat yang mengakibatkan air hasil olahan tidak memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 492/2010.

Hal ini menimbulkan gangguan layanan air bersih di area yang tersuplai dari IPA Hutan Kota mengakibatkan terjadinya penurunan suplai air yang terjadi sejak 8 September 2023. (Asp)

Baca Juga:

Walhi Sesali Pernyataan Kadis LH DKI yang Sebut Data IQAir Tak Benar

#Kekeringan #Dampak El Nino
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kekeringan Memburuk, Inggris Bakal Perketat Penggunaan Air
Hingga pekan lalu, hampir 26 juta orang telah dikenai aturan pembatasan penggunaan selang air, yang berarti melarang mereka menggunakan selang untuk menyiram tanaman
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Kekeringan Memburuk, Inggris Bakal Perketat Penggunaan Air
Indonesia
BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah
Berdasarkan analisis BMKG, fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat memicu ancaman kekeringan meteorologis dan kelangkaan air di sejumlah provinsi Indonesia
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
BMKG Sebut El Nino Makin Meluas, Cek Daftar Wilayah Terdampak Kekeringan Parah
Indonesia
Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!
Penurunan kesadaran merupakan gejala utama yang membedakan heat stroke dengan heat exhaustion.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 Agustus 2026
Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!
Indonesia
TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!
Dokter UI dan IAKMI sebut lansia, anak-anak, pekerja pabrik, atlet, serta TNI-Polri masuk kategori rawan terkena heat stroke.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!
Dunia
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Indonesia
Potensi Puso Besar, BMKG Larang Petani Tanam Padi Selama Musim Kemarau
BMKG Babel imbau petani tidak menanam padi selama musim kemarau 2026 untuk mencegah gagal panen.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Potensi Puso Besar, BMKG Larang Petani Tanam Padi Selama Musim Kemarau
Indonesia
Menko Polkam Larang Pemprov Kalteng-Kalbar Terbitkan Izin Pembakaran Buka Kebun Baru
Menko Polkam Djamari Chaniago melarang Kalteng dan Kalbar terbitkan izin pembakaran lahan untuk kebun baru
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Menko Polkam Larang Pemprov Kalteng-Kalbar Terbitkan Izin Pembakaran Buka Kebun Baru
Indonesia
107 Ribu Hektar Hutan Indonesia Terbakar, Ini Arahan Presiden Prabowo 
El Nino kuat memicu kebakaran hutan seluas 107.000 hektar. Presiden Prabowo instruksikan penanganan karhutla maksimal dengan koordinasi lintas lembaga, armada udara, dan opsi modifikasi cuaca.
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
107 Ribu Hektar Hutan Indonesia Terbakar, Ini Arahan Presiden Prabowo 
Indonesia
Pemprov DKI bakal Lakukan OMC Dua Kali Sepekan Hadapi Kekeringan
OMC hanya bisa dilakukan ketika ada awan yang cukup di langit.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Pemprov DKI bakal Lakukan OMC Dua Kali Sepekan Hadapi Kekeringan
Indonesia
Juli 2026 Jadi Bulan Terkering di Indonesia Sejak 1991
El Nino saat ini berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat dengan peluang sekitar 75 persen pada Agustus hingga Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Juli 2026 Jadi Bulan Terkering di Indonesia Sejak 1991
Bagikan