Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 14 Agustus 2026
Momok Mematikan Musim Kemarau, Kenali Beda Gejala Heat Exhaustion dan Heat Stroke!

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Unsplash/Warren Wong)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fenomena El Nino yang memicu musim kemarau panjang tahun ini membawa ancaman serius berupa gangguan kesehatan akibat paparan panas.

Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan dari RS Universitas Indonesia menegaskan pentingnya mengenali perbedaan antara heat exhaustion (kelelahan akibat panas) dan heat stroke (serangan panas).

Baca juga:

TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!

Menurut dia, dua kondisi serangan heat exhaustion dan heat stroke bisa berakibat fatal bila ditangani secara salah.

Penurunan kesadaran merupakan gejala utama yang membedakan heat stroke dengan heat exhaustion,

Faisal Parlindungan, dokter spesialis penyakit dalam RSUI

Ilustrasi
Ilustrasi - Cuaca Panas (Pixabay)

Gejala Heat Exhaustion: Kelelahan Akibat Panas

Heat exhaustion terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan garam dalam jumlah besar akibat paparan panas dan aktivitas fisik. Gejalanya antara lain:

  • Keringat berlebihan

  • Haus dan lemas

  • Pusing, sakit kepala

  • Mual atau muntah

  • Kram otot

Kondisi ini masih bisa ditangani dengan istirahat, hidrasi, dan berpindah ke tempat sejuk.

Baca juga:

Ancaman Heatstroke Mengintai, Kemenkes Wajib Jamin Stok Obat Penyakit Jantung

Gejala Heat Stroke: Serangan Panas Mematikan

Heat stroke merupakan kondisi lebih berat, terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40°C. Gejalanya meliputi:

  • Kebingungan, sulit berkomunikasi

  • Perilaku tidak normal, bicara tidak jelas

  • Kejang

  • Penurunan kesadaran

Tanah
Tanah kering akibat kemarau. Foto: ANTARA

Dampak Fatal Heat Stroke

Lebih jauh, dr Faisal menekankan heat stroke adalah kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah kerusakan organ.

Jika tidak segera ditangani dilansir dari Antara, heat stroke dapat memicu gangguan organ vital seperti otak, ginjal, hati, otot, hingga masalah pembekuan darah.

Langkah Pencegahan Heat Stroke

  • Segera hentikan aktivitas bila muncul gejala pusing, lemas, mual, sakit kepala, atau kram otot.

  • Pindah ke tempat sejuk atau teduh.

  • Lakukan kompres dingin di area leher, ketiak, dan selangkangan.

  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

  • Gunakan pakaian ringan, longgar, dan pelindung seperti topi atau payung.

(*)

#Kemarau #Dampak El Nino #Panas Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Berita Foto
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Anak-anak berjalan di antara tanah yang retak akibat mengeringnya Danau Cinere di Depok, Jawa Barat, Selasa (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Meskipun kedatangannya terlambat, akumulasi curah hujan pada 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi berada pada kategori normal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Bakal Datang Lebih Lambat
Indonesia
El Nino Makin Panjang, Bantuan Beras Bakal Dilanjut Sampai Akhir Tahun
Penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
El Nino Makin Panjang, Bantuan Beras Bakal Dilanjut Sampai Akhir Tahun
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Indonesia
El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem
WMO memperkirakan kemungkinan suhu pada September November 2026 berada di atas normal di hampir seluruh wilayah daratan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem
Dunia
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
PBB melalui Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Bagikan