MerahPutih.com - Fenomena El Nino yang memicu musim kemarau panjang tahun ini membawa ancaman serius berupa gangguan kesehatan akibat paparan panas.
Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan dari RS Universitas Indonesia menegaskan pentingnya mengenali perbedaan antara heat exhaustion (kelelahan akibat panas) dan heat stroke (serangan panas).
Baca juga:
TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!
Menurut dia, dua kondisi serangan heat exhaustion dan heat stroke bisa berakibat fatal bila ditangani secara salah.
Penurunan kesadaran merupakan gejala utama yang membedakan heat stroke dengan heat exhaustion,
Faisal Parlindungan, dokter spesialis penyakit dalam RSUI

Ilustrasi - Cuaca Panas (Pixabay)
Gejala Heat Exhaustion: Kelelahan Akibat Panas
Heat exhaustion terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan garam dalam jumlah besar akibat paparan panas dan aktivitas fisik. Gejalanya antara lain:
-
Keringat berlebihan
-
Haus dan lemas
-
Pusing, sakit kepala
-
Mual atau muntah
-
Kram otot
Kondisi ini masih bisa ditangani dengan istirahat, hidrasi, dan berpindah ke tempat sejuk.
Baca juga:
Ancaman Heatstroke Mengintai, Kemenkes Wajib Jamin Stok Obat Penyakit Jantung
Gejala Heat Stroke: Serangan Panas Mematikan
Heat stroke merupakan kondisi lebih berat, terjadi ketika tubuh gagal mengatur suhu sehingga suhu tubuh meningkat hingga lebih dari 40°C. Gejalanya meliputi:
-
Kebingungan, sulit berkomunikasi
-
Perilaku tidak normal, bicara tidak jelas
-
Kejang
-
Penurunan kesadaran

Tanah kering akibat kemarau. Foto: ANTARA
Dampak Fatal Heat Stroke
Lebih jauh, dr Faisal menekankan heat stroke adalah kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah kerusakan organ.
Jika tidak segera ditangani dilansir dari Antara, heat stroke dapat memicu gangguan organ vital seperti otak, ginjal, hati, otot, hingga masalah pembekuan darah.
Langkah Pencegahan Heat Stroke
-
Segera hentikan aktivitas bila muncul gejala pusing, lemas, mual, sakit kepala, atau kram otot.
-
Pindah ke tempat sejuk atau teduh.
-
Lakukan kompres dingin di area leher, ketiak, dan selangkangan.
-
Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
-
Gunakan pakaian ringan, longgar, dan pelindung seperti topi atau payung.
(*)