MerahPutih.com - Kota Bandung dituntut mempercepat vaksinasi COVID-19 di tengah melonjaknya kasus harian sejak sebulan belakangan ini. Salah satu sasaran vaksinasi adalah para pegawai mal.
Di Kota Kembang, terdapat 23 mal dengan 12.746 tenaga kerja yang harus tervaksin. Dari jumlah tersebut, baru 4.451 orang atau 34,9 persen yang tervaksin. Masih ada 8.474 orang yang belum divaksin.
Baca Juga
"Proses vaksin dilaksanakan, mudah-mudahan semua terlayani," Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Hotel Pullman, Kamis (24/6).
Oded yang juga seorang penyintas berpesan, agar seluruh warga Kota Bandung untuk menjaga kebersihan dan kondisi tubuh. Hal itu merupakan salah satu upaya mencegah penularan corona.
"Tidur harus cukup. Kalau tidak ada kepentingan di malam hari maka jam 8 harus tidur. Kemudian harus cukup olahraga pagi. Makan yang cukup dan bergizi. Kalau asupan gizi cukup, ditambah sudah divaksin, Insya Allah sehat," ujar Oded.
Sementara itu, vaksinasi COVID-19 juga dilakukan di Sport Jabar Arcamanik, Bandung, terkait memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas).
Vaksinasi dilakukan Pemkot Bandung bersama Polri dan Fakultas Kedokteran Unpad.Ada sekitar 2.100 orang yang mengikuti vaksinasi selama satu hari tersebut. Vaksinasi berbasis keluarga merupakan pemberian vaksin kepada setiap anggota keluarga dengan syarat sesuai aturan yang berlaku.
"Alhamdulillah kami terus genjot vaksinasi bersama Pemkot Bandung dan Polri, sekarang sasarannya 2.100 orang," tutur Oded.
Oded mengungkapkan, target vaksinasi ini yaitu semua orang yang berusia di atas 18 tahun. "Usia 18 th ke atas. Harapannya dengan target bisa tercapai, "ujar Oded.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Andri Darusman mengatakan, vaksinasi berbasis keluarga ini bisa dilaksanakan oleh ayah, ibu dan anak.
"Hari ini kita bisa kerjasama dengan Polda Jabar dan Kedokteran Unpad," katanya.
Di samping itu, dalam pengendalian penduduk DPPKB juga melaksanakan program seperti pelayanan KB.
"Pelayanan KB 1 juta aksepktor dipusatkan di Klinik Kartini Jalan Pahlawan. Ada juga pelayan KB di masing-masing faskes atau bidan," kata Andri. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga
IKAPPI Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Pedagang di Pasar Tradisional

