10 Orang Diamankan Hendak Meracau saat Demo di Kedubes Prancis, Ada yang Bawa Pistol Mainan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2020
10 Orang Diamankan Hendak Meracau saat Demo di Kedubes Prancis, Ada yang Bawa Pistol Mainan

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto.Foto: MP/Kanu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Polisi menangkap sepuluh orang yang diduga hendak berbuat ulah dalam aksi unjuk rasa di Kedutaan Besar Prancis, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (2/ 11).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, mereka diamankan dalam massa aksi di unjuk rasa di Kedutaan Besar Prancis.

Baca Juga:

Alasan Keamanan, Massa Tidak Bisa Demo Depan Kedubes Prancis

"Diduga mereka bukan Ormas ataupun buruh yang berunjuk rasa," kata Heru ditemui wartawan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Heru mengatakan satu dari 10 massa yang diamankan itu ketahuan membawa senjata api mainan. "Memang mainan tapi kan enggak pada tempatnya dibawa ke tempat aksi seperti ini," jelas Heru.

Heru mengatakan pihaknya melakukan pengecekan terhadap sejumlah orang itu. Saat itu didapatilah sepucuk pistol mainan.

"Kita scanning karena tadi ada yang bawa pistol, pistol mainan. Memang mainan tapi kan enggak pada tempatnya dibawa ke tempat aksi seperti ini," beber Heru.

Demo di Kedubes Prancis. (Foto: Antara).
Demo di Kedutaan Besar Prancis. (Foto: Antara).

Secara keseluruhan pun hingga sore ini aksi unjuk rasa di Jakarta berlangsung dengan tertib. "Aksi hari ini buruh cukup tertib ya. Mereka cukup komit, rapi bahkan mereka mengikuti aturan yang ada. Alhamdulillah aksi hari ini berjalan dengan baik," kata Heru.

Seperti diketahui massa dari Persaudaraan Alumni 212 hari ini kembali menggelar aksi unjuk rasa. Sasaran mereka yakni berdemo di depan Kedubes Prancis, Jakarta Pusat.

Di waktu yang sama massa dari elemen buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa hari ini di sekitar wilayah Patung Kuda.

Baca Juga:

Kedubes Prancis Bakal Dikepung Massa, Jalan Kawasan Istana hingga Thamrin Ditutup

Tema yang mereka bawa masih berkaitan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja sekaligus meminta kenaikan upah minimum 2021. Saat ini massa unjuk rasa menolak UU Omnibus Law di Patung Kuda Arjuna Wiwaha sudah membubarkan diri.

Namun tidak dengan massa aksi di Kedutaan Besar Prancis. Unjuk rasa yang digagas oleh FPI dan sejumlah Ormas Islam itu masih berlangsung. Mereka mengecam tindakan Presiden Prancis yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW. (Knu)

#Pendemo #Prancis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
French Blood Establishment (EFS) mengatakan ruang pendingin tempat penyimpanan darah terdampak peretas.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
Dunia
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Jumlah narapidana di Prancis mencapai 90.937 orang, jauh melampaui kapasitas penjara. Hampir 9.000 orang terpaksa tidur di atas kasur lantai.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Indonesia
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
RUU itu bertujuan mengatur "ganti rugi atas kerusakan akibat kekerasan atau perusakan yang dilakukan di ruang publik serta pemulihan kerugian."
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
Indonesia
MRT Tutup Stasiun Dukuh Atas dan Transjakarta Tidak Layani 6 Rute Karena Aksi di Sekitar Bundaran HI
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 1.249 personel lalu lintas untuk mengamankan serta mengatur arus kendaraan selama berlangsungnya kegiatan penyampaian pendapat
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
MRT Tutup Stasiun Dukuh Atas dan Transjakarta Tidak Layani  6 Rute Karena Aksi di Sekitar Bundaran HI
Dunia
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang diikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar seusai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Rabu (21/10).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Dunia
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Vinted, yang didirikan di Lituania pada 2008, telah berkembang menjadi salah satu pasar barang bekas terbesar di Eropa.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Dunia
Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Indonesia
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Kendaraan polisi tersebut tengah melaju sebelum tiba-tiba diserang sekelompok orang di lokasi kejadian. Para pelaku diduga melempari kendaraan dengan batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Indonesia
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengerahkan 60 petugas untuk membantu mengatur lalu lintas selama aksi unjuk rasa di enam kawasan Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Gubernur Pramono Berharap Demo 2 Tahun Pemerintah Prabowo Gibran Berlangsung Aman
Bagikan