Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Vaksinasi Massal Dimulai Pekan Depan, Masyarakat Padat Interaksi Jadi Prioritas

Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Februari 2021

Merahputih.com - Mulai pekan depan vaksinasi COVID-19 akan diberikan untuk masyarakat umum. Vaksinasi dimulai dari pelayan publik, pedagang di pasar, pekerja di mal atau pusat perbelanjaan dan para pekerja yang berada di sektor jasa padat interaksi.

"Misalnya pasar, di sektor jasa yang padat interaksi, yang interaksinya tinggi,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/2).

Baca Juga:

Vaksinasi Tenaga Kesehatan Indonesia Hampir Sentuh 1 Juta Orang

Selama ini, pemerintah sudah memprioritaskan vaksinasi sejak 13 Januari 2021 untuk tenaga kesehatan. Jokowi menginginkan vaksinasi dilakukan tidak orang per orang, melainkan dalam tingkat klaster.

Sehingga dapat memagari orang-orang yang belum mendapatkan vaksinasi. Dengan begitu, dapat menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity.

“Misalnya di kota ada mal, sudah karyawan di mal langsung (vaksinasi), karena dia banyak sekali berhubungan dengan masyarakat,” ujar Jokowi.

Vaksinasi Tenaga Kesehatan. (Foto: Antara)
Vaksinasi Tenaga Kesehatan. (Foto: Antara)

Jokowi juga meminta para wali kota beserta wakilnya dapat melakukan perencanaan vaksinasi dengan detail. Bila perlu dilakukan pemetaan terhadap masyarakat yang akan mendapatkan vaksinasi. Diutamakan warga yang lanjut usia (lansia).

"Jangan lupa yang untuk yang rentan, utamanya yang lanjut usia itu menjadi prioritas,” ungkap Jokowi.

Untuk mensukseskan vaksinasi di lapangan, Jokowi meminta pemerintah daerah dan kota mempersiapkan vaksinator dan manajemen vaksinasi dengan baik. Ia ingin vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga dapat dilakukan secara massal.

“Sehingga harian kita bisa lakukan suntikan vaksin dalam jumlah yang banyak. Sehingga segera tercapai herd immunity,” terang Jokowi.

Baca Juga:

Kapolri Sebut COVID-19 Rusak Seluruh Sendi Kehidupan, Menkes: Mirip Perang Dunia I dan II

Jokowi menegaskan pemerintah pusat sedang berusaha keras untuk memperoleh tambahan vaksin dari berbagai sumber. Pemerintah harus bergerak cepat untuk mendapatkan vaksin, karena selain produsennya terbatas, juga diperebutkan 215 negara.

“Oleh sebab itu, vaksinasi harus tepat sasaran, tepat target betul, jangan sampai meleset,” jelas dia. (Knu)

Baca Artikel Asli