Vaksinasi Massal Dimulai Pekan Depan, Masyarakat Padat Interaksi Jadi Prioritas

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 11 Februari 2021
Vaksinasi Massal Dimulai Pekan Depan, Masyarakat Padat Interaksi Jadi Prioritas

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Mulai pekan depan vaksinasi COVID-19 akan diberikan untuk masyarakat umum. Vaksinasi dimulai dari pelayan publik, pedagang di pasar, pekerja di mal atau pusat perbelanjaan dan para pekerja yang berada di sektor jasa padat interaksi.

"Misalnya pasar, di sektor jasa yang padat interaksi, yang interaksinya tinggi,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka acara Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/2).

Baca Juga:

Vaksinasi Tenaga Kesehatan Indonesia Hampir Sentuh 1 Juta Orang

Selama ini, pemerintah sudah memprioritaskan vaksinasi sejak 13 Januari 2021 untuk tenaga kesehatan. Jokowi menginginkan vaksinasi dilakukan tidak orang per orang, melainkan dalam tingkat klaster.

Sehingga dapat memagari orang-orang yang belum mendapatkan vaksinasi. Dengan begitu, dapat menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity.

“Misalnya di kota ada mal, sudah karyawan di mal langsung (vaksinasi), karena dia banyak sekali berhubungan dengan masyarakat,” ujar Jokowi.

Vaksinasi Tenaga Kesehatan. (Foto: Antara)
Vaksinasi Tenaga Kesehatan. (Foto: Antara)

Jokowi juga meminta para wali kota beserta wakilnya dapat melakukan perencanaan vaksinasi dengan detail. Bila perlu dilakukan pemetaan terhadap masyarakat yang akan mendapatkan vaksinasi. Diutamakan warga yang lanjut usia (lansia).

"Jangan lupa yang untuk yang rentan, utamanya yang lanjut usia itu menjadi prioritas,” ungkap Jokowi.

Untuk mensukseskan vaksinasi di lapangan, Jokowi meminta pemerintah daerah dan kota mempersiapkan vaksinator dan manajemen vaksinasi dengan baik. Ia ingin vaksinasi tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga dapat dilakukan secara massal.

“Sehingga harian kita bisa lakukan suntikan vaksin dalam jumlah yang banyak. Sehingga segera tercapai herd immunity,” terang Jokowi.

Baca Juga:

Kapolri Sebut COVID-19 Rusak Seluruh Sendi Kehidupan, Menkes: Mirip Perang Dunia I dan II

Jokowi menegaskan pemerintah pusat sedang berusaha keras untuk memperoleh tambahan vaksin dari berbagai sumber. Pemerintah harus bergerak cepat untuk mendapatkan vaksin, karena selain produsennya terbatas, juga diperebutkan 215 negara.

“Oleh sebab itu, vaksinasi harus tepat sasaran, tepat target betul, jangan sampai meleset,” jelas dia. (Knu)

#COVID-19 #Kasus Covid #Vaksin Covid-19 #Satgas COVID-19 #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba dikediaman Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo usai berlibur bersama cucunya di Bali, Sabtu (12/7).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Bagikan