Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Update COVID-19 Kamis (16/4): 5.516 Kasus Positif, 496 Meninggal Dunia

Andika Pratama - Kamis, 16 April 2020

MerahPutih.com - Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia semakin bertambah. Pada Kamis (16/4), jumlahnya meningkat menjadi 5.516 kasus.

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 380 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, hari ini.

Baca Juga

Update COVID-19 DIY: 62 Orang Positif, Mayoritas Berumur di Atas 50 Tahun

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan pasien yang sembuh ada 102 sehingga 548 sembuh. Mereka bisa dipulangkan. Mereka berasal dari kota besar seperti DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Sulawesi Selatan dan beberapa provinsi lain

"COVID-19 bisa sembuh dan ini memotovasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.

Foto
Update COVID-19 Kamis (16/4). Foto: BNPB

Data korban meninggal dunia bertambah 27 menjadi 496 pasien yang meninggal. Mereka mayoritas usia di atas 50 tahun dan miliki penyakit seperti darah tinggi, diabetes dan penyakit paru

"Ini bukti penularan di luar masih bisa terjadi dan kasus pisitif tanpa gejala yang ada di tengah masyarakat. Jumlah ini diprediksi bisa meluas. Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan," ucapnya.

Yuri kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari tempat berkumpul karena memiliki risiko penularan covid. Sebab banyak penularan orang tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain.

"Tinggal di rumah adalah jawaban satu satunya yang benar. Tak melakukan perjalanan kemanapun baik itu ke rumah saudara atau ke kampung. Kemudian rajin cuci tangan dengan sabun, sudah terbukti ilmiah penggunaan sabun akan hancurkan virus itu," ujarnya.

Yurianto mengingatkan agar masyarakat mencegah adanya kerumunan dan penumpukan orang. Selain itu, masyarakat juga diminta tak menyentuh terlalu lama orang yang rentan seperti orang tua dan sakit karena penularan bisa lebih cepat

"Karena penularan tidak langsung melalui kontak tangan ini sangat besar pengaruhnyam lakukan sering-sering cuci tangan dan hindari terlalu banyak memegang tubuh," jelas Yurianto.

Sejauh ini pemerintah sudah mencatat terdapat 169.446 orang dalam pemantauan (ODP) dan 11.873 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Pemerintah juga sudah melakukan pemeriksaan 39.706 spesimen dari 34.975 orang yang dilakukan di 32 laboratorium di Indonesia. Dari pemeriksaan itu terdapat 29.459 kasus yang dinyatakan negatif.

Gugus Tugas mencatat hingga saat ini kasus positif COVID-19 tercatat di 34 provinsi dengan rincian yaitu di Provinsi Aceh lima kasus, Bali 113 kasus, Banten 297 kasus, Bangka Belitung enam kasus dan Bengkulu empat kasus, Yogyakarta 62 kasus.

Sementara itu DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan penularan terbanyak yaitu bertambah 196 kasus sehingga saat ini total berjumlah 2.670 kasus positif.

Baca Juga

Pemprov DKI Tutup 5 Perusahaan Pelanggar PSBB di Jakarta

Selanjutnya di Jambi tujuh kasus, Jawa Barat 570 kasus, Jawa Tengah 300 kasus, Jawa Timur 514 kasus, Kalimantan Barat 21 kasus, Kalimantan Timur 44 kasus, Kalimantan Tengah 34 kasus, Kalimantan Selatan 59 kasus dan Kalimantan Utara 28 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 38 kasus, NTB 45 kasus, Sumatera Selatan 37 kasus, Sumatera Barat 55 kasus, Sulawesi Utara 18 kasus, Sumatera Utara 79 kasus, Sulawesi Tenggara 26 kasus.

Adapun di Sulawesi Selatan 271 kasus, Sulawesi Tengah 22 kasus, Lampung 25 kasus, Riau 24 kasus, Maluku Utara empat kasus dan Maluku 14 kasus, Papua Barat lima kasus, Papua 80 kasus, serta tujuh kasus positif di Sulawesi Barat.

Nusa Tenggara Timur mencatatkan kasus positif COVID-19 sejumlah satu kasus dan Gorontalo memiliki empat kasus. (Knu)

Baca Artikel Asli