Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

UGM Kembangkan Vaksin yang Ampuh Cegah Diare pada Bayi

Eddy Flo - Jumat, 23 Februari 2018

MerahPutih.Com - Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan vaksin rotavirus jenis baru RV3-BB. Vaksin ini memberikan perlindungan lebih awal pada bayi dan anak kecil dari diare akibat rotavirus

Vaksin ini dikembangkan oleh peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM bersama dengan peneliti dari Mudroch Children’s Research Institute (MCRI) Australia. Hasil penelitian membuktikan vaksin ini mampu menurunkan terjadinya peradangan pada saluran pencernaan (gastroentritis) rotavirus berat pada bayi.

Ketua regional untuk penelitian gastroentrologi anak-anak dan rotavirus di Indonesia, Yati Soenarto mengatakan vaksin rotavirus pertama dikenalkan Ruth Bishop dari MCRI sekitar tahun 1973. Selanjutnya, UGM bersama dengan MRCI berupaya mengembangkan vaksin RV3 oral jenis baru yang diberikan kepada bayi baru lahir.

“Vaksin rotavirus yang telah beredar saat ini hanya dapat diberikan untuk bayi berusia lebih dari 6 minggu. Sehingga bayi-bayi baru lahir masih rentan terhadap infeksi rotavirus. Dengan vaksin jenis baru ini dapat diberikan kepada semua bayi sesaat setelah lahir,” paparnya saat konferensi pers,di FKKMK UGM Yogyakarta, Kamis (22/2).

Yati menyampaikan dengan memberikan vaksin rotavirus sesaat setelah kelahiran bayi diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada bayi dari penyakit mematikan ini pada usia tiga bulan.

Peneliti utama uji klinik vaksin rotavirus Indonesia, Jarir At Thobari menjelaskan vaksin rotavirus jenis baru ini telah diujikan secara klinis di 25 puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Sleman, DIY dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Vaksin diberikan kepada 1.649 bayi pada lima hari pertama usianya hingga usia 18 bulan dalam tiga dosis tunggal.

“Setelah tiga dosis RV3-BB diberikan saat lahir hasilnya 94 persen bayi terlindungi di tahun pertama hidupnya terhadap gastroenteritis rotavirus akut dan 75 persen dari bayi terlindungi hingga usia 18 bulan,” jelas Jarir.

Menurut rencana vaksin ini akan diproduksi secara massal pada tahun 2020 mendatang. Pengembangan dan produksi vaksin ini bekerjasama dengan PT. Bio Farma.

“Vaksin RV3-BB ini juga diharapkan dapat masuk dalam Program Imunisasi Nasional,”tutur Jarir.

Seperti diketahui, rotavirus masih menjadi penyebab diare berat. Secara global rotavirus menyebabkan kematian 215.000 anak di bawah usia lima tahun. Sementara di Indonesia penyakit ini diperkirakan menyebabkan 10.000 kematian anak, 200.000 rawat inap, dan 600.000 rawat jalan setiap tahun.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca Artikel Asli