Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Twitter Berantas Akun Media Palsu pada Pilpres AS

Raden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 06 November 2020

TWITTER menangguhkan beberapa akun yang menyamar sebagai media Amerika Serikat dan mengumumkan hasil Pilpres AS palsu, mendahului pengumuman resmi.

Akun-akun palsu itu meniru nama akun dan logo Associated Press dan CNN, dua media yang biasanya memprediksi hasil pilpres AS.

Baca Juga:

Berkicau 'Kebal dari Virus Corona', Trump Ditandai Twitter

Banyak akun twitter palsu yang menyamar jadi media Amerika Serikat (Foto: pixabay/dwilliams)

Seperti yang dilansir dari laman Cnet, sebagian besar tweet mengumumkan kemenangan palsu untuk Biden, sementara akun lainnya mengatkaan Presiden Donald Trump telah memenangkan pemilihan.

Satu akun palsu yang terlibat dalam upaya tersebut, diberi label sebagai APPolitics, mengumumkan bahwa Biden menang di negara bagian Michigan dan Nevada.

"BREAKING: Demokrat Joe Biden memenangkan pemilihan untuk Kepresidenan AS, memenangkan Michigan dan Nevada #APracecall pada pukul 5:52 malam. # Election2020 #NVelection" tulis akun tersebut.

Tak lama meluncurkan cuitan tweet tersebut, akun itu dengan cepat dihapus, sebelum pengguna Twitter lainnya mengidentifikasinya sebagai palsu dan mempertanyakan proses pengecekan fakta Twitter.

"Ini adalah akun palsu yang tidak berafiliasi dengan AP, AP yang asli akan di-tweet dari @AP dan @AP_Politics" kata Patrick Maks, juru bicara Associated Press.

Baca Juga:

Cegah Hoaks, Twitter Akan Batasi Retweet

Akun twitter media palsu tersebut akan ditangguhkan secara permanen (Foto: pixabay/photomix-company)

Seorang juru bicara Twitter mengatakan akun tersebut ditangguhkan secara permanen karena melanggar kebijakan jaringan sosial tentang peniruan identitas, yang melarang akun yang "berpura-pura sebagai orang, merek, atau organisasi lain dengan cara yang membingungkan atau menipu."

Twitter mengatakan upaya itu tidak tampak berskala besar, tetapi mengindikasikan akan menangguhkan akun apa pun yang mencoba menyamar sebagai organisasi berita dan merusak percakapan publik tentang pemilu.

Para pemilih pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Selasa, tetapi kurangnya hasil akhir sehari kemudian tampaknya telah memicu desas-desus liar, laporan palsu dan deklarasi kemenangan yang prematur, seperti yang telah diperingatkan oleh para ahli keamanan pemilihan.

Pada Piplres AS kali ini, Twitter juga telah memberi label dan mengurangi jangkauan tweet yang berisi klaim tidak terverifikasi atau palsu tentang penipuan soal pilpres. (Ryn)

Baca Juga:

Twitter Tindak Tegas Cicitan Mengharapkan Kematian Seseorang

Baca Artikel Asli