Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih ngotot menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS. Pencaplokan itu diklaim sebagai ide yang "bagus".

"Saya memang berpikir itu ide yang bagus. Kami mengendalikan (Selat Hormuz) melalui blokade, dan saya menyukai gagasan untuk menyatakannya sebagai wilayah (AS)," kata Trump kepada wartawan

Presiden AS itu kembali mengeklaim bahwa AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz.

Blokade itu sangat efektif, dan Anda tahu,

kata Trump. "Kami mengeluarkan jutaan barel minyak per minggu ... selat itu terbuka, dan harga minyak turun, dan akan terus turun kecuali kami memutuskan melakukan sesuatu yang jauh lebih drastis daripada yang kami lakukan sekarang."

Baca juga:

Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz

Sementara itu, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mendesak Presiden AS Donald Trump untuk memaksimalkan diplomasi guna mengurangi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dengan melanjutkan negosiasi.

Erdogan mencatat pentingnya memaksimalkan diplomasi dalam mengatasi ketegangan antara Iran dan AS, menyatakan harapan untuk melanjutkan negosiasi, dan menyatakan bahwa Turki akan terus mendukung upaya untuk mencapai perdamaian,

demikian bunyi pernyataan dari administrasi kepresidenan Turkiye, Selasa (18/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan dalam percakapan melalui telepon dengan Trump membahas hubungan bilateral, serta perkembangan regional dan global.

Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional dalam kerangka perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani oleh ketiga negara tersebut.

Erdogan juga membahas situasi di Jalur Gaza. Saat para pihak berupaya untuk beralih ke fase kedua proses perdamaian di Gaza, tindakan otoritas Israel terhadap Palestina telah meningkat.

IAnkara akan terus mendukung upaya untuk membangun perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut dan langkah-langkah untuk membangun kembali Jalur Gaza.

Baca Artikel Asli