MerahPutih.com - Pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi COVID-19 nasional untuk mengakhiri pandemi. Setidaknya target 70 persen penduduk tervaksin untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.
Indonesia kembali kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-129 tiba, yakni sebanyak 4.397.740 dosis AstraZeneca dalam bentuk jadi.
"Dengan kedatangan ini, total kedatangan vaksin hingga saat ini dalam bentuk bulk atau bahan baku, dan jadi sekitar 358 juta," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (24/11).
Baca Juga:
Vaksinasi Menurun, Pemerintah Harus Waspadai Lonjakan Kasus Usai Nataru
Johnny memastikan stok vaksin COVID-19 terus ditambah pemerintah agar cukup diberikan kepada rakyat Indonesia. Dengan demikian kesehatan dan ketahanan tubuh dari virus SARS-CoV-2 dapat lebih cepat didapatkan oleh masyarakat.
"Upaya keras ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memerangi pandemi," ujarnya, seperti dikutip Antara.
Ia menyebutkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 23 November 2021, sudah 135 juta penduduk Indonesia yang telah mendapatkan dosis pertama, 90 juta di antaranya sudah mendapatkan dosis lengkap.
Lalu untuk target vaksinasi remaja sudah ada 23 juta remaja yang mendapatkan dosis pertama, angka ini menggambarkan 86 persen dari sasaran vaksinasi di kelompok remaja. Sebanyak 15 juta di antaranya sudah mendapatkan dosis lengkap.
Sedangkan untuk golongan lanjut usia (lansia) tercatat sudah ada 11 juta lansia di Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 6,9 juta di antaranya sudah dosis lengkap.
Baca Juga:
Empat Alasan Penggunaan Vaksin Produk Lokal Mendesak Dilakukan
Percepatan vaksinasi di kelompok lansia masih sangat dibutuhkan sehingga perlu ada kerja sama semua pihak agar dapat mempercepat kelompok lansia yang divaksinasi.
"Kelompok lansia memiliki risiko kematian tertinggi jika terinfeksi COVID-19. maka dari itu perlu dilindungi," ujarnya.
Lansia yang masuk kelompok rentan, pada 2022 telah direncanakan masuk dalam kelompok pertama penerima vaksin booster atau dosis ketiga, diikuti dengan peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Untuk itu dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk bisa membantu lansia yang belum menerima vaksin agar bisa segera mendapatkan vaksin COVID-19.
Terkait dengan persiapan penyelenggaraan pemberian dosis ketiga di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk sebelas jenis vaksin COVID-19 untuk penggunaan di 2022.
"Adapun sebelas vaksin COVID-19 itu adalah Sinovac, Vaksin COVID-19 PT Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, Sputnik V, Zifivax, Janssen, Convidecia dan Covovax," tutup Johnny. (*)
Baca Juga:
DPR Peringatkan Pemerintah Tak Terus Tergantung dengan Vaksin Produksi Luar Negeri