MerahPutih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin beralasan pertumbuhan ekonomi yang masih gagal memenuhi target 7% sesuai target Pemerintah Jokowi merupakan merupakan dampak dari warisan rezim sebelumnya. Namun, Jokowi sukses membalikan tren negatif saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak 2010-2013.
"Sejak pemerintahan SBY sudah turun. Tahun 2010 sekitar 6,38 %, tahun berikutnya turun 6,17 %, tahun 2012 sekitar 6,03 %, tahun 2013 turun ke 5,58 %," kata Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf, Usman Kansong, dalam diskusi publik di Jakarta, Kamis (4/11).
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sejak Jokowi memimpin di tahun 2014 tren angka pertumbuhan ekonomi Indonesia memang cenderung naik, meskipun tidak terlalu kecil, mulai dari 5,03%, 5,07%, 5,17% dan terakhir menyentuh angka 5,3%.
"Tahun 2014 Pak Jokowi dikasih angka pertumbuhan ekonomi 5,02 %. Jadi, memang cenderung turun. Tapi setelah itu, ekonomi tumbuh terus, inflasi terjaga, daya beli seimbang," ujar Usman.
Pengamat Ekonomi Universitas Kahtolik (Unika) Atma Jaya Rosdiana Sijabat mengakui kondisi ekonomi global tengah tidak stabil sehingga berpengaruh ke laju pertumbuhan ekonomi nasional. Meski masih di bawah target 7%, kata dia, Indonesia patut mendapat acungan jempol karena masih di atas Amerika Serikat yang hanya 2,9% dan Singapura cuma 3%.
"Pertumbuhan 5,2% angka yang patut disyukuri untuk perekonomian yang sedang sepi. Faktor eksternal tidak bisa 100% kita atur," kata Rosdiana dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, Pengamat Politik Emrus Sihombing menyoroti persoalan utang luar negeri di era Jokowi. Menurut dia, tidak ada pemerintahan di dunia yang tidak berutang, hanya sejauh mana utang digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan malah dikorupsi.
Emrus melihat Jokowi sukses mengkonversi utang luar negeri itu untuk pembangunan infrastruktur yang pada akhirnya juga mengangkat perekonomian nasional. "Pertumbuhan ekonomi sudah luar biasa 5%, karena di sisi lain ada pembangunan infrastruktur dan faktor eksternal," tutup dia. (*)